Anak Genius Untuk CEO Berhati Dingin

Anak Genius Untuk CEO Berhati Dingin
Bab 35


__ADS_3

...Kena Batunya...


Seorang anak, bagaimanapun juga tentu membutuhkan ke dua orang tuanya. Orang tua adalah tempat anak berbagi segalanya dan tempat berlindung. Begitu juga dengan Long An. Ia menyadari memiliki ibu yang sempurna. Namun, disisi lain hatinya juga ingin mengetahui siapa sosok ayahnya. Bagaimana sifat maupun wajah ayahnya? Long An hanya bisa memendamnya dalam hati, karena tidak mau membuat ibunya sedih. Namun, kini ia tak sendirian. Si kembar dan Nyonya Meri bersedia membantu Long An mencari ayahnya.


“Maafkan aku An. Ibu tidak mengingat informasi yang penting.” Nyonya Meri terlihat tak enak. Ia tahu sesuatu informasi tapi tak dapat mengingatnya.


“Tidak apa-apa Bu Meri. Pasti nanti akan ingat.” Kata Long An dengan senyum lebar.


“Ah! Mama tidak asyik.” Kata Meichan.


“Yah! Mama kurang mengasyikkan, kebanyakan makan.” Chanmei menyahut.


Kebiasaan si kembar memang begitu. Jika satunya mengatakan sesuatu maka yang lain juga akan menyahut. Keempat orang tadi mengobrol di taman sekolah saat istirahat.


“Mau bagaimana lagi. Sepertinya mama memang pernah membahas mengenai parfum ini. Tetapi kapan ya?” Tanya Nyonya Meri pada dirinya sendiri.


“Ini pasti karena yang mama ingat hanya makanan.” Gerutu Chanmei.


“Itu benar, makanan selalu berada dalam ingatan mama. Huh!” Timpal Meichan.


Nyonya Meri hanya nyengir kuda, mengetahui anaknya sedang mengadakan demo kecil. Long An tersenyum melihat tingkah keluarga satu ini.


“Bu Meri, tidak masalah. Jangan buru-buru.” Long An menyahut dengan senyum hangat.


“Ibu, akan mengusahakan secepat si cepot mengantarkan paket.”


Nyonya Meri malah promo. Wanita tambun satu ini, memang suka mencairkan suasana. Kemudian, ia pamit kembali ke ruang assisten. Daripada terkena terkaman si wanita penyihir alias Wakil Direktur Rosalind Birgita. Setelah kepergian Nyonya Meri. Long An dan si kembar saling berbisik.


“Bagaimana sekarang?” Tanya Meichan.


“Sekarang bagaimana?” Timpal Chanmei.


Long An hanya menggeleng-gelengkan kepala. Melihat tingkah ke dua sahabatnya itu. Bisa saja salah satu bertanya. Kenapa keduanya saling bersahut-sahutan.


“Tentu akan kita lakukan rencana itu. Mencari tahu, siapa dalang dibalik insiden asap pelemah otot.” Long An menjawab dengan serius.


“Aku rasa pelakunya pasti si Alex.” Meichan yang menjawab.


“Aku juga berfikir si angkuh Alex yang melakukannya.” Chanmei menimpali.


“Bagaimana kalian yakin? Jika Alex pelakunya?”


“Saat aku dan Chanmei mencemaskan keberadaanmu yang tidak segera kembali dari kamar mandi. Alex tiba-tiba mengatakan mengenai hal aneh. Dia mengatakan akan menggantikanmu dan menjadi juaranya.” Meichan menjawab.


“Betul…Betul… Betul sekali.” Sahut Chanmei.


“Jika itu benar. Alex tak akan melakukannya sendirian. Pasti dia juga dibantu seseorang.” Long An menjawab sembari menunjukkan wajah serius.

__ADS_1


Meichan dan Chanmei saling berpandangan. Hingga detik berikutnya terdengar suara dari keduanya bersamaan.


“Wakil Direktur alias Si penyihir wanita!”


Long An juga berfikiran hal yang sama. Jika dibalik insiden dia kemarin. Ada orang dewasa yang bertanggungjawab.


“Mama selalu mengajarkanku untuk tidak membenci orang lain. Perbuatan buruk tidak boleh dibalas dengan perbuatan buruk. Aku akan mengingat selalu pesan mama. Tetapi, kali ini aku tidak akan membalas dengan cara yang buruk. Aku akan melakukannya dengan cara yang estetik dan menyenangkan. Mari tunjukkan kecerdasan kita Triple Kancil.” Kata Long An dengan senyum yang mengembang. Sepertinya dia sudah memiliki ide cemerlang.


“Triple Kancil? Aku suka nama itu.” Kata Chanmei.


“Nama yang mewakili kecerdasan tiga anak kecil yang tidak suka usil. Tetapi jangan sampai mengganggu kami. Kalau tidak ingin terkena sentil. Yoo! Triple Kancil siap beraksi.” Sahut Meichan panjang lebar.


Meichan menyodorkan tangan untuk tosh dengan Chanmei dan Long An. Namun, setelah ia menengok kiri kanan. Kedua orang tadi, malah sudah jalan meninggalkan tempat itu. Meichan hanya menggerutu dengan meliuk-liukkan bibirnya. Seperti tarian ular, saking kesalnya ditinggal pergi begitu saja.


Long An sudah mempersiapkan semuanya. Ia menatap ke dua temannya.


“Kita bagi tugas. Kalian mengerti apa yang jadi tugas masing-masing?” Tanya Long An.


Meichan dan Chanmei mengangguk dengan pasti. Lantas mereka bersiap berada di pos masing-masing.


Meichan terlihat mencari keberadaan Alex. Rupanya ia melihat Alex bersama teman-temannya. Mengikuti setiap kemanapun Alex pergi. Saat Alex sedang membeli makanan di kantin. Meichan dengan cepat, menyuap teman-teman Alex dengan beberapa coklat. Lalu menyuruh mereka pergi meninggalkan Alex. Rencananya berhasil dan Alex ditinggalkan sendirian.


“Di mana yang lain? Ah… dasar menyebalkan. Pengikut tak setia.” Gerutu Alex sendirian sambil berkacak pinggang.


Meichan yang melihat Alex sendirian, segera beraksi. Ia segera berlari dengan kencang ke arah Alex dan menabraknya dengan keras.


Segelas minuman jus yang dibawa oleh Meichan tumpah mengenai pakaian Alex. Hingga meninggalkan noda cukup banyak dipakaian anak lelaki angkuh tersebut. Tak ayal, Alex menatap Meichan dengan tatapan penuh amarah.


“Huh! Dasar! Apa kamu tidak bisa melihat?! Jangan jadi anak ceroboh. Sungguh menyebalkan!” Teriak Alex.


“Maaf… maaf… jika tahu akan menabrak. Aku juga tak akan menabrakmu. Aku akan menabrak idol Korea saja. Uhhh lalu memeluk dengan erat. Pasti akan menyenangkan.”


“Dasar bocah K-popers. Suka halu.” Alex berkata sambil berlalu meninggalkan Meichan. Ia berjalan menuju kamar mandi.


Meichan segera mengirim pesan pada saudari kembarnya.


Misi 1, selesai.


Chanmei yang menerima pesan saudarinya. Segera memberitahu Long An. Long An sudah bersiap ditempatnya dan membawa perlengkapan yang ia perlukan. Chanmei menunggu Alex di dekat kamar mandi. Diperkirakan Alex akan menuju kamar mandi yang dekat kantin. Benar saja, tak lama kemudian, Alex memasuki kamar mandi. Chanmei segera mengunci pintunya. Setelah sebelumnya memastikan tak ada murid lain yang berada di toilet.


Kini, Long An menyiapkan segala peralatan yang ia bawa. Mengandalkan pengetahuan dan ingatannya yang tajam. Ia akan membuat sihir. Meichan kemudian bertugas mengawasi sekitar toilet. Memastikan supaya tidak ada yang mengganggu.


“Ah, menyebalkan kotor sekali!” Gerutu Alex yang berada di dalam, sambil membersihkan pakaiannya.


Long An segera menyiapkan bahan-bahannya. Ia segera mengenakan sarung tangan dan membuka sebuah kotak. Di dalam kotak tersebut, terdapat es kering atau dry es. Es kering dibuat dari gas karbondioksida atau CO2 yang dibekukan. Long An mendapatkan bahan-bahan tersebut dengan meminta bantuan Nenek Heera. Ingatannya yang tajam, membuat apa yang ia baca atau pernah lihat. Tertanam dikepalanya. Kini, ia akan mempraktekkan apa yang pernah ia baca dan lihat. Long An akan menciptakan sebuah sihir.


Es kering tersebut, ia masukkan ke dalam beberapa baskom. An, juga sudah mempersiapkan air panas. Setelah semua siap, Long An memberikan kode pada Chanmei. Perlahan, An menuang air panas tersebut ke dalam baskom yang berisi es kering. Beberapa detik kemudian, perlahan kepulan asap keluar dari baskom tersebut. Lantas An, mendekatkan pada celah bawah pintu kamar mandi. Asap yang keluar mulai memasuki kamar mandi. Long An mengipasi asap tersebut agar semakin masuk ke dalam.

__ADS_1


Alex yang sedang membersihkan pakaiannya, tiba-tiba dikejutkan dengan adanya kepulan asap. Dia mulai kebingungan.


“Hei!! Hei!! Apa ini?!” Teriak Alex ketakutan.


Ia lalu bergegas membuka pintu. Namun pintunya terkunci rapat. Alex berusaha menggedor tetapi sia-sia.


“Hei!! Siapa yang mengunci! Cepat buka!!” Teriak Alex semakin ketakutan karena asapnya semakin banyak.


Disaat asapnya semakin banyak. Alex mendengar suara gemerisik dan suara tertawa cekikikan seperti kuntilanak.


“Hihihi… Alex si anak nakal hihi….” Kata suara tersebut ditambah dengan suara gemerisik yang menakutkan.


Alex mundur ke belakang dan segera menutup hidungnya agar tidak menghirup asap.


“Hihi…. Dasar anak nakal… aku akan memberimu pelajaran.” Sekali lagi terdengar suara mengerikan tanpa wujud.


Alex mulai ketakutan, “Si… siapa kamu? Tampakkan wajahmu?!”


“Hihi… aku adalah makhluk penjaga kamar mandi. Aku sedang memberimu pelajaran hihihi…”


Alex semakin ketakutan. Ia terduduk di lantai dengan kaki gemetaran. Asap terus mengepul ke dalam.


“Ja… jangan menggangguku!” Teriak Alex menutup wajahnya karena takut.


“Hihi… kamu juga melakukan ini pada bocah karateka itu. Tempo hari, kamu hendak mencelakainya hihi… benar bukan?”


Alex benar-benar ketakutan dan ia mulai terbatuk. Alex semakin ketakutan dibuatnya. Ketika melihat jendela kamar mandi tiba-tiba terbuka dan tertutup sendiri.


“Am… ampun… ampuni aku…. Aku melakukannya karena aku tidak suka anak itu menang. Aku ingin menggantikan tempatnya… ampun!!! Tante Rosalind yang merencanakannya. Aku hanya mengikuti.” Alex berkata sambil gemetar. Saking ketakutannya, Alex kencing di celana.


“Hihi…. Hemmm… kalian akan dihukum… hihi…”


“Ampun!!! Ampun!!!” Teriak Alex ketakutan.


Saat Alex berteriak, tiba-tiba pintunya terbuka dengan keras. Alex terkejut dan tanpa berfikir panjang ia langsung lari terkencing-kencing. Meninggalkan kamar mandi tersebut. Dari kejauhan Long An tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya. Di samping Long An, Chanmei menirukan suara kuntilanak menggunakan mic karaoke tanpa kabel yang ia pinjam dari mamanya.


“Hihi….hihi…” Tertawanya Chanmei seperti kuntilanak. Sambil menggesek-gesek Styrofoam. Supaya menambah efek suara seram.


Di sisi lain, Meichan bergegas membuka semua jendela di kamar mandi. Untuk menghilangkan jejak asap. Rupanya Meichan juga bertugas membuka dan menutup jendela. Supaya Alex percaya hal ini dilakukan hantu. Lantas setelah selesai segera menyusul ke tempat Long An dan Chanmei.


“Chanmei, kamu sudah merekam semuanya?” Tanya Long An sambil tertawa.


“Tenang saja, semua sudah terekam di ponselku. Kita berhasil!” Pekik Chanmei.


“Triple Kancil in your areaaah… ahh…ahhh.” Sahut Meichan sambil berjoget riang.


Long An juga ikut berjoget-joget sambil menggoyangkan pantatnya yang gemoy. Triple kancil berhasil mendapatkan bukti. Berkat sihir Long An yang memadukan pengetahuan alam. Berkat kegeniusan si karateka cilik. Berhasil membuat asap dari es kering dan air panas. Memanfaatkan sifat es kering jika disiram bukan mencair. Tetapi menyublim dan dapat mengeluarkan asap. Kegeniusan Long An tidak hanya dibidang karate. Tetapi juga pengetahuan alam. Dibantu si kembar yang pemberani, menjadi Triple Kancil.

__ADS_1


__ADS_2