Anak Genius Untuk CEO Berhati Dingin

Anak Genius Untuk CEO Berhati Dingin
Bab 74


__ADS_3

...Cerita Di Balik Perpisahan...


 


      Irene seorang wanita yang baru saja mencicipi kebahagiaan. Harus rela merasakan pahitnya sendirian. Ia tak pernah menginginkan hidup seperti ini. Irene hanya ingin bahagia bersama Long An dan orang yang telah membuatnya jatuh hati. Tetapi apa mau dikata. Jalan terjal harus ia lalui kembali. Terseok-seok seperti dahulu. Akibat ulah seseorang yang merasa terusik akan keberadaan dirinya. Siapa lagi kalau bukan Rosalind. Rosalind merencanakan ini semua bersama Liam. Liam sangat ingin menghancurkan Ravindra, karena merasa ayahnya pilih kasih.


           Flashback


           Setelah makan malam di rumah keluarga Damariswara. Liam dan Rosalind bergerak cepat melaksanakan rencananya. Mereka bisa menebak bahwa Ravindra akan segera meresmikan hubungannya dengan Irene. Tentu saja jika hal itu terjadi. Akan membahayakan posisi Liam dan Rosalind. Keduanya ingin menguasai kekayaaan keluarga Damariswara. Maka mereka menargetkan Irene sebagai target utama. Irene adalah kunci kelemahan Ravindra sekaligus Long An. Jika mereka bisa mengintimidasi Irene. Maka, Ravindra dan Long An akan menjadi lemah. Seseorang yang lemah akan mudah dikuasai dan ditaklukkan. Itulah yang dipikirkan oleh Rosalind sebagai perancang ide. Sedangkan Liam tinggal melaksanakannya saja.


           Sore itu, di sebuah rumah makan yang tidak terlalu ramai. Liam mengajak bertemu Irene. Liam menatap Irene dengan senyum penuh arti.


        “Sebenarnya, apa yang ingin kamu bicarakan? Sehingga hanya kita berdua yang bertemu.” tanya Irene.


           Liam tersenyum dan menyeruput minumannya dengan santai.


           “Kenapa harus buru-buru? Kita bicara secara perlahan saja. Supaya kamu memahaminya.”


           “Apa maksudmu?” tanya Irene penuh selidik.


           “Kamu tahu mengenai batasan seseorang. Aku berharap kamu juga memiliki batasan itu. Tetaplah berada di tempatmu. Jangan melangkah terlalu jauh lebih dari ini.” jawab Liam dengan senyum licik.


           “Katakan saja, tidak perlu bertele-tele.” kata Irene menatap Liam dengan serius.


           Liam melihat Irene sebagai wanita yang berbeda. Tatapannya menyiratkan ketegasan. Pantas jika Ravindra yang dingin menaruh hati pada Irene.


           “Aku ingin, kamu menjauhi Ravindra.” kali ini Liam tidak ingin basa-basi.


           Irene hanya tersenyum.


           “Kenapa, aku harus menjauhi Ravindra?”


           “Karena kamu adalah lumpur. Maka tetaplah menjadi lumpur.” sahut seseorang yang tiba-tiba datang.


           Irene seketika mengarahkan pandangannya pada siapa yang menyahut. Orang iu tak lain adalah Rosalind Birgita. Ia datang sembari menyunggingkan senyum angkuh. Lantas duduk tepat di samping Liam. Irene yang melihat kedatangan Rosalind sedikit terkejut. Namun, sedetik kemudian Irene mendecih.


           “Apa kamu tidak bisa melakukannya sendiri? Sampai kamu meminta bantuan orang lain?” tanya Irene seolah mengejek Rosalind.

__ADS_1


           “Hahaha!” Liam tertawa melihat Irene yang berani mengejek Rosalind.


           Rosalind langsung menyikut perut Liam dan melempar tatapan tajam.


           “Aught…” rintih Liam sembari memegangi perutnya yang disikut oleh Rosalind.


           Setelah menyikut Liam. Rosalind menatap tajam ke arah Irene.


           “Aku penasaran, apa setelah ini kamu bisa berbicara sesombong ini?”


           “Kenapa tidak? Aku sudah memiliki Long An dan Ravindra di sisiku. Sedangkan kamu? Kamu tidak bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan.


           Brak!!!


           Terdengar suara meja digebrak oleh Rosalind. Beberapa orang yang berada di sana langsung menatap ke arah Rosalind. Mereka terlihat berkasak-kusuk. Rosalind tidak perduli, orang melihatnya bagaimana. Ia ingin sekali menampar Irene yang begitu sombong. Ia berusaha mengendalikan emosinya. Sembari melipat tangan di dada, Rosalind menatap Irene dengan tajam.


           “Aku jamin, setelah ini kamu tidak akan bisa sombong lagi Irene Maxzella.” kata Rosalind dengan senyum menyeriangi.


           “Kenapa? Apa kamu akan seperti dulu? Mendorongku dari tangga? Atau hal lainnya? Silahkan saja lakukan sesukamu. Tetapi kali ini, aku tidak akan tinggal diam.” kata Irene melempar tatapan tajam.


           Liam mulai tertarik pada Irene yang pemberani. Ia hanya diam mengamati perdebatan dua orang wanita ini. Sedangkan di sisi lain Rosalind semakin jengkel dengan sikap Irene.


           Namun, sebelum Irene melangkah. Suara Rosalind menghentikan langkah Irene.


           “Kejadian 10 tahun yang lalu. Asap pelemah otot. Penyerangan terhadap Long An. Apa kamu tidak penasaran dengan dalang dibalik semuanya itu?” pancing Rosalind.


           Mendengar perkataan Rosalind, seketika Irene menatap tajam pada Rosalind.


           “Apa maksudmu?” tanya Irene tidak mengerti.


           “Aku rasa kamu sudah melupakan kejadian 10 tahun yang lalu, karena saat ini kamu terlalu dimabuk asmara akan cinta yang Rava berikan. Tetapi, kejadian di mana kamu bisa tidur dengan Rava adalah rencanaku yang ingin membuatmu semakin terhina di depan semua orang. Asap pelemah otot, juga rencanaku supaya anakmu kalah bertanding. Sehingga anakmu juga dipermalukan. Terakhir, pengeroyokan terhadap Long An adalah ulahku yang menyewa orang-orang itu. Semuanya adalah rencanaku. Bukankah itu menyenangkan?” Rosalind tersenyum jahat sembari menatap Irene.


           Irene yang mendengar hal tersebut merasakan kemarahan di dadanya. Rupanya segala penderitaan yang di alaminya dahulu adalah bagian dari rencana Rosalind. Irene yang emosi segera menghampiri Rosalind.


           Plak!


           Irene tanpa banyak berkata menampar Rosalind dengan sangat keras.

__ADS_1


           “Hei!!” teriak Liam sembari menatap Irene dengan tajam. Ia langsung beranjak dari duduknya.


           Irene berani melukai Rosalind di depan matanya. Rosalind memberikan kode pada Liam untuk tetap tenang. Mau tidak mau Liam hanya bisa menahan emosinya.


           “Wanita macam apa kamu?! Aku tidak perduli kamu melakukan apa padaku. Tetapi… tetapi kenapa kamu melakukan itu pada anakku?!! hanya iblis yang tega melakukan hal itu pada anak kecil.” Irene diselimuti kemarahan yang membara.


           Irene tak terima anaknya juga menjadi sasaran kelicikan Rosalind. Jika hanya dirinya tidak masalah. Tetapi, Long An juga hendak dicelakai oleh Rosalind. Ibu mana yang terima anaknya diperlakukan seperti itu.


           “Ingat perkataanku, jika seujung kuku pun kamu berani menyentuh Naga kecilku. Aku tidak akan tinggal diam. Jangan pernah berpikir aku adalah wanita lemah. Seorang ibu akan melakukan apapun untuk anaknya dan kamu akan merasakan bagaimana kekuatan seorang ibu.” ancam Irene yang tak takut pada Rosalind. Wajahnya merah padam. Menahan amarah pada wanita berambut kecoklatan yang ada di depannya tersebut.


         “Berbicaralah sesuka hatimu. Tetapi setelah ini, kamu hanya akan menjadi seorang ibu yang tidak berdaya.” sahut Rosalind dengan santai sembari menyeruput minumannya.


           Liam terkekeh menyaksikan dua wanita tangguh sedang bertarung.          


           “Apa maksudmu?” tanya Irene yang masih diliputi kemarahan.


           “Kamu sudah mengetahui semuanya bukan? aku adalah orang yang akan melakukan apapun. Agar tujuanku tercapai. Tidak perduli siapa itu. Mau orang dewasa atau anak kecil sekalipun. Jika mereka menghalangi jalanku. Aku tidak akan segan memangkas rumput liar yang ada disekelilingku.” jawab Rosalind dengan senyum jahat.


           “Kamu tidak bisa mengancamku hanya dengan hal seperti ini. Aku, Ravindra dan Long An akan menghadapimu.”


           “Ah, benarkah? Jika begitu. Aku tidak akan segan mencelakai putra dan CEO kesayanganmu itu. Bahkan, aku juga tidak akan segan menyakiti ibumu. Paman Marvin atau siapapun yang menjadi temanmu. Kamu boleh mengabaikan mereka. Jika itu yang kamu inginkan. Tetapi, aku yakin seorang Irene Maxzella tak akan tega melihat orang-orang yang ada disekelilingnya tersakiti bukan?” tanya Rosalind dengan senyum licik.


           “Pilihan ada tanganmu.” Lanjut Rosalind yang masih duduk tenang di kursinya.


           “Aku perjelas di sini. Rosalind adalah wanita yang sangat licik. Di kepalanya memiliki banyak rencana jahat. Untuk mencelakai orang-orang yang kamu sayangi. Jadi pilihlah dengan cerdas.” timpal Liam.


           Irene mengepalkan tangannya. Ia tahu, watak Rosalind seperti apa. Rosalind adalah wanita ambisius yang rela melakukan apa saja. Bahkan mencelakai orang di sekitarnya. Irene tidak memiliki pilihan lain. Ia harus melindungi orang yang disayanginya.


           “Katakan, apa yang harus aku lakukan? Menjauhi Ravindra, apakah itu yang kamu inginkan?” tanya Irene.


           Rosalind lagi-lagi tersenyum licik. Ia dengan santai memainkan gelas minumannya.


           “Ya itu benar. Tetapi tidak akan sesederhana itu. Kamu hanya perlu mematuhi perintahku.”


           “Baiklah, asal dengan syarat kamu tidak boleh mencelakai siapapun. Maka aku akan menuruti setiap perintahmu.” kata Irene serius.


           “Itu bagus sekali Rene dan satu hal lagi, jangan menceritakan ini pada siapapun. Jika tidak, aku tidak akan segan melukai orang-orang yang kamu sayangi.” Rosalind tertawa jahat dan merasa dirinya menjadi pemenang dalam permainan ini. Lantas ia bersulang dengan Liam yang juga ikut tertawa bahagia.

__ADS_1


           Irene hanya bisa mengepalkan tangannya. Berharap apa yang ia lakukan ini benar. Demi kebaikan orang-orang yang ia cintai. Terutama melindungi Long An dan Ravindra. Maka di hari itulah, awal dimulainya kehancuran.


__ADS_2