Anak Genius Untuk CEO Berhati Dingin

Anak Genius Untuk CEO Berhati Dingin
Bab 93


__ADS_3

...Pembalasan Pada Rosalind...


           Malam itu, adalah awal dari pembalasan atas kejahatan yang dilakukan oleh Rosalind. Rosalind tak menyangka bahwa pelariannya akan dihadang oleh Irene. Wanita yang dianggapnya telah tewas.


           “I… Ini ti… tidak mungkin. Ba.. bagaimana kamu masih hidup? Bu… bukankah kapal yang kamu naiki telah meledak?” tanya Rosalind terbata.


           “Sudah aku katakan. Tuhan tidak akan tinggal diam melihat orang jahat sepertimu berkeliaran bebas dan menikmati kemenangan dengan mudah.” balas Irene dengan tatapannya yang tajam.


 


           Flashback


Saat Irene berada di dalam kapal. Seorang pria sedang menjaganya. Kapal itu sebentar lagi akan berangkat. Jadi, Irene harus dijaga dengan ketat. Mata pria itu terus mengawasi Irene tanpa sekalipun mengalihkan pandangannya. Ia mengawasi sembari merokok. Asap rokoknya mengepul di sekitar ruangan dalam kapal. Sedangkan Irene melihat sekelilingnya. Ia tak bisa pasrah begitu saja dan diam menerima nasibnya. Irene juga tak tahu apakah Long An dan Ravindra dapat mengetahui keberadaannya. Bagaimana jika tidak? Irene tak ingin diam saja. Makanya ia berusaha keras supaya dapat meloloskan diri.



Irene yang melihat sekelilingnya. Tak sengaja matanya terantuk dan melihat tepat di belakangnya ada ujung kayu yang runcing. Irene berusaha mengajak pria yang sedang mengawasinya untuk berbincang. Sedangkan tangannya yang berada di belakang dan diikat oleh tali. Ia gesekkan pada ujung kayu yang runcing.



“Tu… Tuan… bisakah… bisakah kamu membantuku. Aku akan membalas kebaikanmu.” kata Irene memohon.



Pria itu hanya menatap sinis pada Irene. Lantas melangkah mendekat.



“Memangnya wanita tak berdaya sepertimu bisa membalas apa padaku?” tanya pria itu seolah mengejek sembari memegangi dagu Irene. Kemudian menghempaskannya dengan kasar.



“A… aku akan memberikanmu sesuatu. Jika menolongku keluar dari sini.” mohon Irene. Tangannya masih berusaha menggesekkan tali di ujung kayu. Supaya bisa lepas dari ikatan talinya.



Pria itu menatap Irene dari ujung kepala hingga ujung kaki. Kemudian menatap liontin bunga Lotus yang dikenakan di leher Irene. Irene yang melihat pria yang ada di depannya itu tertarik pada liontin yang ia kenakan. Segera memberikan tawaran.



“Apa kamu ingin memiliknya?” tanya Irene.



Pria itu terlihat semakin tertarik.



“Liontin ini sangat mahal. Kamu bisa mengambilnya.” lanjut Irene.



Pria itu tersenyum dan segera merampas linton milik Irene. Tepat disaat bersamaan tali yang mengikat Irene putus. Irene segera mendorong pria tersebut dengan sekuat tenaga. Hingga Si pria jatuh terjungkal. Irene berusaha menarik liontin Lotus yang dipegang Si pria. Namun Si pria kelihatan kesal lantas memegangi kaki Irene. Irene berusaha menendang pria itu, namun liontin Lotus miliknya terlepas. Si Pria berusaha bangkit berdiri dan menjambak rambut Irene.



“Aughtt!” teriak Irene kesakitan.



Irene berusaha melepaskan diri dengan menyikut perut Si pria. Pria itu mengaduh sambil memegangi perutnya.



“Dasar wanita sialan!” teriak pria itu penuh amarah.



Irene yang berusaha berlari dikejar oleh Si pria. Hingga tanpa sengaja lampu minyak yang ada dalam kapal tersenggol dan pecah. Tumpahan minyak mengalir hingga dekat tabung bensin. Api cepat merambat. Irene dan Si pria yang masih bergulat dan saling dorong. Sama sekali tidak menyadari bahaya yang mengancam.


__ADS_1


Api yang merambat dengan cepat langsung mengenai tabung bensin. Hingga tiba-tiba terdengar ledakan keras berkali-kali.



*Duar*!



*Duar*!



Irene yang berada dekat dengan pinggir kapal terhempas akibat ledakan tersebut. Hingga tubuhnya jatuh ke dalam air. Sehingga Irene selamat dari ledakan dan kobaran api. Sedangkan Si pria mau tak mau menerima nasibnya terbakar bersama kapal. Jadi itulah sebabnya, liontin berbentuk Lotus milik Irene ditemukan di dalam sisa-sisa kapal yang terbakar bersama abu Si pria tadi.



Irene yang tercebur ke dalam laut, hampir kehilangan kesadaran. Namun, saat kesadarannya hampir hilang. Terdengar suara Long An berteriak-teriak memanggilnya. Kemudian disusul suara teriakan Ravindra. Suara panggilan dari keduanya itulah yang menyadarkan Irene untuk terus berjuang. Ia berusaha bertahan hidup dan berenang. Menguatkan dirinya meski tubuhnya terasa lemah. Akibat luka yang ia dapatkan ketika Rosalind menyekapnya. Tetapi tekadnya yang kuat membuat Irene berusaha melawan rasa sakit dan berenang ketepian. Saat berhasil berenang ke tepian. Ia berjalan perlahan meski terseok-seok. Kemudian saat berpapasan dengan seseorang ia segera meminjam ponsel orang tersebut.



Irene menghubungi seseorang. Orang tersebut adalah Dareen. Irene tidak ingin menghubungi Rava atau Long An karena jika Rosalind mengetahui ia masih hidup. Justru itu akan membahayakan orang-orang yang ia cintai. Maka Irene memilih membiarkan orang-orang mengetahui ia telah tiada. Lalu menyusun rencana membalas perbuatan Rosalind.



**Flashback End**



Rosalind kelihatan kesal dan sangat marah. Jadi, semua bukti yang tersebar adalah ulah Irene. Tidak lama kemudian, Dareen juga keluar dari mobil. Tersenyum sinis pada Rosalind.



“Itulah perbedaanmu dengan Irene. Kamu hanya memiliki uang dan Liam yang tidak berguna. Tetapi Irene memiliki keluarga dan sahabat yang akan selalu membantunya. Disaat tersulit sekalipun. Jadi, sekarang saatnya kamu menerima hukuman.” kata Dareen.



Rosalind tahu betul situasinya kini terpojok. Ia kemudian berusaha melarikan diri. Ros hendak menaiki mobilnya. Tetapi Irene dapat menduga hal tersebut. Ia dengan langkah cepat segera menyusul Rosalind dan menjepit tangan Rosalind dengan pintu mobil yang hendak Rosalind tutup.




Lantas tanpa ampun, Irene menarik rambut Rosalind dan menyeretnya ke luar dari mobil. Rosalind merintih kesakitan sembari memegangi tangannya yang terjepit pintu. Rasanya sungguh sakit. Rosalind yang seumur hidupnya tidak pernah diperlakukan seperti itu. Menatap Irene dengan tatapan penuh amarah. Lantas bangkit berdiri dan hendak menampar Irene. Tetapi Irene bukanlah wanita lemah. Ia tanggap dan dengan gerakan cepat menahan tangan Rosalind. Kemudian balas menampar dengan keras hingga berkali-kali.



Rosalind tak berdaya. Irene menampar begitu kerasnya dan tanpa ampun. Bagaimanapun juga Irene memendam rasa sakitnya selama ini. Akibat kelicikan dan ulah Rosalind. Irene harus melewati kehidupan yang penuh penderitaan.



*Plak*!



*Plak*!



Suara tamparan keras masih terdengar. Membuat wajah Rosalind memerah dan kelihatan berantakan. Irene menatap tanpa rasa belas kasihan. Kemudian mendorong Rosalind yang kelihatan tidak berdaya hingga terjatuh. Kemudian berjongkok dan menarik rambut Rosalind.



“Aku belum menyerahkanmu pada polisi karena ingin memberikanmu pelajaran. Pepatah mengatakan tidak ada hal baik yang di dapatkan dari sebuah balas dendam. Tetapi aku di sini bukan membalas dendam. Tetapi ingin menyadarkanmu atas segala kesalahan maupun kejahatan yang kamu perbuat. Supaya kamu belajar. Bahwa segala yang kamu miliki berupa harta tidak akan pernah abadi. Rasa iri dan dengkimu terhadapku hanya akan menjatuhkan dirimu sendiri.”



Disaat Irene sedang berbicara. Tiba-tiba terdengar suara motor datang. Motor itu dikendarai oleh Long An yang sedang membonceng Si kembar. An yang melihat ibunya dari kejauhan seketika menghentikan motor skuternya. Kemudian memanggil ibu yang sangat ia rindukan kehadirannya.



“Mama!! Mama!!!” teriak Long An dengan penuh kerinduan.

__ADS_1



Irene yang mendengar suara anaknya memanggil. Tak dapat lagi mengabaikan. Lalu melihat ke arah anaknya.



“An….” panggil Irene lirih dengan mata berkaca-kaca penuh kerinduan.



Disaat Irene lengah. Rosalind mendorong Irene hingga jatuh. Kemudian, ia melarikan diri dan lari tunggang langgang. Long An, Si kembar dan Dareen yang melihat Rosalind kabur hendak mengejar. Tetapi dihentikan oleh Irene.



“Biarkan saja dahulu. Aku ingin membuat Rosalind tersadar dalam pelariannya. Memberikan penderitaan secara tidak langsung padanya. Bahwa apa yang ia lakukan selama ini telah salah. Ia tak lagi memiliki apapun, uang, bahkan tempat tinggal. Rosalind juga tidak memiliki siapapun. Tidak ada hukuman paling berat bagi seseorang selain hidup sendiri dan tidak memiliki apapun.” kata Irene sembari menatap ke arah kemana Rosalind lari. Tidak lama kemudian Rosalind menghilang dari pandangan matanya.



“Jika begitu aku akan menyuruh orang-orangku untuk tetap mengawasinya.” kata Dareen.



Irene tersenyum dan berterimakasih pada sahabat baiknya itu. Lantas menatap anak kesayangan yang sangat ia rindukan.



“Ma… mama…” panggil Long An dengan mata berkaca-kaca.



Irene tersenyum dan berlutut agar sejajar dengan Long An. Kemudian keduanya saling berpelukan dengan erat melepas rindu. Irene memeluk sembari mengelus kepala anaknya penuh kasih sayang. Tak terasa air mata Irene tumpah.



“Aku pikir mama sudah tiada. An sangat merindukan mama. Jangan tinggalkan aku lagi.” kata Long An sembari menangis.



“Mama berjanji. Tidak akan lagi meninggalkan Naga Kecil mama sendirian. Mama juga merindukanmu putra kecilku.” sahut Irene semakin memeluk Long An dengan dalam. Melepaskan segala kerinduannya.



Si kembar yang menyaksikan pertemuan Long An dan ibunya ikut terharu sekaligus bahagia. Mereka ikut menangis. Irene yang melihat Si kembar menangis, menatap sembari melempar senyum.



“Meichan… Chanmei… kemarilah hem…. Mari berpelukan bersama.”pinta Irene.



Si kembar sesenggukan. Kemudian sedetik kemudian langsung menghambur kepelukan Irene dan juga Long An.



“Tante cantik… kami merindukanmu.” kata Si kembar bersamaan sembari terisak.



Mereka saling berpelukan penuh kebahagiaan. Hingga tak lama kemudian terdengar suara nyaring tanpa wujud.



“Astaga! Siapa yang kentut?! Disaat mengharukan seperti ini?!” pekik Meichan.



Wajah Chanmei kelihatan memerah dan malu-malu. Kemudian mereka tertawa bersama penuh keceriaan termasuk Dareen. Tuhan memang akan selalu adil. Kejahatan tidak akan pernah menang. Hanya perlu bersabar untuk mendapatkan kebahagiaan yang sejati.


...***...


Semoga para pembaca juga bersabar. Mengikuti cerita ini sampai akhir. Menjadi saksi perjalanan kisah Long An menyatukan keluarga Damariswara. Memberikan ibunya kebahagiaan. Simak terus kelanjutan ceritanya karena perjalanan mereka sebentar lagi akan usai. Tunggu episode-episode terakhirnya. Terimakasih…. 🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2