Anak Genius Untuk CEO Berhati Dingin

Anak Genius Untuk CEO Berhati Dingin
Bab 47


__ADS_3

... Triple Kancil Beraksi...


Di sebuah rumah mungil yang sederhana. Rumah yang penuh kasih sayang antara Irene dan putra kesayangannya yang tak lain adalah Long An. Long An terlihat sibuk memasukkan beberapa peralatan. Irene mengernyitkan kening, melihat putranya yang begitu sibuk menyiapkan sesuatu.


“An, mama sudah menyiapkan bekal untukmu. Apa yang sedang kamu lakukan Nak?” tanya Irene.



“Hihi… bukan apa-apa Ma.” jawab Long An sembari tersenyum lebar.



*Tin! Tin*!



Suara klakson mobil terdengar keras dari luar.



“Itu pasti Nyonya Meri dan Si Kembar. Mama, An berangkat dulu. Aku menyayangimu.” kata Long An dengan langkah riang. Lalu mencium tangan dan pipi ibunya dengan penuh kasih sayang.



“Mama juga menyayangimu Naga kecilku. Berhati-hatilah jika berada di sekolah. Beritahu mama jika ada sesuatu yang tidak baik.” kata Irene terlihat sedikit cemas.



“Tenang saja Ma. An, akan baik-baik saja. Aku kuat,” ucap Long An sambil memperlihatkan otot lengannya. Diiringi senyum lebar, membuat lekuk pipi bulat paonya terlihat menggemaskan. An tidak ingin mamanya cemas.


Tidak lama kemudian, anak itu sudah masuk ke dalam mobil VW warna pink milik Nyonya Meri. Irene melambaikan tangan. Perasaannya masih diliputi kecemasan.


Aku tidak akan tinggal diam. Jika ada yang menyakiti putraku. kata Irene dalam hati.


Di lain tempat.


“Hya!! Hya!!”


Bak! Buk! Bak!


Di sebuah gudang yang tak terpakai. Terdengar keras suara seseorang sedang menghajar beberapa pria. Beberapa pria yang berjumlah 10 orang tersebut tergeletak tak berdaya dengan luka lebam disekujur tubuhnya. Sedangkan pria yang menghajarnya memiliki rambut duri. Ia menatap dengan tajam para pria yang bergeletakan tersebut. Sambil melonggarkan dasi dan menyingkap lengan bajunya. Memperlihatkan tato Naga di lengan kirinya. Ia mencengkeram kerah salah satu pria yang dihajar tadi.


“Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti darah dagingku. Mengerti?!” teriak pria dengan rambut duri. Sorot matanya memperlihatkan kemarahan.


Pria rambut duri itu tak lain adalah Ravindra Damariswara. Ia menatap penuh amarah pada sekawanan pria tersebut. Lantas dengan perasaan kesal menginjak semua pria itu. Gerombolan pria itu tak lain adalah pria yang menyerang Long An tempo hari. Jika dahulu, Rava memiliki hati yang dingin dan tak perduli pada apapun atau siapapun. Sekarang berbeda, hatinya yang dingin seperti apapun. Tak akan pernah rela melihat darah dagingnya disakiti oleh orang lain. Darah daging yang telah membuat hidupnya yang dingin kembali menghangat.


Di AA School, Triple Kancil terlihat berjalan sambil tersenyum penuh percaya diri. Di kepala mereka bermunculan banyak ide untuk bermain dengan orang yang telah mengganggu Long An. An mengetahui bahwa tempo hari adalah ulah seseorang yang tidak menyukainya. Kemungkinan besar, orang itu adalah Wakil Direktur Rosalind Birgita dan Alex keponakannya. Triple Kancil berjalan layaknya Charlie’s Angel yang hendak beraksi. Melewati beberapa teman yang lain. Rambut mereka bergoyang ke sana-kemari tertiup angin.


“Apa kalian siap?” tanya Long An.


“Yeaah, gasken!” teriak Si kembar.

__ADS_1


“Call… call… call me Triple Kancil!” Mereka tosh dengan riang dan segera mempersiapkan permainan. Membalas tanpa harus melukai. Bermain dengan menyenangkan.


“An, kamu yakin Si Penyihir Wanita itu terlibat atas pengeroyokanmu kemarin?” tanya Meichan.


“Pengeroyokanmu kemarin apa benar ulah Penyihir Wanita itu?” timpal Chanmei.


“Aku rasa begitu. Aku tidak tahu kenapa Wakil Direktur tidak menyukaiku.” Jawab Long An polos.


“Kemarin, sekilas aku juga melihat sebuah mobil memantau dari jauh saat aku dikeroyok. Tetapi, saat Pak Reno datang. Mobil itu buru-buru pergi. Bukankah itu sangat mencurigakan.” lanjut Long An. Si kembar ikut-ikutan berfikir. Padahal pikiran mereka kan kosong.


“Apa kali ini kita akan membuat sihir lagi? Seperti yang di kolam bunga lotus itu?” tanya Chanmei.


“Sihir apalagi? Apakah kamu akan memakai kaca yang tebal agar bisa berjalan di atas air? Seperti saat di kolam bunga lotus itu?” timpal Meichan.


Long An menggelengkan kepalanya.


“Kali ini, kita akan membuat hal yang berbeda.” Kemudian senyum cerdik ala kancil tersungging disudut bibir Long An.


Setelah siap dengan segala jebakan yang mereka buat, target pertama Triple Kancil adalah Alex. Ia terlihat berjalan dengan sombong sembari membully teman lainnya. Berlagak seolah sebagai anak terhebat di sekolah itu. Gayanya macam preman cilik. Triple Kancil yang sudah melihat target pertama segera bersiap di tempatnya. Long An sedang memegangi tali yang mengikat Amao. Semalam, Long An meminta tolong Pak Albert untuk membawa Amao ke sekolah. Ada hal yang harus Long An lakukan.


“Amao, kamu sudah siap?” tanya Long An sambil mengelus leher anjing yang berteman akrab dengannya tersebut.


“Guk!Guk!” Amao terlihat bersemangat.


“Baiklah, dengarkan aku. Kejar anak lelaki yang di sana itu. Tetapi jangan lukai dia. Giring ke tempat yang aku tunjukkan tadi ya.” kata Long An sambil tersenyum.


“Guk! Guk!” Amao menyalak keras seolah memahami maksud perkataan Long An.


“Baiklah, mulai kejar anak itu Amao!” perintah Long An.


Alex yang sedang berjalan santai sambil menyombongkan dirinya. Tiba-tiba dikejutkan dengan suara gonggongan Amao yang menuju ke arahnya.


“Hei!! Hei!! apa-apaan ini?!” teriak Alex ketakutan. Ia langsung lari tunggang-langgang di kejar Amao.


“Guk! Guk!” Amao terus menyalak sambil mengejar kemanapun Alex pergi.


Long An tertawa melihat itu. Lantas bergegas menyusul Amao. Alex lari terkencing-kencing karena ketakutan digigit Amao. Seluruh sekolah sudah tahu bahwa Amao anjing kesayangan Tuan Marvin sangat galak dan tidak pernah bersahabat dengan siapapun.


“Tolong!!!” teriak Alex ketakutan.


Alex berlari menuju ke luar gedung sekolah. Ia berlari hendak melewati celah dua pepohonan. Namun, karena Amao terus menyalak membuat Alex tidak melihat pakaiannya tersangkut kail.


Si kembar yang bersiap di tempatnya memegangi tali yang terkait dengan kail tersebut. Sambil tertawa cekikikan.


“Guk! Guk! Rawr!!” Amao berlari kencang ke arah Alex dan siap menggigit.


“Tolong!!!” teriak Alex sambil menutup matanya.


Tepat, disaat Amao hendak menggigit Alex. Si kembar dengan sekuat tenaga menarik tali tersebut. Membuat tubuh Alex dengan cepat terangkat dan melayang-layang. Si kembar dibantu Long An segera mengikat tali tersebut. Supaya Alex tetap tergantung di udara.


“Guk! Guk!” Amao masih menyalak keras sambil melihat ke arah Alex yang tergantung.

__ADS_1


“Tante Ros!!! Lontong! Eh Tolong!!” teriak Alex dengan keras.


Saking ketakutannya Si Alex, karena Amao terus menggonggong. Tiba-tiba keluar sumber air murni yang membasahi celana Alex. Alex terkencing-kencing dicelana. Alhasil kejadian tersebut, membuat para siswa lain berdatangan dan menyaksikan Alex yang tergantung sambil mengompol. Suara tertawa menggema menertawakan si angkuh Alex. Triple Kancil selesai dengan misi pertama. Selanjutnya mereka berlarian menuju lokasi berikutnya. Mencari target yang kedua.


Wakil Direktur Rosalind, yang mendengar keributan di luar merasa terganggu konsentrasinya saat bekerja. Wajahnya terlihat jelas menunjukkan kemarahan. Ia segera beranjak dari duduk dan berjalan keluar ruangan. Tepat disaat Rosalind berada di luar. Tiba-tiba Amao menggonggong keras pada Rosalind.


“Guk! Guk! Guk!”


Rosalind kaget, kenapa bisa ada Amao di dekat ruangan kerjanya. Rosalind tahu betul Amao adalah anjing yang galak. Amao terlihat ganas. Rosalind ketakutan dan segera berlari menjauh. Amao segera mengejarnya.


“Guk! Guk! Rawr!” Amao langsung berlari mengejar Rosalind.


Kini, Rosalind yang berlarian tunggang langgang di kejar Amao.


“Tolong!!! Tolong!!” teriak Rosalind keras.


Tepat saat Rosalind berlari di sepanjang lorong sekolah. Tanpa sengaja ia terpeleset sabun mandi batangan yang tergeletak di lantai. Tak ayal tubuhnya kehilangan keseimbangan. Ia berputar-putar tak tentu arah. Saat Rosalind masih berputar. Nyonya Meri lewat membawa sebaskom air. Alhasil keduanya bertubrukan dan…


Cruat!!!


Air sebaskom yang di bawa Nyonya Meri mengguyur seluruh tubuh Rosalind hingga basah kuyup. Membuat riasan tebal Rosalind luntur akibat terkena banyak guyuran air.


“Owh” Nyonya Meri menutup mulutnya karena terkejut.


Si kembar segera beraksi, mereka berlari sambil membawa sesuatu. Si kembar pura-pura terpeleset.


“Wowooo!!” teriak Si kembar bersamaan. Keseimbangan tubuh mereka tak terjaga.


Benda yang mereka bawa langsung terlempar mengenai Rosalind.


Swing!


Benda itu adalah potongan kertas kecil-kecil yang bisa menempel ditubuh. Apalagi jika tubuh dalam kondisi basah kuyup.


“Arghtttt!!!” teriak Rosalind keras.


Membuat seisi sekolah berhamburan ke tempat Rosalind. Rosalind yang biasanya terlihat anggun, sekarang kelihatan berantakan. Banyak potongan kertas yang menempel ditubuhnya. Riasan wajahnya luntur. Pakaiannya basah semua. Membuat dia sangat marah. Amao langsung menutup mata dengan kakinya. Long An yang menyaksikan hal tersebut langsung tertawa. Ia segera mengajak Amao bersembunyi.


“Sial!!!” teriak Rosalind berkali-kali.


Sedetik kemudian, dia mencium bau sesuatu yang menyengat hidungnya.


“Ba… bau apa ini?” tanya Rosalind sambil mengendus seluruh tubuhnya.


Nyonya Meri datang mendekat sambil nyengir kuda.


“Wakil Direktur, maafkan saya. Air yang tumpah ditubuh anda adalah air bekas… bekas.. mencuci kakiku hehe.”


Mendengar perkataan Nyonya Meri membuat Rosalind melotot.


“Nyonya Meri!!!!” teriak Rosalind penuh amarah.

__ADS_1


Seluruh sekolah sedang menatapnya. Ia sungguh dipermalukan. Rosalind segera bergegas pergi dari tempat itu sembari menahan amarah dan juga kekesalan. Setelah Rosalind berlalu, siswa yang berada di sana menyaksikan kejadian tersebut langsung tertawa terbahak-bahak. Termasuk Nyonya Meri yang tergelak melihat Si Penyihir Wanita yang berantakan. Triple Kancil tosh bersama sambil tertawa lebar.


Mulai saat ini, An akan mencari tahu. Kenapa Wakil Direktur tidak menyukaiku. Kata Long An dalam hati.


__ADS_2