Anak Genius Untuk CEO Berhati Dingin

Anak Genius Untuk CEO Berhati Dingin
Bab 84


__ADS_3

...Pilihan yang Sulit...


 


           Ravindra mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Berusaha menyusul ke mana Long An pergi.


           “Rene… An… tunggu aku. Aku akan menyelamatkan kalian apapun yang terjadi.” kata Ravindra.


Meski jauh di dalam hatinya. Ia merutuki atas kebodohan dirinya sendiri. Kenapa tidak mempercayai orang yang ia cintai. Tetapi saat ini, Ravindra harus tetap fokus menyelamatkan Irene. Setelah itu ia harus meminta maaf atas kesalahannya karena tidak mempercayai wanita yang ia cintai.



*Di sisi lain*.



Long An yang mengendarai motor skuter sedang menerobos jalanan. Mengikuti kemana mobil milik Liam membawa Irene pergi. Mobil itu berjalan dengan kecepatan tinggi. Menyalip beberapa mobil lainnya. Meski Long An masih berusia 10 tahun, tetapi ia sudah mahir mengendarai motor skuter. Motor itu melewati beberapa kendaraan. Berusaha mengejar mobil Liam. Setelah saling berkejaran. Mobil milik Liam berhenti di suatu bangunan bekas gudang tua yang tidak terpakai. Tidak berselang lama, Long An datang dan memarkir motor tepat di belakang mobil Liam.



Long An turun dan bergegas memeriksa ke dalam mobil Liam.



“Mama! Mama!” panggil Long An sembari menggedor pintu mobil.



Tetapi, setelah mengintip melalui kaca mobil. Tidak ada seorang pun di dalamnya. Long An tak lantas menyerah. Ia mengedarkan pandangan keselilingnya sembari memanggil nama ibunya berulang kali.



“Mama! Mama! Mama di mana?!”



Long An sama sekali tidak takut. Ia berlarian melihat di sekitar bangunan tersebut. Hingga terdengar suara decitan pintu terbuka. Long An yang mendengar salah satu pintu gudang terbuka segera bergegas menuju arah sumber suara. Benar saja, tidak jauh dari tempatnya berada. Sebuah pintu gudang sedikit terbuka. Tanpa berpikir panjang ia segera masuk ke dalam.



Saat Long An masuk ke dalam. Ia melihat seorang pria mengenakan tudung kepala sedang menatap ke arahnya. Di sampingnya seseorang yang ditutup kepalanya menggunakan kain penutup hanya diam membisu.



“Mama!” panggil Long An.



Long An hendak berjalan maju dan menyelamatkan ibunya. Tetapi, saat ia hendak maju. Segerombolan pria bertubuh kekar bermunculan. Mereka keluar dari persembunyian. Wajah mereka kelihatan sangar. Tatapan jahat terlihat dari sorot mata para pria tersebut. Long An bersikap waspada. Ia tahu tak akan mudah menyelamatkan ibunya. Tatapan mata Long An terlihat tajam.



“Lepaskan mamaku!” teriak Long An dengan lantang.



“Hahaha!!!” terdengar suara tawa dari seorang pria yang mengenakan tudung kepala. Sambil tertawa perlahan pria itu membuka tudung kepala yang menutupi wajahnya. Tepat di saat pria itu membuka tudung kepalanya. Mata Long An terbelalak.



Pria yang berada dihadapannya itu bukanlah Liam seperti yang ia duga. Pria itu terseyum menyeriangi.

__ADS_1



“Dasar bocah, mudah sekali ditipu.” ejek pria yang tadi mengenakan tudung kepala.



Long An sama sekali tidak mengenali siapa pria itu. An menduga, pria itu pasti orang suruhan Liam ataupun Rosalind.



“Cepat lepaskan mamaku!” teriak Long An dengan lantang.



“Hahaha!!! Anak kecil, dasar payah sekali. Aku pikir kamu seperti yang dikatakan orang-orang. Seorang anak genius. Tetapi kenyataannya, kamu hanyalah anak  biasa yang mudah ditipu. Lagipula, siapa yang mengatakan bahwa orang ini adalah mamamu?” tanya pria itu dengan seyum licik.



Long An yang mendengar perkataan pria tadi langsung terpengarah. Ia langsung menatap ke arah seseorang yang duduk di samping pria bertudung tadi. Tepat di saat pandangan mata Long An menatap ke arah orang yang duduk tadi. Pria yang mengenakan tudung tadi membuka penutup kepala orang yang duduk. Seketika Long An terkejut. Bahwa yang ia lihat bukanlah Irene. Melainkan seorang pria yang juga bertampang jahat. Ia tertawa terkekeh. Menyaksikan Long An yang dengan mudahnya tertipu.



“Hahaha!!! Rencana bos besar memang luar biasa. Anak kecil tetaplah seorang anak kecil. Anak kecil yang ingin menyelamatkan ibunya akan kehilangan akal dan dengan mudah dikelabui Hahahaha!!!” ejek pria yang tadi bertudung.



“Kasihan sekali kamu Nak, Hahahaha!!!” sahut pria satu lagi yang dikira Long An sebagai Irene. Disusul suara tawa membahana pria lain yang kini telah mengepung Long An.



Rupanya semua ini sudah direncanakan dengan matang oleh Rosalind. Ia dapat menebak, bahwa Long An akan dapat melacak keberadaan Irene berkat kegeniusannya. Tetapi. Rosalind sudah mengantisipasi dengan rencana cadangan. Ia mengutus anak buahnya untuk menyamar menjadi Liam dan berpura-pura membawa Irene. Long An yang sangat mengkhawatirkan ibunya. Pasti tidak akan pernah berpikir bahwa ini semua adalah jebakan.



           Long An tidak perduli orang lain mau mengejeknya seperti apa. Tetapi, yang lebih utama sekarang adalah menemukan ibunya.


           “Ckckck kasihan sekali kamu Nak. Mungkin kamu harus mengucapkan selamat tinggal pada ibu kesayanganmu itu. Kamu tidak akan berjumpa lagi dengannya Hahaha!” jawab pria yang bertudung tadi.


           “Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi!” kata Long An sembari mengepalkan tangannya.


           Pria bertudung segera memberikan kode pada anak buahnya untuk menyerang Long An. An bersikap waspada. Ia bersiap-siap dengan kuda-kuda berat belakang. Para gerombolan pria segera mengepung Long An sembari membawa tongkat pemukul. An sama sekali tak gentar meski harus dikeroyok hampir sekitar dua puluh orang pria sekaligus.


           “Hyaa!!!” teriak dua orang pria dan maju sembari mengarahkan tongkat pemukul pada Long An.


           Tetapi dengan sigap Long An segera melompat tinggi. Ia langsung membuka kedua kakinya lebar-lebar dan menendang dua pria tadi.


           Bak!


           Tendangan kakinya tepat mengenai kepala dua orang pria itu sekaligus. Dua pria tadi terhuyung. Teman-teman yang lain tak tinggal diam. Long An bersiaga dengan serangan pria lain. Ia menghindari setiap pukulan atau tendangan lawan. Lantas dengan kelincahan tubuhnya ia memukul kepala lawan yang lengah dengan teknik Oi Zuki Jodan. Satu dua orang tumbang terkena pukulan Long An yang bertenaga.


           Long An salto ke belakang sembari menendang satu hingga tiga orang sekaligus. Melakukan tendangan memutar hingga mengenai kepala lawan. Mereka satu persatu berjatuhan dengan luka disekujur tubuhnya. Pria yang tadinya duduk dan yang mengenakan tudung kepala merasa kesal karena teman-temannya hampir semua dikalahkan oleh Long An yang hanyalah seorang anak kecil.


           Keduanya lantas maju hendak menyerang Long An. Namun, tiba-tiba terdengar suara deru mobil yang sangat keras. Tak lama kemudian terdengar suara keras tabrakan yang memekakkan telinga.


           Bruak!!!


           Suara pintu gudang yang tadinya tertutup. Kini terpental karena ditabrak oleh mobil seseorang. Mobil itu tak lain adalah mobil milik Ravindra. Ravindra lantas turun dari mobil. Tatapan matanya dingin dan dipenuhi amarah. Tepat di belakangnya, beberapa anak buahnya berdatangan. Mereka siap membantu Ravindra.


           “Papa!” panggil Long An dengan suara ceria. Setelah mengetahui kedatangan ayahnya.


           Namun, disaat Long An lengah karena memanggil ayahnya. Salah satu pria yang mengenakan tudung kepala tadi. Langsung mencengkeram kerah baju belakang Long An dan mengangkatnya tingggi-tinggi. Ravindra terkesiap melihat Long An sedang dicengkeram oleh pria jahat itu.

__ADS_1


           “Lepaskan putraku!” teriak Ravindra dengan lantang.


           “Hahaha!!! Tidak ada untungnya bagiku melepaskan bocah ini. Jadi untuk apa, aku harus melepaskannya, hah?!” tanya pria yang mencengkeram Long An dengan kuat. Diiringi tawa dengan nada penuh kesombongan.


           Long An yang diangkat tinggi-tinggi oleh pria tadi. Berusaha melepaskan diri. Tetapi cengkeraman pria itu sangat kuat.


           “Cepat lepaskan anakku! Jika sampai dia terluka seujung rambutnya. Aku tidak akan segan mematahkan tangan dan kakimu. Lantas ******* seluruh tubuhmu!” ancam Ravindra dengan nada penuh kemarahan.


           Seusai Ravindra berkata seperti itu. Suara dering telp miliknya berbunyi.


           “Hei Tuan, angkat saja telpmu terlebih dahulu. Itu pasti dari bos kami.” kata salah satu pria yang tadinya menyamar menjadi Irene.


           Ravindra segera mengambil ponselnya. Di ponselnya tertera nama Liam. Ravindra segera mengangkat telpnya dan berkata dengan amarah yang tinggi.


           “Dasar sialan!!! Apa yang kamu inginkan hah?!” tanya Ravindra penuh emosi.


         “Hahahaha!!! Tenanglah saudaraku. Kali ini aku akan mendapatkan segala kekayaan keluarga Damariswara. Kamu akan kesulitan memilih dan sudah barang tentu akan kehilangan salah satu yang berharga. Entah itu harta atau cinta. Tergantung dari pilihanmu… Hahahaha!!!”


           “Apa maksudmu?”


           “Saudaraku Ravindra. Aku sungguh membencimu. Ayah begitu menyayangimu hanya karena kamu anak yang lahir dari wanita yang ia cintai. Aku juga membencimu karena kamu dicintai oleh wanita secantik Irene. Tetapi hari ini kamu akan kehilangan salah satunya. Harta atau bisa diartikan ayah dan juga wanitamu.” jawab Liam dengan tawa membahana.


           “Dasar bedebah sialan!!! Katakan di mana Irene?!” hardik Ravindra.


           Liam terkekeh, “aku akan memberikanmu satu kesempatan berbicara dengan wanita kesayanganmu yang mungkin saja kamu tidak akan melihatnya lagi.


           Seusai Liam berbicara, terdengar suara wanita diseberang telp yang tak lain adalah Irene.


           “Rav… Ravindra… apa kamu mendengarku?” tanya Irene dengan suara lirih.


           “Rene?? Irene?? Di mana kamu?” tanya Ravindra dengan penuh kecemasan pada wanita yang ia cintai.


           Long An yang mendengar ayahnya sedang berbicara dengan ibunya. Diam-diam mengerahkan tenaga di kedua kakinya. Ia menunggu kesempatan yang tepat untuk menyerang pria yang mencengkeram kerah baju belakangnya tersebut.


“Rav… Ravindra… ma… maafkan aku. Tolong jagalah anak kita. Jangan perdulikan aku. Selamatkan ayahmu!” teriak Irene ditengah isak tangisnya.



Plak!!



Terdengar suara tamparan keras diseberang telp. Sepertinya Liam menampar Irene supaya jangan banyak bicara.



“Rene!! Irene!!!” teriak Ravindra dengan keras. Namun, sayangnya telp telah dimatikan.



Disaat itu, Long An segera bergerak. Ia melihat pria tadi lengah dan dengan segenap kekuatan meringankan tubuhnya. Ia mengayunkan kedua kakinya ke belakang hingga menjepit kepala si pria. Si pria terkejut dan meronta hendak memukul Long An. Tetapi dengan sigap Long An segera menghantam wajah pria tadi dengan kedua tangannya.



Duak!!!



Pria tadi terhuyung terkena pukulan Long An. Ravindra dan anak buahnya segera bergegas menghajar para pria di sana hingga semuanya dapat dikalahkan. Lantas apa yang akan dilakukan Ravindra dan Long An selanjutnya?


 

__ADS_1


__ADS_2