
" apa kamu anaknya kak Delvin ?? tanya Kevin dengan mata yang sudah berkaca kaca dan diangguki oleh yuli
" apa kamu yang datang dulu bersama kakak?? tanya lagi Kevin dan diangguki oleh Yuli dengan air mata yang terus mengalir
" wah kamu sudah besar sekarang,kamu sangat mirip dengan ibumu , dulu saat kakak sudah nikah aku diam diam pergi ke kota menemui kak Delvin , ibumu sangat baik kak Delfin sangat beruntung mempunyai seorang istri seperti ibumu "ucap Alvin mengingat masa lalunya tanpa dia sadari air matanya sudah lolos di kelopak mata nya
Yuli yang mendengar ucapan adik ayah nya menunduk dengan air mata yang semakin membanjiri kedua pipi nya
" hei Alvin , apa benar kamu perna ke kota menemui anak durhaka itu ?? tanya ibunya yang membuat Yuli menatapnya tajam
" ibu stop , sampai kapan ibu mau membenci kakak , kak Delvin tidak salah sama sekali , dan saat kakak menikah ibu kan sedang di luar negeri " ucap Alvin dengan suara agak tinggi
" ya sama saja dia te.........." ucapan perempuan tua tersebut terpotong oleh Yuli yang lebih dulu berteriak kepada Nya
" kenapa kamu sebagai seorang ibu , tidak mau membiarkan anak nya sendiri tenang di sana hah , KENAPA" teriak Yuli
" apa maksudmu " disana" ?? tanya Alvin dengan suara serius
__ADS_1
" a Ayah su_ su _dah hiks...hiks. " Yuli tidak mampu melanjutkan kata kata yang begitu sulit baginya ,, dengan suara tangisan yang semakin menjadi jadi
" maksudmu apa , coba jelaskan pelan pelan saja , oke " ucap Alvin dengan tatapan serius
" aku sudah bilang di penipu Alvin " teriak perempuan tua tersebut yang membuat Alvin menatap nya tajam
" IBU DIAMMMM " Teriak Alvin kepada ibu nya
" apa kamu membentak ibu , kamu tau ini baru pertama kalinya kamu membentakku , apa karena aku sudah tidak berdaya sehingga kamu sudah berani denganku hah" ucap ibu nya dengan suara sinis
" apa kamu membela dia hah " teriak ibu nya
" aku membelanya Bu ,kenapa ?? dia keponakanku , cucumu ibu " ucap Alvin
" aku tidak mempunyai seorang cucu " ucap perempuan tersebut membuang arah pandangannya
" terimakasih atas hinaan yang anda berikan nyonya dan saya juga tidak membutuhkan pengakuan dari anda nyonya , kami permisi ,maaf karena kami sudah lancang menginjak tanah mu yang bersih ini " ucap Yuli dengan suara sinis
__ADS_1
" Yuli tunggu , kamu masih belum menjawab pertanyaan dari paman " ucap Alvin dengan nada serius
" paman tidak usah memikirkan ayah lagi ,dia sudah tidak ada " ucap Yuli menahan tangisannya
" iya saya tau jika kak Delvin tidak ada disini, saya hanya mu tau gimana kabarnya sekarang dan ibumu apa cuma kamu anak satu satunya?? tanya Alvin
" saya anak satu satunya mereka dan maksudku ayah sama ibu sudah tidak ada karena mereka sudah meninggal 5 tahun lalu " ucap Yuli dengan suara ditekan membuat Alvin dan ibunya kaget bukan main
" a ap apa ka mu tidak bercanda ?? ucap Alvin tidak percaya dengan ucapan Yuli
kini ibu Alvin langsung memutar roda kursinya menuju ke arah Yuli
" kamu jangan perna memainkan kematian apa lagi dengan anak saya " ucap ibu Alvin dengan suara tegas dan tatapan yang menyeramkan
" apa nyonya masih mengakui ayah saya , dan apa anda lihat wajah saya ada tanda kebohongan hah , tidak kan?? dan perlu nyonya tau ,bukan ayah saja yang sudah meninggal ibu ku juga sudah meninggal , aku hidup sebatang kara semenjak kepergian mereka , aku sangat sengsara ,harus banting tulang untuk memenuhi kebutuhan hidupku , aku tidak mempunyai keluarga yang seperti orang lain miliki " ucap Yuli membuat Alvin duduk dengan air mata yang menetes deras begitu pula dengan ibu nya yang tidak bisa menahan air matanya
" Delvin belum meninggal, kamu penipu " teriak ibu Alvin dengan di bajiri air mata
__ADS_1