
" sudah nanti saja lanjut debatnya , tamu sudah datang " ucap Zei tegas
" mas kayaknya dara lagi hamil tapi Bimo yang ngidam " bisik dara
" hah memangnya bisa gitu ?? bisik balik Kevin
" kamu dokter tapi gak tau sih mas " bisik lagi dara kesal
" kan aku beda , bukan kandungan " bisik Kevin balik
semua sudah duduk bagitupun dengan keluarga Rei , Aidil tidak memperdulikan mereka dia hanya fokus menjaga istrinya dari tatapan Rei
" bagaimana kabar anda pak Zei ?? tanya bapak Rei
" kabar saya , baik " jawab Zei tersenyum Ramah
" syukurlah "
" langsung saja kami pada intinya , kami datang ke rumah pak Zei untuk berniat melamar anak anda , kami berharap anda bisa menerima niat kami datang kesini
" saya sangat senang akan hal itu tapi alangkah baiknya jika semua keluarga kami bisa menerima terutama untuk putri kami Nurul " ucap Zei dengan ramah
" bagaimana menurut mu nak ?? tanya Zei ke Nurul dan hanya diangguki oleh Nurul
" maksud Mu apa ?? teriak Aidil memukul meja didepan nya membuat semua orang sangat kaget
" Dil apa yang kamu lakukan gila ?? tanya Bimo
" kamu datang berniat melamar adik ku ,tapi kenapa istri ku yang kamu tatap terus ?? ucap Aidil penuh gejolak
" maaf atas kelancangan saya , tapi saya tidak menatap istri anda , saya hanya melihat ke belakang nya karena lukisan yang sangat indah " ucap Rei
" kamu gak usah bohong , belum cukup anak ku tiada sebelum lahir gara gara kau hah ?? tanya Aidil dengan rahangnya yang sudah mengeras
" mas cukup " teriak Yuli
" Dil hentikan kebodohan mu " ucap Yani tegas
Aidil duduk dengan sangat kesal , dari tadi sebelum keluarga nya Rei datang Aidil masih berusaha menahan emosi karena melihat Rei yang terus melirik istrinya secara diam diam
" maaf atas ketidak sopanan kami" ucap Zei sopan
" tidak apa pak , kami sekeluarga yang harus nya minta maaf karena kelancangan kami " ucap keluarga Rei
Aidil berdiri dari tempat duduknya membuat kembali semua orang menatap nya
menghormati mereka " ucap Kevin
__ADS_1
" kamu mau kemana mas ?? tanya Yuli
" aku mau tidur , lanjut kan saja , aku juga tidak penting disini dan aku hanya akan menambah masalah jika disini melihat calon Nurul itu melirik mu terus " ucap Aidil
" Dil duduk lah sebentar , tunggu sampai selesai , kamu juga harus
" aku akan setuju jika Nurul sudah setuju karena dia yang akan menikah dan dia juga yang akan menasehati dia untuk tidak menyukai istri orang , lanjut kan lah perbincangan kalian" ucap Aidil dan berjalan begitu saja
" sekali lagi kami meminta maaf atas kelakuan putra kami " ucap Zei merasa tidak enak dengan tamunya
" lupakan saja itu memang biasa terjadi" ucap keluarga Rei tersebut
" jadi kapan putri anda siap menikah dengan Rei ?? lanjut nya
" saya terserah papi sama mami " ucap Nurul pelan
" apakah nak Rei bisa menikah dengan Nurul secepatnya ?? tanya Zei yang berpikir jika lebih baik dicepatkan agar Aidil bisa mengurangi kecemburuan nya
" saya terserah om saja , saya sangat siap kapanpun Itu " ucap Rei
" bagiamana kalau 2 Minggu dari sekarang apa nak Rei bisa dan kalau terlalu mendadak kita bisa undur satu bulan dari sekarang " ucap Zei
" bukankah 2 Minggu itu terlalu cepat Pi ?? tanya Yani istrinya
" saya bisa om, saya bisa menikahi Nurul 2 Minggu lagi " jawab Rei dengan penuh keyakinan
" bagaimana pak ?? tanya Zei
singkat cerita sesudah para tamu sudah pulang kini keluarga Zei kembali berkumpul kecuali Aidil
" ciee ada yang mau nikah " ejek Siska membuat Nurul merona malu
" apaan sih " ucap Nurul
" Siska jangan seperti itu ah " ucap kevin menegur istrinya
" mampus " ucap Nurul
" sudah lah kalian berdua ini , si Aidil tu kok gitu sih " ucap mami Yani
" biarkan saja mi, nanti Yuli akan nasehatin " ucap Yuli
" si bos memang harus di beri pelajaran tu mi " ucap Bimo
" om Bimo yang harus dihajar terus Alfa ambil aunty Dara " ucap Alfa membuat mereka semua melongok gak percaya
" hei bocil enak saja kau mau ambil istri ku , aku sudah capek capek nyari ,kamu enak saja tinggal mau rebut " ucap Bimo seperti Sangat cemburu
__ADS_1
" bukankah kau menikah karena ketidak sengajaan Bim " ucap mami Yani cengingisan
" itu namanya jodoh " ucap Bimo kesal
tanpa mereka sadari Bimo sedari tadi mengunyah kue yang dibawa oleh keluarga Rei hingga saat sudah hampir habis mereka baru menyadari
" astaga , kuenya habis " ucap Yani yang berniat ingin memakan tapi sisa selai nya yang nempel dibungkus nya
" apa kamu memakannya Alfi ?? tanya Bimo dengan raut wajah serius
" adek tidak makan , om Bimo yang dari tadi makan kok " ucap Alfi
" jangan bohong kamu , om dari tadi liat kamu makan " ucap Bimo
" itu ada selainya di bibir om Bimo " ucap Alfi membuat Bimo kalang kabut menghapus nya
" hahahaha om Bimo tidak pantas sama aunty Dara yang pantas harusnya kakak " ucap Alfa
" hei anak kecil , dari tadi om bilang itu tidak mungkin aku tidak akan menyelenggarakan istri mu kepada mu " ucap Bimo
" mas kamu kenapa sih ,kok kamu kaya anak kecil debat sama Alfa " ucap Dara
" om Bimo memang masih kecil aunty , kalau kakak sudah besar makanya dipanggil kakak " ucap Alfa
" hei anak cicak , aku sudah disunat , kamu belum itu sudah membedakan kita " ucap Bimo tanpa rasa malu
" aku bukan anak cicak , om yang kadal , habisin kue tapi gak mau ngaku malah tuduh adek " ucap Alfa
" kadal , kadal , Deddy kau tu kadal makanya kau lahir sebagai anak cicak " ucap Bimo , dia Tan sadar jika Yuli sudah menatap nya tajam
" terus bunda apa , kok bisa cicak kan Deddy kadal ?? tanya Alfi
" bunda kau buaya , makanya kalau kadal sama buaya nikah hasilnya ya cicak hahahaha " Ucap Bimo membayangkan apa yang diucapkan nya
" hahahaha mungkin saja cicak ada karena buaya kawin sama kadal terus anaknya kena azab " ucap Bimo terus membayangkan nya hingga perutnya sakit tertawa
" om Bimo ngeselin " ucap Alfa kesal
" apa yang barusan kamu bilang Bim ?? tanya Yuli dengan lembut tapi matanya sudah tidak lembut
Bimo menghentikan tawanya dan melihat Yuli yang sudah terlihat emosi
" bukan kamu Yuli , tapi Kevin sama Siska " ucap Bimo yang membuat Kevin dan Siska menatap nya dengan tatapan membunuh
" ehh Maksud nya mami sama papi " ucap Bimo kalang kabut
" Bim sini " ucap mami Yani tegas
__ADS_1
" sini " ucap lagi mami Yani membuat Bimo perlahan mendekat
" ahhhhg mami sakit " teriak Bimo membuat Alfa dan Alfi tertawa terbahak-bahak