
Yuli hanya diam mematung melihat keakraban anaknya dan orang yang berada dirumahnya
" Yuli apa kamu akan berangkat kerja ?? tanya Yani tiba-tiba
" iy-iya " jawab singkat Yuli gugup
" Yuli mau ke Bali mi , jadi aku yang jaga ponakanku disini " ucap Siska yang membuat Yani kaget
" hah Bali ,kamu ngapain kesana ?? tanya Yani
" kata bos ada hotel yang bermasalah disana " ucap Yuli menundukkan kepalanya
" memangnya bos mu siapa , jangan-jangan dia cuma modus saja " ucap Yani dengan nada serius
" aduh mami mulutmu , jangan sampai Yuli terhasut " gumam Aidil khawatir
" itu " tunjuk Yuli ke arah Aidil yang pura pura bermain dengan alfa
dengan cepat Yani melangkahkan kakinya ke arah Aidil dan
" aduh ,mi sakit ,aduh ampun mi " teriak Aidil kesakitan sedangkan Alfa yang melihat Deddy nya kesakitan langsung memukul mukul tangan Yani
__ADS_1
" Oma ahat angan Alik teyinga Eddy ,anti utuc ( Oma jahat jangan tarik telinga Deddy,nanti putus ) ucap Alfa dengan suara mengancam membuat Yani melepaskannya
" ohh Oma cuma pegang kok telinganya ,Oma cek ada *** nya apa nggak " ucap Yani dan dengan segera Alfa menarik telinga Aidil membuat Aidil meringis kesakitan
" ahhhggg " teriak Aidil membuat Alfa langsung melepaskan nya
" Oma *** elinga Eddy anyak ( Oma *** telinga Deddy banyak) ucap Alfa ngasal
" ohh anak pintar " ucap Yani tersenyum kecut
" mi kami mau berangkat hari ini ada hotel yang bermasalah disana" ucap Aidil tegas
" karena ada yang gak beres disana jadi kami harus menindak lanjuti " ucap aidil
" kamu memang lagi ada Maslah apa lagi modus ?? bisik Yani dengan senyuman mengejek
" a-ada be-betulqn kok ,aku gak bohong " ucap gugup Aidil yang membuat Yani menahan tawanya
"semoga sukses " bisik Yani yang membuat wajah Aidil memerah
yaudah kami mau berangkat ,dan kalian jaga anak anak awas ada sampai yang lecet aku tidak akan memaafkan kalian" ucap Aidil tegas
__ADS_1
" siapa juga yang Sudi meminta maaf padamu ,aku saja gak Sudi " ucap Yani
" Yuli kalau kamu tidak keberatan apakah kami boleh menjaga kedua putramu dan tinggal sementara di rumah kami sampai kamu pulang " ucap Yani
" maaf mi takutnya mereka berbuat hal hal diluar nalar jadi mendingan gak usah , takutnya jika mereka merusak benda didalam rumah mami yang mahal pasti saya tidak bisa menggantinya ,jadi lebih baik mereka tinggal disini saja bersama Siska kalau Siska gak keberatan" ucap Yuli menolak
" kenapa kamu berpikiran seperti itu ,kamu sudah tau kan kalau ibu mu itu adik mami jadi semua harta yang mami punya itu juga harta kalian nak " ucap Yani tulus
" tapi............ " ucapan Yuni dipotong oleh zei
" " nak kami sudah mengaggap kamu sebagai anak kandung kami sendiri jadi tolong untuk kali ini saja kamu biarkan mereka dulu tinggal dirumah lagian takutnya Siska tidak bisa menjaga mereka dengan baik dan kalau mereka di rumah pasti aman banyak penjaga yang berjaga , dan soal harta kamu tidak perlu memikirkannya walaupun kamu mau mengambil seluruh harta kami itu mungkin belum cukup untuk menebus kesalahan Aidil padamu " ucap Zei
setelah mendengar ucapan zei air mata Yuli yang ditahannya sedari tadi tiba-tiba menetes , dia tidak menyangka ternyata masih ada orang yang peduli dengannya dan kedua putranya
" apa kamu tidak keberatan jika mereka tinggal di rumah kami ?? tanya Yani lembut dan diangguki oleh Yuli seketika Alfa dan Alfi langsung kegirangan
" yec akhilnya Ita Ica ain di lumah onti Ulul anpa dimalahi unda ( yes akhirnya kita bisa main di rumah aunty Nurul tanpa dimarahi bunda ) ucap Alfi senang
" akhilnya yang belkuaca ainan cekalang adalah akak anpa di culu cama unda untuk Kongci ( akhirnya yang berkuasa mainan sekarang adalah kakak tanpa disuruh sama bunda untuk kongsi ) ucap Alfa membuat Alfi ingin menonjok ya tapi dengan segera Nurul langsung menggendong Alfi yang sudah mau nangis
" jika mereka nakal suruh mereka nyapu sampai bersih " ucap Yuli membuat kedua anak tersebut diam menundukkan kepalanya
__ADS_1