
" kak ayo kita pulang pasti papi sama mami sangat senang melihatmu " ucap Aidil lelada siska
" maaf kakak gak bisa , " ucap siska lirih
" memangnya kenapa kak , apa kakak sudah tidak menganggap kami ?? tanya Aidil
"kakak tidak perna ngomong seperti itu , Kakak hanya merasa tidak pantas lagi di keluarga kalian , jadi kakak harap kamu tidak usah memberitahukan kepada papi dan mami
ceklek
pintu dibuka oleh seseorang yang dari tadi mendengar pembicaraan Aidil dan Siska
" gak bisa gitu kak , kakak tetaplah kakakku hiks...hiks.." ucap Nurul yang mendengar pembicaraan Aidil dan Nurul
" Nurul" ucap mereka bertiga kompak
__ADS_1
" kakak jangan seperti itu kak ,aku rindu denganmu hiks..hiks" ucap Nurul menangis berlari memeluk Siska
Yuli yang melihatnya sangat syok ,dia segera mengambil anak anaknya dan membawanya ke kamar
mereka bertiga yang melihat Yuli ketakutan hanya bisa saling memandang satu sama lain
" ja-jadi se-selama ini ka-mu bohong sama aku Rul , ka-mu tega Rul , " ucap Yuli denagn air mata yang sudah mengalir
" Yul jangan salah paham dulu , aku bisa jelasin semuanya" ucap Nurul menghapus air matanya
" jadi selama ini kamu bawa anak anakku ketemu dia selama ini ?? tanya Yuli menunjuk Aidil sambil memundurkan langkahnya
" Jawabbb " teriak Yuli dengan air mata yang trus mengalir
Nurul hanya bisa menganggukan kepalanya membuat Yuli duduk di lantai
__ADS_1
" aku benci , aku benci kalian ahhhhggg " teriak Yuli menutup kedua telinganya
" Yuli , jangan seperti ini ,aku minta maaf " ucap Nurul
" apa kamu bilang maaf , kata kata itu selalu terucap dari mulut seseorang yang berbuat salah , tapi apa kalian tau dengan mengucapkan kata tersebut aku bisa memaafkan ,tidak , aku tidak Sudi ,aku benci ,aku benci " teriak Yuli yang membuat Bimo langsung masuk karena mendengar teriakan
" ternyata kamu selama ini membawa kedua putraku untuk bertemu dengannya , dan jangan bilang setiap kamu bawa mereka , putraku selalu bertemu dan bermain dengannya " ucap Yuli lirih
" maafkan aku Yul , iya itu memang benar tapi aku sangat merasa kasihan dengan mereka yang selalu mengatakan kalau Deddy nya sudah disurga , maka dari itu aku ingin sekali jika kamu dan kakak ku bisa menikah " ucap Nurul
" aku sungguh bodoh , aku bodoh sekali kenapa aku tidak perna menyadarinya kalau kamu adalah adiknya , aku memang sungguh bodoh" ucap Yuli prustasi
" pergi dari sini dan jangan temui kedua putraku lagi " teriak Yuli
" Yuli apa kamu tidak memikirkan perasaan mereka , mereka berdua juga butuh seorang ayah untuk mendidiknya dan juga mereka butuh kasih sayang dari ayahnya bukan hanya kasih sayang dari bundanya itu belum cukup Yuli , tolong kamu ngertiin mereka " ucap ucap Nurul mencoba menenangkan mereka
__ADS_1
" tidak , kasih sayang ku sudah cukup ,jadi kalian tidak perlu mengasihani kami " ucap Yuli
" apakah kamu yakin cuma kasih sayangmu doang , kalau aku tidak Yuli , apakah kamu tidak memperhatikan saat mereka bersama Deddy nya mereka lebih bahagia apalagi jika kasih sayang seorang ibu dan ayah terkumpul di hati mereka ,itu yang membuat mereka sangatlah bahagi memiliki orang tua lengkap , pikir baik baik Yul jangan masa lalu kamu jadikan alasan untuk membenci kami , kalau kamu membenciku dan kak Siska oke tapi tolong jangan benci kak Aidil dia sangat cinta denganmu apakah kamu tidak merasakan kehangatan saat bersamanya" ucap Nurul panjang lebar