
hari kini telah berganti ini hari ke tiga Yuli berada di rumah sakit , Yuli masih belum sadarkan diri tapi setelah Aidil bertanya kepada kakaknya Siska selalu menjawab nya dengan " tunggu saja Yuli akan segera sadar " yang membuat Aidil Sangat khawatir ditambah lagi dengan Alfa dan Alfi yang selalu mencari bundanya
siang hari Kevin sedang memakan sarapannya dia sudah sangat jarang makan karena kondisi istrinya
saat ditengah dia mengunya makanan tiba tiba suara yang dirindukan nya terdengar tapi sangat lirih membuat Aidil segera menoleh ke arah nya
" sayang , apa kamu sudah sadar ?? tanya Aidil melangkah ke arah Yuli
" mas kepalaku sangat pusing " ucap lirih Yuli
" dokter , dokter " teriak Aidil berlari ke arah pintu dan tak lama seorang dokter datang
" periksa istri ku katanya kepalanya pusing " ucap Aidil dengan raut wajah serius membuat dokter tersebut mengangguk mengerti lalu mengecek nya
" istri anda sudah baik baik saja , hanya perlu minum obat , mungkin masih dalam pengaruh obat atau mungkin juga karena nona terlalu lama tak sadar " ucap dokter tersebut
" baiklah , silahkan pergi " ucap Aidil dan diangguki oleh dokter tersebut
" sayang , aku sangat khawatir denganmu " ucap Aidil melangkah ke arah Yuli
" aku kenapa mas ?? tanya Yuli
" kamu hanya kelelahan " jawab Aidil singkat dia tidak tau harus ngomong apa dengan istrinya dan apa yang akan terjadi nantinya jika istrinya tau bahwa anaknya yang didalam kandungan nya sudah tidak ada
Yuli ingin bersandar tapi tiba tiba dia merasakan nyeri di bagian bawah perut
" mas perutku kenapa ?? tanya lagi Yuli yang merasa nyeri di bagian perut
Aidil yang mendapat pertanyaan yang ingin dia hindari sudah tidak tau mau bagaimana lagi sekarang
" mas " panggil Yuli dengan tatapan yang sudah senduh
__ADS_1
tiba tiba pintu terbuka dan ternyata yang datang adalah zei dan Yani
" Yuli kamu sudah sadar " ucap Yani melangkah sedikit cepat ke arah Yuli lalu memeluknya
" aduh " rintih Yuli memegang bagian bawah perut nya
" kamu kenapa ?? tanya Yani panik
" perut ku terasa nyeri saja mi " ucap Yuli
" syukur lah kamu sudah sadar nak " ucap zei ikut melangkah ke arah Yuli
tiba tiba Yuli mengingat apa yang dialaminya sebelum tak sadar kan diri
" mas kapan aku disini ?? tanya Yuli
" sudah tiga hari " jawab Yani
" mas apa ada hantu yang menusuk perut ku karena setau ku aku pingsan di kuburan saat di makam ibu dan ayah ?? tanya Yuli tapi tidak mendapat jawaban dari siapapun
" mas apa kamu sudah selesai cemburu ?? tanya lagi Yuli ingin menggoda suaminya dan lagi lagi tidak mendapat kan jawaban
" mas kenapa diam saja , mi ,Pi apa ada sesuatu yang terjadi , dan apa yang Yuli lewatkan saat Yuli pingsan ?? tanya Yuli dengan mata yang sudah sedikit berkaca kaca
" maaf kan aku " jawab Aidil lirih
" mami " panggil Yuli menoleh ke arah Yani yang terlihat panik
" apa ada yang terjadi denganku dan bagaimana kondisi anak ku dia masih didalam kan , dan jangan bilang yang di perutku itu ....." ucapan Yuli terhenti dia tidak sanggup menahan air matanya
" mas apa yang terjadi hah " ucap Yuli sedikit berteriak
__ADS_1
" bagaimana anak kita , apa dia baik baik saja , dia masih didalam kan ?? tanya lagi Yuli dengan berlinang air mata
" maaf kan aku , " ucap Aidil memeluk Yuli
" maksudnya apa mas ?? tanya Yuli
" anak kita sudah tidak ada , aku minta maaf, gara gara aku semuanya seperti ini " ucap Aidil yang membuat Yuli mendorong nya kasar
" jangan main main mas aku tidak becanda cepat katakan sebenarnya " teriak Yuli dengan air matanya yang tak mengalir deras
" maaf kan aku " ucap Aidil ikut mengeluarkan air mata nya
" mi apa benar yang dikatakan nya ?? tanya Yuli dan ragu ragu Yani mengangguk
seketika Yuli diam setelah melihat anggunkan Yani hanya air matanya yang terus mengalir keluar
" ma.." Aidil ingin kembali memeluk istrinya tapi Yuli segera menepisnya dan ucapannya tak sanggup dia lanjutkan
" ini semua gara gara kamu mas , kalau bukan mas yang cemburuan aku tidak mungkin seperti ini hik..hiks.." teriak Yuli yang membuat Yani dan zei kaget
" pergi...hiks..pergii aku benci kamu " teriak lagi Yuli melempar bantal serta benda yang ada disekitar nya ke sembarang tempat
Yani dan zei segera memanggil dokter
" Yuli tenang lah " teriak zei khawatir dengan keadaan Yuli yang baru sadar kan diri
" sayang maaf , aku sungguh menyesal " ucap Aidil langsung memeluk Yuli tapi Yuli malah memberontak sudah tidak memperdulikan rasa sakit di bagian bawah perut nya
" lepasssssss... lepasssssss...lepas aku benci kamu hiks..hiks.. " teriak lagi Yuli dan tiba tiba Yuli kehilangan kesadaran
dokter yang baru masuk kaget melihat ruangan yang berantakan ditambah lagi dengan Yuli yang sudah tidak sadar kan diri
__ADS_1
" suster cepat bawa masuk ke IGD " ucap dokter takut jika Operasi nya akan mengalami gejala karena Yuli terlalu banyak bergerak