
mereka semua kini mulai serius untuk membahas hari pernikahan Siska dan Kevin
" jadi kapan kalian akan menikah ?? tanya Zei
" kalau saya biarkan anda sebagai orang tua yang menentukan hari yang bagus untuk pernikahan kami " ucap Kevin
" bagaimana menurut nek Vivin ?? tanya Zei
" kalau saya terserah kalian saja , saya akan menyetujui " ucap nek Vivin Tersenyum tipis
" kalau kamu Dil ?? tanya Zei
" kalau menurut saya Pi , bagus jika paman Kevin sama kak Siska segera menikah karena sudah tua , kalau perlu besok hahahahhaa " ucap Aidil disertai tawanya yang keras
" auwwww sakit " pekik Aidil di cubit oleh sang istri
" Dil ini bukan candaan lagi " ucap maminya kesal
" maaf mi " jawab Aidil cengingisan
" baiklah bagaimana jika dua bulan dari sekarang " ucap zei
" bukan kah itu terlalu lama Pi ?? tanya Siska
" kak Siska sudah kemepet kawin Pi hahaha " ucap Aidil lagi yang kembali mendapatkan cubitan dari sang istri
" auwwww " pekik Aidil
" kamu mending sana Dil kalau kamu mau becanda " ucap Yani kesal
" bagaimana menurut mu Kevin , apakah itu terlalu lama ?? tanya Zei
__ADS_1
" papi itu terlalu lama " bukannya Kevin yang jawab tapi Yuli
" jadi sekarang bagaimana ?? tanya Zei
" sebulan seminggu Papi dari sekarang , bagaimana ?? tanya Yuli
" iya Siska setuju " ucap Siska menyetujui
" bagaimana denganmu Kevin ,apakah kamu bisa bersedia dalam jangka waktu tersebut ?? tanya Zei
sebelum menjawab Kevin menoleh ke arah Siska yang terlihat sangat bahagia
Siska memberikan kode ke Kevin dengan mengangguk pelan
" baiklah , saya bersedia karena itu tujuan utama saya datang kesini " ucap Kevin membuat semua orang tersenyum bahagia
" ciee kak Siska mau nikah " ucap Nurul menggoda kakak nya yang merona merah
" dapat dua apa ?? tanya Kevin penasaran
" dua anak sekaligus lah kaya Alfa Alfi hahaha " ucap Aidil dilanjut kan dengan tawanya membuat istrinya malu sendiri
" bukankah kamu tidak tau dulu jika kamu ada anak " ucap yani menyindir putranya
" mi itu kan dulu " ucap Aidil
" sudah ,sudah kenapa malah bahas itu sih " ucap zei melerai
di sela mereka sedang asik mengobrol mereka mengalihkan pandangan ke arah pintu yang terbuka dan ternyata yang datang adalah Bimo dan perempuan cantik dibelakang nya
Aidil berdiri dan memanggil Bimo dan perempuan cantik tersebut ikut gabung duduk
__ADS_1
" Bimo , Dara sini duduk " pintah Aidil membuat Bimo segera melangkah tapi langkahnya Bimo terhenti karena Dara tidak ikut
Dara masih terkagum melihat kemegahan rumah tersebut
" Dara sini " pintah Bimo membuat Dara segera mengangguk
mereka berdua melangkah ke arah keluarga bos nya dan ikut duduk
" Bimo sini " ucap Yani tegas membuat Bimo sedikit takut melangkah ke arah Yani
" ada apa tan...te " ucap Bimo gugup
" Tante Tante , aku bukan tantemu aku ibu keduamu " ucap Yani tegas membuat Bimo mengangguk mengerti
" siapa dia ?? tanya mami Yani serius
" dia sahabat nona Yuli Tan...te " ucap Bimo lagi gugup
" Pi liat anak durhakamu yang satu ini " ucap Yani ke suaminya
" Bimo kamu kami besarkan seperti anak kami sendiri dan sekolah kan seperti anak kami sendiri jadi mulai sekarang kamu panggil mami Aidil dengan sebutan mami juga begitu pen dengan papi , sudah berapa kali semenjak kamu tinggal disini kamu selalu memanggil kami dengan om dan Tante " ucap zei yang membuat Bimo kembali mengangguk
" kamu mengangguk saja tapi tidak di dengarkan " ucap Yani kesal
" maaf " ucap singkat Bimo
" kenapa kamu bawa teman Yuli kesini ?? tanya lagi Yani
" dia calon Bimo mi " ucap aidil santai membuat kedua orang tuanya syok
" apaaaaaaa " teriak Yani dan zei bersamaan
__ADS_1