Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
Mami pingsan lagi


__ADS_3

Mami Yani serta keluarga nya ikut kaget melihat Dara yang di Dorong keluar oleh suster dengan alat medis yang tidak seperti sebelum melahirkan.


" Dara " ucap Oma kaget dan pingsan seketika membuat mereka semua semakin dibuat panik.


Singkat cerita Bimo hanya bisa duduk dengan berdurai air mata , begitu pun dengan Yuli. Siska tidak di izinkan suaminya untuk datang ke rumah sakit mengingat bayi yang baru 1 bulan.


" Bim , ini sudah takdir tuhan , jadi kamu tenang ya nak " ucap papi Zei


" Bro , ingat , istri mu kuat , dia pasti tidak kenapa Napa apalagi anak kalian sudah lahir " ucap Aidil yang sangat prihatin dengan Bimo yang biasanya ceria kini sudah sangat berbeda.


Bimo tidak menjawab dan langsung berlari pergi dari mereka dengan air matanya , Aidil yang hendak ingin mengejar nya langsung di cegah oleh istri nya


" mas Bimo butuh ketenangan ,biarkan dia dulu " ucap Yuli lirih


" kamu juga jangan nangis seperti ini syg , anak kita juga ikut menangis " ucap Yuli dan benar saja Alfa dan Alfi sudah duduk.m di pojok menangis diam diam.


Yuli melangkah ke arah mereka berdua dan mengelus rambut nya lembut , Yuli menghapus air matanya dan menatap mereka dengan lembut


" kakak , Adek , jangan nangis ya , ayo sini sama Bunda " ucap Yuli


" aunty Dara kenapa Bunda hiks...hiks.., kakak tidak mau kalau aunty seperti Daddy yang tidak bangun bangun dulu " ucap Alfa yang mengingat saat Aidil kecelakaan dulu.

__ADS_1


" iya Bunda , om Bimo juga nangis kaya kami hiks.." ucap Alfi


" aunty bakal main lagi Sama kakak dan Adek kan , dan juga dedek nya aunty ikut main kan Bun " ucap Alfa dan di angguki oleh yuli yang sekuat tenaga menahan air matanya.


tak lama setelah itu mami Yani datang


" kenapa kalian membiarkan ku sendiri dalam ruangan pasien , dan bagaimana keadaan Dara ?? tanya mami Yani


" dan Bimo dimana ?? tanya lagi mami Yani dengan wajah yang sangat panik


mereka semua hanya diam membuat mami Yani duduk di lantai dengan lemas , air matanya satu per satu menetas


" mami , Dara pasti kuat " ucap Kevin membantu mami nya berdiri dan mengarahkan nya untuk duduk di kursi.


Bimo duduk disana seraya mengingat Dara mendatangi nya mengajak nya mengobrol.


" maaf pak kenapa anda berteriak malam malam begini ?? tanya perempuan yang baru datang dan langsung duduk di samping Bimo


Bimo langsung menghapus air matanya cepat


" bukan urusanmu " ketus Bimo

__ADS_1


" bukannya bapak asisten Presdir di perusahaan aku bekerja?? tanya lagi perempuan tersebut


" bukan " jawab Bimo ketus


" kalau begitu bapak ya yg menciptakan lemari es ,, sampai ikut ikutan jadi lemari es ?? tanya perempuan tersebut yang kesal dengan jawaban Bimo


bukannya kamu teman nona dulu ?? tanya Bimo masih ketus


":nona siapa ??? tanya balik perempuan itu


" gak lupakan saja " ucap Bimo membuat perempuan tersebut kesal


" dasar aneh ," ucap kesal perempuan tersebut


hening


" kamu tau gak kalau bunga yang aku pegang ini adalah bunga kesukaanku dan ibuku " ucap perempuan tersebut


" gak nanya " ucap Bimo singkat


" ihhh nyebelin amat sih lu udah kulkas ,sok jutek ,sok jual mahal ,galak lagi " ucap perempuan itu sangat kesal

__ADS_1


Bimo semakin merasa terpukul mengingat semua hal itu , dia dengan segera kembali masuk dan berniat untuk melihat anak nya


__ADS_2