
saat semua keluarga berkumpul mereka langsung pada inti percakapan
" baiklah berhubung kita sudah berkumpul semua , apa yang ingin mami sampai kan hingga memanggil kami datang " ucap Aidil
" mungkin Nurul yang bisa ngomong soal ini " ucap Zei dan diangguki oleh istrinya
" ada apa Nurul ?? tanya Yuli
" iya aunty ada apa ?? tanya Alfa sok pintar
" Alfa jangan banyak tingkah ini omongan orang tua " ucap Yuli
" mending kamu pijit aunty ,kan tadi katanya sudah siap jadi tukang pijat " ucap Siska dan dengan semangat alfa mengangguk , Alfi juga tidak mau ketinggalan dia langsung ikut memijat Siska
" kamu jangan jadikan anakku babu " ucap Aidil
" tenang cuma bentar kok hehehe " ucap Siska cengingisan
" topik utama we " ucap Zei
" jadi gini kak , aku mau dilamar " ucap Nurul
" sama ?? tanya Aidil serius
" sama kak Rei " jawab Nurul yang seketika membuat rahang Aidil mengeras
__ADS_1
" apa kamu yakin kalau dia mencintai mu dan apa kamu yakin jika dia tidak memanfaatkan mu untuk mendekati istri ku " ucap Aidil dengan suara agak tinggi yang membuat Nurul terdiam
" mas " ucap Yuli tegas melotot ke arah suaminya
" Alfa Alfi mending kalian kesana main " ucap Kevin karena ini membahas hal yang serius y
Alfa dan Alfi menurut dan pergi berlari meninggalkan mereka
" tapi apa kamu gak liat tatapan dia saat melihat mu sayang " ucap Aidil
" Dil mau bagaimana juga Yuli sudah mencintai mu dia tidak mungkin berpaling dari mu " ucap Kevin ikut angkat bicara
" benar yang dikatakan Kevin Dil " ucap Zei menyetujui ucapan Kevin
" apa kalian belum tau bagaimana khawatir nya diriku jika Rei ada didekat istri ku dan asal kalian tau saat kami kuliah dia sangat rajin menggonta-ganti wanita " ucap Aidil
" apa dia cerita jika dia sering membayar wanita malam untuk kesenangan nya " ucap lagi Aidil tegas
" kamu juga sama dulu Dil , dan sekarang buktinya kamu sudah tidak melakukan nya saat sudah menikah " ucap mami Yani membuat aidil terdiam
" jadi kapan Rei akan datang melamar mu ?? tanya Yuli
" dua hari lagi " jawab Nurul pelan
" Jika kamu tidak menyetujui Nurul menikah berarti kamu bukan kakak yang baik , kamu tidak mau melihat adik mu bahagia dengan wanita yang dicintainya " ucap Yuli tegas
__ADS_1
" maka dari itu aku sebagai seorang kakak , harus bisa memilih untuk masa depan Nurul , aku tidak mau jika keluarga ku diremehkan oleh orang lain " ucap Aidil
" baiklah jika kamu tidak mau , aku tidak mau bersama orang yang egois dan apa kamu masih belum kapok dengan keegoisan mu " ucap Yuli yang sudah menetes kan air mata nya
" aku tidak egois , suami mana yang rela jika istrinya ditatap seperti Rei menatap mu " ucap lagi Aidil
" kamu sudah berjanji , tidak akan egois lagi tapi apa buktinya sekarang " ucap Yuli sedikit berteriak
" kalau kakak tidak mau , aku tidak apa apa " ucap Nurul yang sudah merasa kasihan melihat Yuli
" apa yang kamu bicarakan Rul , menikah lah Dengan nya , kamu tidak perlu mendengarkan ucapan kakak kamu yang egois " ucap Yuli tegas
" Dil kamu harus ingat jika keluarga mu adalah harapan mu , kamu jangan mengambil keputusan karena api cemburu mu itu " ucap mami Yani tak kalah tegas
" mas aku takut " bisik Siska mencengkeram baju Kevin
" kamu diam saja dan duduk dengan tenang " bisik balik Kevin sambil mengelus rambut istrinya
" aku pulang " ucap Yuli berdiri dari tempat duduknya tapi langsung ditahan oleh Aidil
" baiklah , aku akan menyetujui nya tapi jangan harap calon kamu bisa mendekati istri ku apalagi menatap istriku " ucap Aidil tegas ke arah Nurul
" mas cukup , aku sudah capek dengan kebodohan mu , Nurul sudah dewasa dia sudah bisa memilih mana yang benar dan mana yang salah , berhenti lah bersifat kekanak-kanakan" ucap yuli
" aku yang harusnya mendapat pertanyaan setuju atau tidak setuju karena papi adalah ayah kandung Nurul dan kami hanya memanggil kamu untuk membahas nya agar tidak ada kesalahpahaman , dan papi setuju saja karena papi sudah melihat sisi baik Rei , " ucap Zei
__ADS_1
" terserah kalian , tapi jangan sampai ada sesuatu yang akan merugikan keluarga kecil kami ( yang dimaksud merugikan keluarga bukan rugi uang tapi masalah pada keluarga Aidil ) ucap aidil