
siang harinya Aidil semakin cemas dengan keadaan istri nya , Yuli sudah 2 kali muntah dan Yuli pun Sangat susah di ajak makan
mami Yani dan papi Zei yang juga sangat khawatir mencoba berbicara kepada Yuli untuk pergi ke rumah sakit
" Yuli mami sangat khawatir dengan mu Lo , lebih baik kita ke rumah sakit ya sayang " ucap mami nya
" Yuli beneran tidak apa mi " ucap Yuli lirih
" apa kamu tidak melihat kekhawatiran suami mu nak , apalagi kedua anak mu yang sedari tadi menanyakan kenapa bunda tidak sembuh sembuh " ucap Zei
" sayang , yang dikatakan mami sama papi benar , kamu sudah tidak nafsu makan , apa kamu pikir jika kamu seperti ini aku juga bisa makan dengan tenang , aku juga tidak makan sudah seharian melihat mu seperti ini sayang " ucap Aidil
" Yuli , mami lihat kamu semakin parah Lo , mami Sangat takut jika kamu tidak ke rumah sakit " ucap mami Yani yang membuat Yuli seketika diam
" ayo yah , kita ke rumah sakit " ucap Aidil lembut
" tapi aku tidak mau jika tinggal disana lagi mas " ucap Yuli pelan
" tidak , nanti aku yang bicara sama mereka jika mereka berani mau membuat mu tinggal di rumah sakit , atau gak aku akan membongkar rumah sakit itu " ucap Aidil
" enak aja omongan mu Dil , papi juga ikut bantu kamu dulu bangun rumah sakit itu dan lagian itu sudah punya Siska dan Kevin , kamu sudah memberikan nya bukan " ucap papi Zei
" papi kok malah ikut ikutan , kan Aidil cuma mencoba membujuk Yuli " ucap Aidil
" ayo mas , Yuli lebih baik ke rumah sakit saja , Yuli tidak mau jika kalian terbebani olehku " ucap Yuli
" kamu ngomong apa sayang , kami tidak merasa begitu kok , kami cuma khawatir jika kamu seperti ini " ucap mami Yani
" kita ke rumah sakit ya " ucap lagi Aidil ke istri nya dan di angguki oleh Yuli pelan
__ADS_1
" papi tolong Keluar kan mobil dan mami bawa Alfa Sama Alfi biar Aidil yang gendong Yuli " ucap Aidil
" iya iya " ucap Zei
" aku bisa jalan sendiri mas " ucap Yuli tapi Aidil langsung menggendong nya
satu per satu kaki Aidil sudah menuruni anak tangga , setelah sudah di mobil dengan cepat papi nya membuka pintu di belakang
" Deddy kakak mau di belakang ya " ucap Alfa
" adek juga , " ucap Alfi di gendongan Oma nya
" gak boleh sayang , bunda lagi sakit jadi kakak sama adek harus duduk di depan sama Oma " ucap mami Yani dan dengan terpaksa mereka berdua menurut
mobil sudah mulai melaju ke arah rumah sakit , Alfa yang dari tadi hanya diam mulai bosan begitu pun dengan Alfi
" kai , kita mau kemana ?? tanya Alfa
" ke tempat uncle Kevin ?? tanya Alfi dan di angguki oleh Zei yang fokus menyetir
" kai kakak mau putar putar itu juga " ucap Alfa menunjuk ke arah setir mobil
" gak boleh , ini bukan mainan anak kecil " ucap kai nya
" trus mainan siapa kai ?? tanya lagi Alfa
" ya mainan orang besar lah kak. " jawab Alfi
" kenapa kakak gak boleh , kan kakak sudah besar " ucap Alfa
__ADS_1
" belum kakak masih kecil , kalau sudah besar seperti Deddy baru bisa " ucap Oma nya mencubit pipi Alfa gemes
" trus kapan kakak besar ?? tanya lagi Alfa
" masih lama " ucap mami Yani
" tunggu kakak umur 18 baru bisa " ucap kai nya
" trus umur kakak berapa Oma ? tanya Alfa lagi
" masih 4 tahun " jawab Oma nya
" trus adek berapa Oma ?? tanya lagi Alfi
" ya Kakak sama adek sama sama 4 tahun , kan adek sama kakak lahir nya barengan " ucap Oma nya
" tapi kata bunda kakak lebih dulu " ucap Alfa
" iya kakak duluan baru adek " jawab mami Yani yang sudah mulai pusing
" kenapa Oma bilang barengan kalau kakak duluan ?? tanya lagi Alfa
" kan hari nya sama " jawab mami Yani
" hari apa Oma ?? tanya lagi Alfa
Yani seketika diam dia sebenarnya juga tidak tau kedua cucunya lahir hari apa
" hari Rabu " jawab Yuli Dari belakang
__ADS_1
" kakak adek diam ya , bunda lagi sakit , nanti kepala bunda tambah pusing Lo " ucap Aidil
" kan kakak tidak nanya sama bunda , Bunda yang jawab sendiri " ucap Alfa