
Yuli duduk di sofa sambil menunggu Yuli yang sedang mengambil kotak p3k tak lama kemudian Yuli datang dan duduk disamping Aidil
Yuli mengompres memar di wajah Aidil yang mana membuat jantung Aidil dangdutan didalam sana
" auuu sakit " pekik Aidil
" lah kok bisa sakit padahal kainnya aja belum nempel " tanya Yuli yang membuat Aidil tersenyum malu
" tahan ya " ucap Yuli mengompres memar aidiil seketika mata Aidil dan Yuli saling bertatapan membuat jantung Yuli ikut berdegup kencang
" astaga ada apa dengan jantungku " gumam Yuli
" apa sudah selesai?? tanya Aidil
" ahhg maaf , tunggu sebentar aku oleskan Betadine di lenganmu yang terluka
" apa gak sebaiknya ini di bawa ke rumah sakit saja , lukanya sangat dalam " ucap Yuli yang melihat lengan Aidil terus keluar darah
"nggak perlu , mana mungkin luka kecil begini saja membuatku sakit " ucap Aidil dengan nada sombong
." aduh kenapa semakin perih " gumam Aidil "
" yasudah kalau gak mau ,aku pasangkan perban saja ya ?? tanya Yuli dan di angguki oleh Aidil
jam terus berputar hingga tak terasa jam sudah menunjukan pukul 11:00 yang membuat Yuli harus membantu Aidil untuk ke kamar hotelnya
" kalau begitu aku bantu ke kamar kamu ya ?? ucap Yuli berdiri dari tempat duduknya
" waduh gawat , aku mau tidur disini " gumam Aidil
" aduh sakit" ucap Aidil pura pura sakit yang membuat Yuli langsung duduk kembali dan memegang wajah Aidil
__ADS_1
" yang mana sakit?? tanya Yuli yang membuat jantung Aidil kembali dangdutan
" aku tidak bisa jalan badanku sakit semua " ucap Aidil yang membuat Yuli panik
" astaga apa aku panggilkan satpam biar kamu bisa dibawa ke rumah sakit ,aku kawatir dengan kondisi badanmu yang seperti ini " ucap Yuli tanpa sadar membuat mata Aidil membinar
" apa dia bilang ,kwartir , yes " gumam Aidil kegirangan
" aku tidur disini saja ,gak perlu repot-repot panggil satpam " ucap Aidil membaringkan badannya di sofa
" yaudah , terserah mu saja ,dan ingat ini aku lakukan karena hanya balas Budi saja kamu gak usah ke GR an " ucap Yuli dan melangkah pergi kekamarnya
jam sudah menunjukan jam 1:30 , Aidil yang dari tadi memaksakan matanya antuk tidak tertutup karena dia ingin melaksanakan misinya
perlahan Aidil turun dari sofa dan berjalan pelan seperti maling dan membuka kamar Yuli
mata Aidil membinar saat pintunya ternyata tidak dikunci dengan tersenyum tipis Aidil kembali melangkahkan kakinya ke arah tempat tidur Yuli
" *aduk kenapa sekarang sih dek , gak liat apa wajah sudah bonyok kaya gini masih saja berulah " gumam Aidil kesal dan menyentil dedeknya
" aduh sakit " pekik Aidil*
Aidil berusaha untuk menenangkan dedeknya dengan menarik nafas lalu menghembuskan nya
setelah si dedek tenang Aidil kembali melanjutkan langkahnya, perlahan Aidil naik ke atas tempat tidur Yuli dan ikut berbaring di samping Yuli
" aduk kenapa aromah mu membuatku tergoda" gumam Aidil
dan tak disangka yuli malah memeluk nya membuat badan Aidil kepanasan , dedeknya pun bangkit kembali , tangan Aidil perlahan masuk ke dalam celananya dan menyetel dedeknya agar tidak menusuk Yuli
tangan Aidil perlahan memeluk badan Yuli sehingga tak terasa Aidil pun ikut terlelap
__ADS_1
jam sudah menunjukan pukul 08:00 tapi kedua insan itu masih nyenyak di alam tidurnya
Yuli yang merasakan guling yang dipeluknya sangat besar dan keras ditambah lagi aromanya yang sangat harum mencoba membuka matanya dan ternyata yang dipeluknya adalah seorang pria yang bonyok
" aaahhhhhhhhggg " teriak Yuli yang membuat Aidil langsung loncat dari tempat tidur
" bukk " Aidil terjatuh kelantai
" aduh sakit " ucap Aidil meringis kesakitan
" ngapain kamu disini ?? tanya Yuli dengan suara menyeramkan
" ya tidur lah mau ngapain lagi " ucap Aidil santai sambil mengelus bokongnya yang sakit
" kamu Alain aku semalam hah ?? tanya Yuli dengan suara tinggi
dengan cepat Yuli memeriksa pakaiannya dan ternyata masih lengkap membuat Yuli lega
" kan aku gak ngapa ngapain " ucap Aidil
" trus aku tanya kamu ngapain disini ,kamu kan tadi malam tidur si sofa " ucap Yuli dengan emosi
" aku gak tau ,mungkin aku jalan sendiri pas tidur" ucap Aidil yang membuat Yuli tambah emosi
" kamu pikir aku bodoh ,mana ada orang tidur bisa jalan " ucap Yuli lagi
" kan itu , anu ,kaburrr " teriak Aidil dan berlari dari kamar Yuli tapi matanya tidak telalu fokus sehingga pintu yang masih tertutup ditabraknya
" brakk "
mata Aidil seketika buram dan terjatuh ke lantai
__ADS_1
" azab " gumam Aidil sebelum pingsan