
Aidil melangkahkan kakinya ke tujuan yang sudah di rencanakan membuat Yuli yang mengikutinya sangat ketakutan
" gimana dong gak ada tanda tanda kehidupan disini " ucap Yuli yang dari tadi mengekor di belakang Aidil
" tenang saja , kalau kita tersesat kan kita bisa hidup semati " ucap Aidil yang membuat Yuli mencubit nya
" auuu " pekik Aidil
" memangnya enak " ucap kesal Yuli
mereka terus berjalan hingga menemukan sebuah gubuk kecil yang membuat mata Aidil membinar
" sebaiknya kita istirahat disini saja dari pada kita dimangsa hewan buas" ucap Aidil dan hanya diangguki oleh Yuli yang sangat ketakutan
tak terasa jam sudah menunjukan pukul 03:00 membuat perut mereka keroncong an
" ayo " ucap Aidil
" kemana ?? tanya Yuli
" apa kamu mau mati kelaparan " ucap Aidil dengan nada datarnya
" baiklah tapi.........." belum sempat Yuli melanjutkan kata katanya Aidil lebih dulu menarik tangannya
Aidil seperti mendengar suara aliran sungai membuat Aidil segera melangkahkan kakinya ke sumber suara di ekori oleh Yuli
mata Aidil dan Yuli seketika takjub melihat pemandangan yang ada didepannya
__ADS_1
" wah air terjunnya bagus sekali " ucap Yuli terkagum kagum
byarrr
Aidil lompat ke dalam air sungai hanya menggunakan celana dalamnya saja membuat Yuli yang melihatnya menutup matanya dengan telapak tangannya
Aidil yang melihat Yuli menutup matanya langsung memiliki ide , Aidil perlahan naik dan menggendong Yuli
byur " Aidil melempar Yuli ke bawa membuat Yuli langsung berteriak
mereka berdua yang sedang asik berenang di sungai itu tidak memikirkan perutnya lagi yang keroncongan
mereka berdua berenang dengan senyuman yang terukir di wajahnya
" kenapa aku sangat bahagia dengannya dan kenapa rasa benci dalam diriku berganti dengan rasa bahagia " gumam Yuli yang sedang siram siraman dengan Aidil
Yuli yang sudah kedinginan memilih untuk naik ke daratan diikuti oleh Aidil
baju Yuli yang basah membuat dalamannya terpampang jelas yang membuat Aidil menelan saliv nya kasar
" plis dek jangan bangun , kamu sudah mengkerut karena ke dinginan masa cuma lihat begituan sudah bangkit " gumam Aidil mencoba menenangkan dedeknya
tapi sayang sekali si dedeknya bangkit
Aidil yang hanya menggunakan boxer hanya bisa cengar cengir saat melihat Yuli yang ikut menatapnya tapi dia masih belum sadar dengan kebangkitan dedek Aidil
tiba tiba pandangan Yuli terarah pada boxer yang menonjol sangat panjang
__ADS_1
" ahhgg ular " teriak Yuli yang membuat Aidil langsung loncat loncat
" mana ular ,mana " ucap aidil panik
" didalam celana mu ?? ucap Yuli mengambil ranting kayu dan tanpa aba aba Yuli langsung memukulnya yang membuat Aidil meringis kesakitan
mata Aidil melotot saat dedeknya terkena pukulan dia berusaha menahan nafasnya untuk mengurangi rasa sakit , dan tangannya memegang dedeknya yang sedang kesakitan
Yuli yang melihat Aidil kesakitan hanya bisa bertanya bodoh
" apa ularnya sudah mati " tanya Yuli yang membuat Aidil hanya menganggukan kepalanya menahan rasa sakit
Aidil kembali loncat ke air untuk menenangkan adeknya yang sedang tegang ditambah lagi rasa sakit yang begitu sakit sampai ginjal
Aidil yang sudah di air menggosok gosok dedeknya yang kesakitan
Yuli yang melihat Aidil turun lagi bertanya
" buang cepat ularnya " ucap Yuli dan hanya diangguki oleh Aidil
sekitar sepuluh menit untuk menenangkan sang dedek yang sedang tegang dan akhirnya dia mulai terlelap kembali , Aidi yang sudah gemetaran karena kedinginan hanya bisa menggosok gosok ke dua telapak tangannya saat sudah naik ke daratan
Yuli juga sudah mulai kedinginan ditambah bajunya yang basah ,Aidil yang melihat Yuli kedinginan segera mengambil bajunya serta celananya dan memberikan ke Yuli
" pakailah ini lepas saja bajumu " ucap Aidil tapi dengan cepat yuli menggelengkan kepalanya
" aku tidak akan lihat ,cepatlah ,aku tidak mau penolakan " ucap Aidil tegas
__ADS_1
" tapi kamu ?? tanya Yuli
" aku gak papa yang penting kamu pakai dulu itu biar hangat ,maaf aku lupa kalau kamu gak ada bawa baju ganti " ucap Aidil dan hanya diangguki oleh Yuli dengan senyuman manisnya