Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
ancaman


__ADS_3

kini Aidil sedang berada di butik dimana Aidil sudah mengumpulkan semua karyawan serata pemilik butik tersebut


Yuli yang baru datang sangat kaget dengan penampakan di depannya


" apa yang sedang kamu lakukan , kenapa bos dan karyawan lainnya berkumpul didepanmu ?? tanya Yuli dengan nada serius


" entahlah ,anggap saja ini perpisah buat mereka " ucap Aidil dengan senyuman tipisnya


" mak_sud tu_an a_a_pa ?? tanya gugup pemilik butik tersebut


" apa perlu aku jelaskan ,oke baiklah "


" yang berada di sampingku adalah calon istriku kalain telah berani menyuruhnya membersihkan kaca " ucap Aidil yang membuat Yuli melototkan matanya


" apa yang kamu lakukan ,ini memang pekerjaan ku " ucap Yuli dengan suara yang ditekan


"tapi hati ini adalah hari terakhirmu bekerja dan lainnya " ucap Aidil yang membuat orang yang berada disana keringat dingin mendengar ucapan Aidil

__ADS_1


" maksud kamu apa hah " teriak Yuli yang sudah emosi


" maksudku adalah besok butik ini aku mau gusur dan kujadikan danau " ucap Aidil dengan senyuman penuh kemenangan


" tuan , jangan lakukan itu saya mohon ,hanya ini tempat buat kami menghasilkan uang " ucap salah satu karyawan tersebut sambil memohon


" baiklah kalau begitu tapi saya mempunyai satu syarat , kalau kalian tidak bisa mengabulkan syarat ini maka hari ini adalah hari terakhir kalian semua bekerja" ucap Aidil


" syarat nya apa tuan ?? tanya pemilik tersebut dengan keringat yang terus bercucuran


" syaratnya sanagtlah gampang ,dan syarat ini tergantung pada orang yang berada di sampingku " ucap Aidil


" ohh sepertinya kamu sudah merasa ,jadi say tidak perlu lagi repot-repot menunjukmu " ucap Aidil


" cepat katakan " ucap Yuli


" persyaratan nya adalah aku mau karyawan anda yang berada disamping saya bekerja menjadi sekertaris saya dikantorku " ucap Aidil yang membuat Yuli ingin marah tapi dia masih memikirkan tentang orang yang berada di depannya tersebut

__ADS_1


" dan saya sudah mengatakan tadi ini tergantung pada orang yang berada disamping saya , kalau dia gak mau sudah jelas besok bangunan ini sudah rata dengan tanah kalau dia mau berarti bangunan ini akan baik baik saja " ucap Aidil mengancam


pemilik butik tersebut sudah tidak memikirkan harga dirinya , dia langsung berlutut dihadapan Yuli memohon bantuannya


" Bu Yuli ,tolong kami semua ,mohon terima tawaran tuan , tempat ini satu satunya kami mencari uang " ucap pemilik butik tersebut dengan air mata yang terus mengalir


" iya Bu Yuli ,kami sangat memohon kepadamu , anak saya butuh uang kalau saya tidak bekerja saya tidak tau lagi mau dapat uang dari mana " ucap salah satu karyawan tersebut


" Bu suami saya sudah meninggal dan saya punggung keluarga, jika tempat kerja ini di gusur saya tidak tau lagi harus bagaimana Bu ,maka dari itu kami sangat memohon dengan kebaikan ibu " ucap lagi slah satu karyawan tersebut


Yuli yang dilanda kebingungan dan emosi tidak tau mau berbuat apa


" apa yang harus aku lakukan ,jika aku menolak maka tempat ini akan di gusur jika aku menerima tawarannya aku akan bertemu dengan dia trus tiap hari , aku takut mengingat masa laluku " gumam Yuli


" baiklah saya mau menerima tawaran anda , tapi jangan sekali kali kamu menyentuh butik ini , apa kamu paham " ucap tegas Yuli


" saya mengerti ,kali begitu besok kamu sudah bisa bekerja di perusahaan " ucap Aidil dan melangkah meninggalkan Yuli

__ADS_1


" terimakasih atas kebaikan ibu , kami tidak tau harus bagai mana lagi jika ibu menolaknya " ucap pemilik butik tersebut


__ADS_2