
"Aidil apa yang kamu katakan kepada mami dan papi , dasar bodoh , bodoh sekali ahhg " ucap emosi Siska
" apa kamu budek , aku tadi sudah mengatakan kepada mami dan papi masa kamu gak dengar " ucap Aidil santai
" aduhh " suara serak seseorang membuat Aidil dan Siska menoleh ke arah Kevin
" Kevin kamu sudah sadar ?? tanya Siska
" kamu lihat apa kak ?? tanya Aidil yang membuat kakak nya tambah kesal
" pergi Sono dasar adik Laknak " ucap Siska kesal yang membuat Aidil Tersenyum licik
" baiklah jangan lupa kita besok akan bahas pernikahan paman dan kakak " ucap Aidil yang membuat Kevin refleks berdiri dan berteriak
" apaaaa " teriak Kevin syok
" ternyata kakak sama paman memang sudah cocok ,pendengaran kalian sama sama gak berfungsi dengan baik " ucap Aidil
" hei anak sialan ,kamu kalau ngomong jangan asal jiblak ya , " ucap Kevin tegas menunjuk Aidil dengan jari telunjuk nya
" terserah paman saja intinya besok kalian ber dua akan di perbincangkan untuk membahas pernikahan paman dan kakak " ucap Aidil yang membuat Kevin dan Siska saling berpandangan satu sama lain
" kamu bercanda kan ,hahaha itu sangat lucu sekali, tapi tidak ada orang makannya cuma paman saja yang ketawa " ucap Kevin mencoba mencairkan suasana
" paman gak usah banyak alasan ,intinya aku sudah bantu paman untuk menyampaikan isi hati mu ke kakak " ucap Aidil mengedipkan mata nya yang membuat Kevin keringat dingin
__ADS_1
" a.. a..k...u ti....ti..dak bil..Lang beg..tu di..l ka..mu fi..tna ya , sa..ngat l..cu" ucap Kevin gugup keringat bercucuran di wajahnya
" wahahahaha paman sangat bahagia seperti nya " ejek Aidil
" baiklah paman sebaiknya menembak kakak disini saja aku akan mengintip disana " ucap Aidil dan melangkah pergi
" itu sama saja bohong kalau kamu ngintip sialan " batin Kevin keringat dingin
setelah Aidil pergi Kevin dan Siska tidaklah berbicara membuat suasana sangat hening sedangkan Aidil yang mengintip menahan tawanya, Aidil tidak lah menyia nyiakan momen ini untuk mengambil Vidio
" paman cepatlah aku capek disini ngintip " teriak Aidil yang membuat Kevin memaki maki Aidil dalam hatinya
" dasar anak sialan ,kurang ajar ,bangkek , awas saja kalau kamu ketemu akan ku cabut bulu pantatmu satu satu " batin Kevin kesal
" H.. hai " sapa Kevin gugup yang membuat Aidil menahan tawanya
" diam kamu " teriak Kevin ke arah Aidil yang membuat tawa Aidil berhenti
" maaf kelakuan Aidil " ucap Siska canggung
" *aduh kenapa paman tidak bicara sih yang tadi dia katakan sebelum pingsan " pekik Aidil kesal
" coba lihat Kakak sok jual mahal sekali ," ucap lagi Aidil pada dirinya sendiri ikut kesal*
" siapa yang jual mahal ?? tanya seseorang disampingnya tapi Aidil belum menyadari
__ADS_1
" si kakak sok jual mahal sama paman , dan paman juga tidak bisa pacaran kaya aku , Yuli aja aku taklukkan apa lagi cewek lain " ucap Aidil tanpa sadar
" memangnya ada cewek lain ?? tanya Yuli disampingnya
" iya iya lah tapi aku malas aja " ucap Aidil tiba tiba Aidil kaget karena sedari tadi dia cuma sendiri
" loh kok ada suara seseorang tadi " gumam Aidil dan langsung menoleh ke samping nya dan ternyata Yuli sudah memasang wajah galaknya membuat Aidil cengingisan gak jelas
" aduhhh sayang sakit , ampun ,itu cuma becanda sayang ,ampun " teriak Aidil kesakitan karena Yuli menarik telinganya membuat sepasang mata yang sedang malu malu disana menoleh ke sumber suara
" hahahaha tarik sampai putus Yuli " teriak Kevin sangat puas
" iya Yul kasih pelajaran sama tu si Laknak " ucap lagi Siska
" aduh lepas sayang ,aku janji tidak akan mengulangi nya lagi " ucap Aidil memohon dan langsung di lepaskan oleh Yuli
" kamu ngapain disini sayang ?? tanya Aidil
" sayang ,sayang , makan tu sayang , aku kesini karena kamu sangat berisik sekali , suara ketawamu sampai dikamar " omel Yuli
" hehe maaf ,aku sedang mengintip mereka sedang belajar pacaran " ucap Aidil menunjuk ke arah Siska dan Kevin membuat mereka berdua menundukkan kepalanya malu
" lah ngapain kamu ngintip kalau mereka sedang pacaran gak ada kerjaan lain apa ,ayo sana tidur " pintah Yuli dengan suara galak mamah mudah membuat Aidil menganggukan kepalanya
" baiklah kak ,paman kami pamit jangan lupa ciuman " teriak Aidil lagi
__ADS_1
" aww " pekik Aidil dicubit oleh yuli