Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
pertemuan Kakak dengan adik


__ADS_3

langkah demi langkah kini Yuli dan Aidil sudah duduk di kursi teras


" apa yang ingin kamu katakan ,katakanlah sekarang " ucap Aidil


" sejak kapan kamu ketemu sama mereka ?? tanya Yuli ketus


" sejak kapan ya , aku juga sudah lupa " jawab Aidil santai


" sejak kapan mereka tau kalau kamu adalah ayahnya ?? tanya lagi Yuli


" saat kami bertemu yang kedua kalinya ,aku mengatakan sama mereka kalau aku ini Deddy nya " jawab Aidil


" kenapa kamu ngaku sebagai ayahnya ,apa kamu yakin mereka berdua adalah anakmu " ?? tanya Yuli menundukkan kepalanya


" kalau itu saat aku tau kalau mereka anak kamu aku tidak sepenuhnya yakin kalau mereka anakku tapi saat kami sudah akrap aku sudah merasakan bahwa mereka adalah anakku " ucap Aidil


" apa yang membuatmu yakin ?? tanya Yuli


" pertama wajah mereka sangat mirip denganku ,kedua tingkah mereka mirip denganku dan ketiga aku sangat nyaman saat bersama dengan mereka seperti ada kebahagiaan dan kehangatan dalam diriku " jawab Aidil


" dimana kamu bertemu dengan mereka ?? tanya lagi Yuli


" di luar kota kan " ucap Aidil santai


" lain itu yang aku tanyakan , pasti saat kamu baru pertama kali bertemu dengan mereka kamu tidak mengetahui kan kalau mereka anakmu dan yang aku tanyakan kapan dan dimana kamu bertemu dengan mer'eka saat kamu mengaku sebagai ayahnya " ucap Yuli yang membuat Aidil tidak tau harus jawab apa


" itu juga tidak lah penting , " ucap Aidil berdiri dari tempat duduknya


" tolong anda jawab " ucap Yuli tegas

__ADS_1


" aku bertemu dengan mereka saat di mall bersama sahabatmu dan aku memintanya untuk mengajak bermain " ucap bohong Aidil


dan melangkah masuk kembali ke dalam rumah meninggalkan Yuli


saat masuk matanya terarah pada wanita yang pura pura tidak melihatnya , sejak tadi Aidil ingin bertanya kepada Nya tetapi ada rasa gengsi di hati Aidil


" dia sangatlah mirip " gumam Aidil


" lagi pula dia sudah meninggal tidak mungkin itu dia " lanjut Aidil bergumam


Bimo yang menunggu dimobil sudah sangat kesal dia beberapa kali menyumpahi bosnya


" dasar bos gak tau diri ,masa aku disuruh nunggu disini dan dia malah enak enakan minum kopi disana " ucap Bimo pada dirinya sendiri kesal


" untung saja dia bosku kalau gak udah ku tinggalkan saja dan menyuruhnya jalan kaki sampai dirumahnya " lanjut Bimo membayangkan kalau dia yang jadi bos dan Aidil jadi bawahannya


karena sangat penasaran dengan perempuan tersebut Aidil memberanikan dirinya untuk bertanya dia sudah tidak mementingkan harga dirinya baginya rasa penasaran lebih penting


" kalau boleh tau nama kamu siapa ?? tanya Aidil pada Siska yang sedang memainkan ponselnya


" aku ?? tanya Siska menunjuk dirinya dan di angguki oleh Aidil


" namaku Siska " ucap Siska menundukkan kepalanya


" namanya juga mirip " gumam Bimo


" kamu kenal sama mereka dimana ?? tanya Aidil


" saat di luar kota saat itu aku dokter yang merawat Yuli saat dia hamil dan melahirkan " jawab Siska

__ADS_1


" terimakasih" ucap Aidil


" terimakasih karena apa ?? tanya Siska


" karena sudah membantu mereka " ucap Aidil


Siska yang sudah dari tadi menahan rasa rindunya kepada adik yang dia sangat sayangi dulu langsung berdiri memeluk Aidil


Aidil yang dipeluk melototkan matanya


" apa yang kamu lakukan " ?? tanya Aidil mencoba melepaskan pelukan Siska


" apa kamu sudah melupakanku ?? tanya Siska


" hah aku tidak mengenalmu dan lagi pula mantanku cuma 1 jadi jangan ngaku ngaku " ucap tegas Aidil yang membuat Siska menarik senyumannya


" apa kamu sudah melupakan kakakmu ?? tanya Siska yang membuat Aidil mematung


" apa kamu kak Siska ?? tanya Aidil dengan suara lembut dan diangguki oleh Siska


Aidil langsung memeluk Siska erat tak terasa air mata Aidil ikut mengalir membuat Yuli yang melihatnya merasa terharu


" pertemuan Kakak dengan adik selama terpisah 12 tahun " guamam Yuli ikut meneteskan air matanya


" kamu dari mana saja kak ,apa kamu tau papi sama mami sangat sedih saat kamu pergi dulu ,, setiap hari mami selalu berkata " Siska belum meninggal " tapi kami hanya bisa diam melihat mami saat itu " ucap Aidil dengan air mata


" sudah lama air mataku tidak mengalir seperti ini , terakhir kalinya air mataku mengalir saat kakak pergi " ucap Aidil pelan yang masih bisa didengar Siska


" maafkan kakak " ucap Siska singkat

__ADS_1


__ADS_2