
Di Mobil mami Yani tak henti hentinya mengoceh membuat Alfa sama Alfi hanya bisa menutup telinga , mereka juga sudah bosan meladeni Oma nya
sesampainya di rumah mami Yani dengan langkah tergesa-gesa masuk apalagi saat sudah melihat mobil yang dipakai oleh Siska sudah terparkir disana
" Woi mana kalian " teriak mami Yani saat sudah masuk ke dalam Rumah
" ehh mami , udah malam mi , sebaiknya mami tidur buat jaga kesehatan " ucap Kevin cengingisan
mami Yani melangkah ke arah mereka diikuti oleh suaminya serta keluarga kecil Aidil
" kenapa gak jadi melahirkan Siska ?? tanya mami Yani
" ya namanya belum waktunya mi , lagian tadi cuma keram doang karena kebanyakan ketawa " ucap Siska santai
" bagus sekali suara mu itu , santai dan lembut tapi apa kamu tau , kamu membuat mami sampai pingsan " ucap mami Yani yang membuat Kevin hanya pura pura menoleh ke arah lain begitu pun dengan Bimo
mami Yani menoleh ke arah kedua laki laki yang seperti tidak peduli dengan ucapan nya
" Kevin , Bimo " panggil mami Yani tegas membuat keduanya saling berpandangan dan menoleh ke arah mami Yani secara bersamaan
" iya mami ada yang bisa saya bantu ?? tanya Bimo
" kamu tadi kenapa membiarkan mami pingsan begitu saja hah , apa kamu pikir mami sudah lupa kejadian tadi saat kamu hanya melihat mami jatuh begitu saja " omel mami Yani
" ya kan susah mau ngomong mi , makanan full dalam mulut ku , dan teriakan mereka semua buat ku ikut panik ,nyuruh itu ini seenaknya " ucap Bimo
" kenapa kami gak tolong mami dulu hah , apa kamu mau jika mami tadi ditinggal sendirian disini karena tidak ada yang tau jika mami pingsan " ucap mami Yani
" loh kok nyalahin Bimo sih mi , Salahkan bos sama Kevin , mereka menyuruh ku menyiapkan mobil " ucap Bimo
" loh kok jadi aku Bim , kamu saja yang sengaja gak kasih tau kami " ucap Aidil
" diam " teriak mami Yani yang membuat mereka diam
__ADS_1
kini tatapan mami Yani menatap Kevin
" Kevin , apa kamu tidak tau kenapa mami pingsan ?? tanya mami Yani dan dengan cepat Kevin menggeleng kan kepalanya
" jujur Kevin , atau kamu akan ku gantung seperti lampu di atas " ucap mami Yani
" Kevin cuma lihat mami ingin jatuh karena kena kaki Siska saat mau ku gendong , tapi Bimo yang cerita jika mami pingsan nah saya baru tau saat dia sudah cerita " ucap Kevin mengelak
" tapi kamu juga lihat bukan saat mami jatuh , dan kenapa kamu membawa namaku , aku tidak tau apa apa , intinya aku tidak salah " ucap Bimo membelah diri sendiri
" istri ku kesakitan mi , makanya Kevin hanya fokus ke istri ku " ucap Kevin
" kenapa Oma marah marah sih , siapa suruh Oma jatuh dan tidur " ucap Alfa ikut ngomel
" Oma makanya kalau mau tidur bilang dulu biar gak bisa tau , Oma kalau tidur sembunyi sembunyi untung ada kakak yang lihat Oma " ucap Alfi
" ayo sayang kita tidur aja , biarkan mereka ngomel sampai mulut nya berbusa " ucap Aidil yang sudah pusing
" kakak mau sama aunty Dara biar bisa jaga dedek " ucap Alfa
" kalau Alfi mau sama aunty Dara aja deh " jawab Alfi yang membuat wajah Bimo dan Kevin seketika suram
" mami sudah , ayo mendingan kita ikut tidur " ucap Zei membuat mami Yani hanya pergi mendengus kesal
" ohh ya Nurul sama Rei dimana ?? tanya papi Zei yang tidak melihat putrinya dan Rei
" astaga , telfon mereka , tadi mereka satu mobil , bisa saja mereka sudah dirumah sakit " ucap Yuli
" sudah ku kabari dan katanya mereka langsung pulang saja , gak baik buat Nurul jalan lagi kesini malam malam , biasalah lagi hamil mudah " ucap Dara membuat mereka bernafas lega
" ayo aunty kita tidur , kakak sudah ngantuk " ucap Alfa
" Adek juga , aunty Dara ayo tidur " ucap Alfi membuat Bimo dan Kevin duduk lemas saling berpandangan
__ADS_1
" banyak kamar kosong buat kalian " ucap Bimo
" aku juga ikut tidur sama istri ku Alfa " ucap Kevin
" tidak boleh , uncle Kevin tadi bikin aunty sakit dan nangis " ucap Alfa Tegas
" om Bimo juga tidak bisa Adek percaya , jadi Adek yang jaga aunty " ucap Alfi yang semakin membuat mereka berdua prustasi
saat mereka sudah menghilang , Bimo dan Kevin hanya duduk di sofa merenungi nasib nya
" Kevin , apa kamu tidak ingin menjadikan mereka rendang ?? tanya Bimo
" siapa ?? tanya balik Kevin
" kedua anak cicak itu " jawab Bimo
" anak cicak ?? tanya Kevin bingung
" iya lah bapak tua , itu si bocah tengil itu berdua yang membuat kita harus menelan ludah disini " ucap Bimo
" Alfa dan Alfi maksud mu ?? tanya Kevin dan di angguki oleh Bimo
" kenapa mereka selalu membuat ku perustasi ,, apa karena gara gara si bos dulu membuat nya karena prustasi ya " ucap Bimo
" bisa jadi " jawab Kevin
" mending nonton bola sampai pagi , malam ini ada jadwal " ucap Kevin dan dengan semangat Bimo mengangguk
" mau taruh berapa? tanya Bimo
" sejuta " jawab Kevin
" oke " saut Bimo
__ADS_1