
waktu terus berputar hingga 1 jam berlalu Yuli dan calon keluarga kecilnya sampai dirumah sakit
perempuan tua tersebut langsung di masukan ke IGD
10 menit
20 menit
30 menit
ceklek
suara pintu dibuka oleh seseorang yang berpakaian jas berwarna putih membuat Kevin dan Yuli langsung berdiri dan bertanya kepada dokter
" dok gimana keadaan ibu saya ?? tanya Kevin cemas tapi tidak mendapat jawaban dari dokter
" Dok jangan buat kami tambah kwatir dong " ucap tegas Kevin
" pasien dalam ke adaan koma , serangan jantung nya kambuh semakin parah " ucap dokter tersebut yang membuat Kevin duduk dilantai lemas
__ADS_1
" dok tolong sembuhkan ibu saya berapapun biaya nya saya akan menanggung nya semua " ucap Kevin dengan buliran air mata
" kami tidak bisa berjanji akan hal itu , kami hanya sebagai perantara untuk menyembuhkan seseorang dan yang mengaturnya adalah sang pencipta alam semesta ini , jadi bapak dan ibu sebaiknya berdoa untuk kesembuhan pasien " ucap dokter tersebut melangkah pergi meninggalkan Yuli dan Kevin
" kenapa cobaan ini datang bertubi tubi ,apa ini hukuman buat kami Tuhan , " ucap Kevin lirih
" paman sebaiknya kita doa kan supaya nenek cepat sembuh" ucap Yuli dan diangguki oleh Kevin pamannya
dua hari berlalu , perempuan tua yang belum sadarkan diri sudah dipindahkan ke ruang inap
Aidil yang harus bekerja pulang ke kota bersama Bimo lebih dulu meninggalkan Yuli dan kedua putranya
" paman sebaiknya paman pulang saja dulu istirahat , dari kemarin paman kurang tidur sampai mata paman seperti itu " ucap Yuli ke Kevin
" paman tidak meninggalkannya , paman hanya pulang sebentar baru datang lagi nanti ,biar Yuli yang jaga " ucap Yuli yang membuat Kevin berdiri dari tempat duduknya tanpa mengeluarkan sepatah kata
Alfa dan Alfi yang bermain di lantai rumah sakit , membuat keduanya bosan tiba tiba matanya terarah pada cairan yang menetes perlahan membuatnya jengkel
" aduh enapa ailnya Ambat angat etecnya cih ( aduh kenapa air nya lambat bangat menetesnya sih ) ucap kesal Alfa dan berdiri dari tempat duduknya
__ADS_1
Alfa berusaha memanjat ranjang perempuan tua yang sedang berbaring lemah
Alfi yang melihat kakaknya memanjat tidak mau kalah membuat nya ikutan juga
" adek akan alahkan akak anjat ,ciapa epat ia Enangnya ( adek akan kalahkan kakak manjat ,siapa cepat dia menang ) ucap Alfi menantang Alfa
" akak idak au ,akak ecal cama ail yang etec di atac tellalu Ambat ( kakak tidak mau ,kakak kesal sama air yang netes di atas terlalu lambat ) ucap Alfa yang membuat Alfi menoleh ke arah yang disebut kan kakaknya
mereka berdua memanjat dengan segala kekuatan dan otak yang mereka miliki sang kembar berhasil naik ke atas tempat tidur
Yuli yang baru keluar dari WC dikagetkan dengan kedua putranya yang sudah tidak ada di lantai hanya meninggalkan mainan
tiba-tiba pandangan Yuli terarah pada bocah yang sedang bediri di atas ranjang orang sakit membuat Yuli melototkan matanya
" kakak , adek " teriak Yuli berlari ke arah kedua putranya
belum sempat Alfa memegang benda yang diincarnya suara yang dia takuti terdengar di kuping ke dua bocah tersebut
" kakak ,adek siapa yang suruh kalian naik ,?? tanya Yuli tegas membuat keduanya saling menunjuk
__ADS_1
" siapa yang benar " ucap tegas lagi Yuli
" biarkan cicitku melakukan apa yang dia mau " ucap perempuan tua yang berbaring dengan suara serakny