Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
sadarkan diri


__ADS_3

Yuli setiap harinya selalu mengajak bicara suami nya tapi hanya air mata Aidil yang merespon


Alfa dan Alfi juga selalu mengajak bicara Deddy nya


besok adalah ulang tahun ke 4 Alfa dan Alfi tapi Aidil masih belum membuka matanya maupun menggerakkan anggota badannya


Yuli melangkah dan duduk di samping suaminya


" mas besok adalah ulang tahun ke 4 anak kita , apa kamu tidak ingin merayakan nya atau memberikan mereka berdua hadiah" ucap Yuli


" aku sudah sengsara mas , jadi tolonglah untuk bangun , apa kamu masih belum mendengar tangisan kedua putra kita tiap hari nya di dalam sini , mereka menangis karena merindukanmu mas , jadi Yuli minta tolong sama mas , bangun lah Alfa dan Alfi sangat merindukan mu , dan barusan mereka tidak mau pulang ke hotel karena ingin tidur denganmu tapi aku memaksa mereka untuk ikut bersama mami dan papi aku sungguh tidak tega melihat mereka berdua saat bersedih " lanjut Yuli dengan air mata yang kembali mengalir


" bangun mas ,hiks..hiks.. apa kamu belum puas membuat kami sengsara seperti ini , aku benci kamu mas hiks..hiks , tolong bangun , Alfa dan Alfi merindukan mu begitu pun denganku hiks...hiks..aku janji jika kamu bangun aku akan memberikan mu apapun yang kamu minta hiks..hiks aku hanya ingin melihat mu seperti biasanya jangan seperti ini aku sangat benci hal seperti ini " lanjut Yuli menumpahkan semua air matanya dan memeluk tubuh suaminya


Yuli tidak memperhatikan jika jari suaminya sudah sedikit bergerak , Yuli menyembunyikan wajahnya di dada suaminya dengan air matanya yang tak ada henti hentinya


Yuli kaget karena merasakan ada sesuatu yang memegang punggungnya membuat nya segera melepaskan pelukannya dan menoleh ke arah suaminya yang sudah membuka matanya seketika Yuli mematung , apakah ini hanya mimpi atau halusinasi " kira kira itu yang ada dipikiran Yuli saat ini

__ADS_1


air mata Yuli semakin mengalir saat melihat orang yang selalu dikhawatirkan Tersenyum manis kepadanya ,


Yuli masih mematung menatap suaminya yang tersenyum manis kepadanya , seakan tubuh Yuli tak bisa bergerak


" aku bangun sayang " ucap Aidil dengan suara pelan yang dipaksakan


Yuli seketika kembali memeluk badan Aidil dengan air mata bahagia


" mas apa ini kamu ?? tanya Yuli yang masih tidak percaya didalam pelukan Aidil


" mas aku rindu denganmu hiks..hiks.., jangan seperti ini lagi hiks..hiks.." ucap Yuli dengan rasa bahagia nya yang tak terhingga


" iya sayang, aku juga merindukan mu dan anak anak kita " jawab Aidil masih dengan suara pelannya


" apa kamu tau mas Alfa dan Alfi selalu menangis dan memeluk mu " ucap Yuli


" aku tau sayang , aku sungguh mendengar nya tapi aku tidak bisa menggerakkan anggota badanku sama sekali " saut Aidil dengan suara pelan

__ADS_1


" apa benar besok ulang tahun putra kita ?? tanya Aidil lirih


" iya mas " Jawab Yuli yang masih memeluk suaminya seakan dia takut ditinggal kan


" maaf kan aku , aku bukan orang tua yang baik , seharusnya aku tidak membuat kalian seperti ini " ucap lagi Aidil yang membuat Yuli segera menggeleng kan kepalanya cepat


" jangan ngomong seperti itu mas , kamu adalah suami dan ayah yang baik " ucap Yuli masih dalam pelukan Aidil


" aku tidak mempunyai hadiah buat kedua putraku " ucap Aidil lirih


" suamiku tidak perlu memberikan hadiah , karena dengan kamu sudah sehat saja mereka akan sangat senang dari pada kado ulang tahun , kesembuhan mu adalah kado ulang tahun Alfa dan Alfi " ucap Yuli


" sayang badanku masih sakit jadi jangan terlalu erat peluknya " ucap Aidil yang membuat Yuli segera melepaskan pelukannya


" maaf mas ,apa ada yang sakit ?? tanya Yuli


" ohh astaga aku lupa memanggil dokter " lanjut Yuli dan segera memencet tombol

__ADS_1


__ADS_2