
sesampainya di Rumah sakit Zei langsung menggendong Dara meninggalkan istri nya begitu saja , Zei sudah tau dimana dia akan meletakkan Dara , dia berfikir jika tempat lahiran Putri nya sama saja.
disana Yuli dan kedua anak nya sudah menunggu
" wah Kai kuat , bisa gendong aunty yang perutnya besar " ucap Alfa
" kai Adek mau juga digendong " rengek Alfi tapi tidak didengar kan oleh Zei yang sudah sangat panik
" Alfa Alfi diam lah , itu kalian pergi ke Oma yang baru kesini , jagain Oma biar tidak pingsan lagi " ucap Yuli menunjuk ke arah mami Yani yang terlihat berjalan tergesa-gesa
Alfa dan Alfi segera berlari ke arah oma nya sedangkan Yuli sudah ikut ke dalam ruangan persalinan
" Dokter cepat tangani putri ku dia mau melahirkan " ucap Zei dan meletakkan Dara di atas tempat tidur rumah sakit ( lupa namanya kalau gak salah bet ya hehe )
" iya pak , sabar saya mengecek kesehatan untuk putri bapak melahirkan " ucap Dokter
tak lama pintu kembali terbuka dan terlihat mami Yani yang sedang menggendong kedua anak kembar dengan wajah penuh keringat
" kenapa kalian Sangat merepotkan , mami sudah tua masih mau minta gendong seperti Dara hah " ucap mami Yani mengatur Nafasnya
__ADS_1
Mami Yani menoleh ke Arah Dara yang masih meringis kesakitan membuat nya segera melangkah kesana dengan wajah khawatir nya
" Dok cepat bantu Dara melahirkan , aku sudah gak sabar " ucap mami Yani
" maaf Bu , tapi ibu nya masih baru pembukaan awal dan kalau boleh tau suaminya dimana ?? tanya dokter Tersebut
" entahlah itu si Bimo , dia cuma ngandelin Otong nya gak make otak , bisa bisanya istri nya ditinggal padahal sudah tau kalau istri nya sudah mengandung 9 bulan " omel mami Yani
" Mami " ucap tegas suami nya dengan sedikit ditekan
" ibu yakin mau melahirkan Normal ?? tanya dokter ke Dara dan di angguki oleh Dara
" Ayo Dara , aku bantu " ucap Yuli
Dara mulai melangkah pelan sambil memegang perutnya sedangkan Yuli membantu menopang tubuh Dara
" aunty kok lama banget jalan nya , coba lihat kakak " ucap Alfa mulai berlari didalam sana diikuti oleh Alfi
" hahahaha cucu mami memang pintar , pintar bikin contoh yang tidak dapat ditiru , tu Dara lihat cucuku , lari lah biar cepat selesai ahahahah " ucap mami Yani tertawa Berbak bahak
__ADS_1
" Alfa Alfi , diam , sana duduk " ucap Yuli tegas dan mata yang melotot ke arah mereka berdua
Kedua anak kembar itu hanya bisa pasrah melihat Dara dan bundanya hanya bolak balik sedari tadi
" Aunty kenapa gak keluar saja jalannya sekalian beli eskrim " ucap Alfa
" Alfaaaaa " ucap lagi bundanya tegas
" Mami bawa cucu mu keluar , dan mami juga gak usah masuk lagi ,temani saja mereka " ucap Zei
" kok mami ?? tanya istri nya ngeggas
" mami tolong ya " ucap yuli dengan suara memohon membuat mami Yani hanya bisa pasrah
" Jangan lupa mi , hubungi Aidil sama Bimo , hubungi trus sampai mereka aktif " ucap suaminya
" ya bawel " ucap kesal istri nya
" kai bawel " ucap Alfa
__ADS_1
" nanti marahi Kai ya Oma biar gak nakal nakal lagi sama kita " ucap Alfi dan di angguki oleh Oma nya