
Siska yang ada di dalam kamar dilanda kebingungan ,apalagi ada banyak foto anak laki laki yang berseragam SMA memegang golok seperti anak beserangan
" apa ini foto Kevin saat SMA " ucap Siska pada dirinya sendiri sambil tersenyum
" dia sangat lucu " ucap lagi Siska yang membuat Kevin yang mengintip nya melayang layang seakan ucapan Siska hanyalah mimpi
" *apa yang barusan dia ucapkan , oh tuhan semoga pendengaran ku barusan tidak lah salah dan mudah mudahan ini bukanlah mimpi " gumam Kevin ber doa
Siska* kembali mengambil sebuah foto yang terletak di meja
" ini foto nek Vivin apa ini suaminya dan siapa anak yang memakai seragam SMA yang dicoret coret mungkin sudah lulusan, wah ada anak bayi digendongan bocah ini " ucap Siska lagi dan matanya tertuju pada tulisan yang ada di belakang " ibu ,bapak , dalvin dan Kevin " tulisan yang ada di belakang bingkai
" apa yang memakai seragam SMP ini ayahnya Yuli dan bayi ini Kevin " ucap Siska pada dirinya sendiri
" ayahnya Yuli ternyata ganteng " ucap Siska
" aduh kalau aku Siska gimana ganteng gak " ucap Kevin pelan masih mengintip
" *tidak kamu jelek "
" mata kamu seperti nya salah "
" tidak kok kamu memang jelek,bau lagi* "
__ADS_1
Kevin yang sedari tadi tidak menyadari kedatangan seseorang tiba tiba kaget dan refleks masuk ke dalam kamar Siska
" wahahahaha " tawa Aidil pecah
" aiddiiiiiilllll " teriak Kevin emosi
" yang ganteng siapa paman hahahaha " sindir aidil yang membuat Kevin salah tingkah
" kamu ngomong apa sih " ucap Kevin pura pura tidak tau
" loh Kevin kok masih ada disini ?? tanya Siska
" anu , itu tadi , emm oh iy mau ngambil sesuatu tapi gak jadi " ucap Kevin gugup yang membuat Aidil menahan tawanya
" kami permisih ya Siska " ucap Kevin dan menarik Aidil membuat Siska menggaruk kepalanya yang tidak gatal
" apa apaan sih paman ,tangan mu bau burung " ucap Aidil meludah ludah
" hei kurang ajar awas ya kalau sampai kamu bocorin ke pada orang lain tentang tadi apalagi Siska itu jangan sampai terjadi" ucap Kevin mengancam
" terus kalau aku gak mau gimana ?? ucap Aidil santai
" kau kamu gak mau aku tidak akan mau jadi wali Yuli " ucap Kevin yang membuat Aidil melototkan mata nya
__ADS_1
" loh paman , ampuni orang gagah ini paman " ucap Aidil memohon yang membuat Kevin tersenyum kecut
" hahah akhirnya aku gagal menikah " sindir Kevin
" paman jangan begitu lah , bagaimana kalau kita bekerja sama "?? tanya Aidil yang membuat Kevin menatapnya serius
" bekerja sama bagaimana ?? tanya Kevin bingung
" begini paman harus mau jadi wali Yuli dan aku akan membantu paman mendekati kak Siska gimana ?? tanya Aidil yang membuat Kevin salah tingkah
" buat apa kamu dekatin aku sama kakak mu , aku tidak menyukainya " ucap Kevin sok jual mahal
" yaudah terserah paman saja kalau tidak menyukainya, padahal aku sudah berharap tapi ternyata tidak sesuai dengan harapan ku paman , kalau begitu kakak aku kenalkan saja lah pada temanku yang sudah lama menyukai kak Siska " ucap Aidil pura pura tidak melihat ke arah Kevin
" jangan " refleks Kevin
" paman kenapa ,apa masih sehat ?? tanya Aidil tersenyum kecut
" sebenarnya paman kayak jatuh hati deh ke Siska pada pandangan pertama , setiap aku melihat matanya hati ku bergetar getar seperti hatiku sedang gempa bumi dan apa kamu tau sebenarnya aku ingin menyampaikan isi hati ini tapi apalah daya ku sebagai orang yang belum perna pacaran " ucap Kevin panjang lebar yang membuat Aidil yang mendengar nya merasa jiji
" mungkin hati paman hancur terkena gempa bumi " ucap polos Aidil
" apa kamu bilang barusan " ucap Siska yang baru muncul
__ADS_1