
Kevin didalam kamar hanya bisa menatap kosong ditemani lagu
Hu-u-u-u ...
Hu-u-u-u ...
Hu-u-u-u ...
Kata pujangga
Cinta itu luka yang tertunda
Walau awalnya selalu indah
Bila bukan jodohnya
Siap-siap 'tuk terluka
Hmm-mm-mm ...
Lebih baik bangun cinta
Daripada jatuh cinta
Jatuh itu sakit
Bangun itu semangat
Lebih baik bangun cinta
Daripada jatuh cinta
Meski tak mudah
Namun cinta
Jadi punya tujuan
Kata pujangga
Bangun cinta itu tak semudah
Tak secepat hati jatuh cinta
Namun bila jodohnya
Kita pasti bahagia
Hu-u-hu ...
Lebih baik bangun cinta
Daripada jatuh cinta
__ADS_1
Jatuh itu sakit
Bangun itu semangat
Lebih baik bangun cinta
Daripada jatuh cinta
Meski tak mudah
Namun cinta
Jadi punya tujuan
Sampai kapan bermain cinta (bermain cinta)
Kuingin bahagia (bahagia)
Tetap selamanya
Untukku
Hu-u-u-hu ...
U-u-u-u-uh ...
Lebih baik bangun cinta (cinta)…
" kamu pasti bisa Kevin , walaupun Siska yang pertama kalinya membuat mu jatuh cinta tapi jangan putus asa kamu harus bisa bahagia walaupun tanpa dirinya " lanjut Kevin menyemangati dirinya sendiri
di lain kamar Siska terus menangis air matanya tak ada habis habisnya
tok
tok
tok
suara ketukan pintu membuat Siska segera berlari ke westafel dan membasuh wajahnya
" iya sebentar" teriak Siska
ceklek
Siska membuka pintu dan melihat adiknya yang berdiri didepan pintu
" Nurul ada apa ?? tanya Siska berusaha menyembunyikan wajahnya yang sedih
" hmm kita akan pulang kak " ucap Nurul
" apa kita akan pulang sekarang?? tanya Siska dan diangguki oleh Nurul
" baiklah tunggu sebentar " ucap Siska kembali masuk dan menutup pintunya
__ADS_1
Siska kembali menetes kan air matanya dibelakang pintu
" kenapa jadi begini tuhan " ucap Siska lirih
" aku ingin bertemu kak Kevin sebelum aku pergi ,aku ingin membuat nya tak berangkat ke luar negeri " ucap Siska mengambil hpnya dan menghubungi Kevin
tak lama kemudian suara dari balik telfon kedengaran
" hallo " ucap dari sana dengan suara pelan
" kekamar ku lah sebentar" ucap Siska langsung mematikan hp nya
tak lama suara ketukan pintu membuat Siska langsung membuka pintu
tanpa melihat orang yang didepan pintu nya Siska langsung menarik tangannya masuk
" kak kenapa main narik narik ?? tanya Nurul bingung
saat melihat siapa yang ditariknya Siska segera menghapus air matanya cepat
" kakak kenapa menangis?? tanya Nurul pura pura tidak tau
" tidak apa tadi kelilipan saja " ucap Siska pura pura menggosok matanya
" ohh " ucap singkat Nurul
" ada apa ?? tanya Siska
" hanya mau manggil kakak lagi karena mami sama papi sudah menunggu" ucap Nurul merasa ikut sedih melihat kakaknya seperti ini
" duluan lah aku siap siap dulu " ucap Siska dan diangguki oleh Nurul
tak lama setelah Nurul keluar ketokan pintu lagi yang membuat Siska menenangkan dirinya takut jika bukan Kevin yang mengetok
ceklek
ternyata Kevin yang berdiri di depan pintu , Siska segera menarik tangan Kevin masuk
" Siska langsung memeluk Kevin Erat seperti tak ingin di tinggalkan
" ada yang bisa kubantu ?? tanya kevin berusaha tersenyum
" aku harap kamu tidak pergi " ucap Siska lirih dipelukan Kevin
" aku akan pergi besok aku mempercepat nya " ucap Kevin yang membuat Siska menatap nya sangat sedih
" apa secepat itu ?? tanya Siska dan diangguki oleh Kevin
Siska membuka satu per satu kancing bajunya membuat Kevin menatapnya bingung
" kamu ngapain ?? tanya Kevin
" lakukanlah agar aku bisa menjadi milikmu " ucap Siska dengan suara serius membuat Kevin menggeleng kan kepalanya
__ADS_1