
kini Aidil dan Yuli melajukan mobilnya menuju ke rumah utama mereka ingin memberikan berita gembira kepada kedua orang tuanya
tak butuh waktu terlalu lama mereka sudah sampai di depan rumah megah dan besar tersebut
saat membuka pintu rumah senyuman dari bibir Aidil dan Nurul tidak perna pudar sampai melihat kedua orang tuanya sedang menonton sinetron dengan segera Nurul berlari dan memeluk Yani dan zei
Yani dan zei yang melihat putrinya menangis dan putranya tersenyum bingung ,
" apa yang terjadi ?? tanya zei serius
Nurul yang tidak bisa berkata kata karena terlalu bahagia membuat Aidil yang harus bercerita .
" Aidil kamu apakan Nurul sampai nangis seperti ini " ucap tegas Yani yang membuat Aidil melototkan matanya
" mi bukan aidil yang buat dia menangis " jawab Aidil cepat
" trus siapa lagi kalau bukan kamu " ucap zei
" serius Pi bukan aku ,Nurul itu bahagia Pi " ucap Aidil yang membuat Yani menarik telinganya
aduh ,duh ,sakit mi ,ampun " ucap Aidil meringis kesakitan
__ADS_1
" gimana ceritanya bahagia kalau dia nangis seperti ini " ucap Yani yang masih belum melepas telinga Aidil
" aduh mi , lepas dulu makanya biar ku jelaskan " ucap Aidil dan dengan segera maminya melepaskan
" cepat beri tahu apa yang terjadi" ?? tanya Yani lagi
" jadi begini mi , sebenarnya Nurul itu bukan menangis dia itu lagi sangat bahagia mi ........aduh ,duhhh mi sakit, ampun ,mi tolong lepas mi sakit " ucapan Aidil terpotong karena Yani langsung menarik kembali telinganya
" dasar anak bodoh , apa kamu gak bisa bedain orang yang lagi bersedih dengan orang yang lagi bahagia " ucap Yani
" mami tolong lepasin baru ku jelaskan , tadi belum selesai " teriak Aidil memegang telinganya yang sudah memerah
" sebenarnya Nurul itu bukannya sedih tapi dia bahagia , saat melihat tangan maminya terangkat lagi ,Aidil dengan segera memundurkan langkahnya" mi belum selesai jadi jangan main tarik telinga sembarangan ya " ucap Aidil dengan segera Yani langsung mematuhi tapi dengan wajahnya yang kesal
" ya iya mami tau kalau dia lagi nangis gak usah di kasih tau lagi ,yang mami tanyakan itu kenapa dia nangis ,gimana sih kamu kalau soal bisnis kamu nomor 1 tapi kalau soal begini kenapa otak kamu itu bisa loading kaya gitu " ucap Yani tegas yang membuat Aidil menggaruk kepalanya yang tidak gatal dia tidak tau harus menjelaskan nya kaya apa
" aduh mi kaya apa aku mau jelasin jika kata kataku belum selesai mami lebih dulu memotongnya" ucap Aidil kesal
" baiklah mami akan diam tapi awas kamu mengucapkan kata kata yang membuat mami emosi " ucap Yani dan dengan pasrah Aidil menganggukan kepalanya
" gini mi Nurul itu menangis gara gara terharu dan aku juga sangat bahagia mi .....ucapan Aidil kembali terpotong karena maminya langsung meninju perutnya
__ADS_1
bukk
" aduh ,sakit " ucap Aidil meringis kesakitan
" ahh sakit ,baru tau kau rasa tinjuan mami kalau lagi emosi seperti ini , mau lagi hah , mau di tambah di wajah atau di mulut agar tu mulut gak bisa ngomong hal hal yang bodoh seperti kamu hah " ucap Yani penuh emosi
" mami, kak Siska masih hidup hiks...hiks " ucap Nurul pelan dan kembali menangis dalam pelukan papinya
Yani yang mendengarnya sekilas hanya bisa mematung
" apa mami bisa mendengarkannya lagi , apa mami tidak salah dengar dan apa itu hanya bisikan mahluk halus saja " ucap Yani
" mi itu yang Aidil mau jelaskan dari tadi tapi mami selalu narik telingaku saat sudah di tengah tengah cerita " ucap Aidil
" jadi cepat mami mau dengar dengan jelas " ucap Yani dengan air mata yang sudah jatuh begitu saja diikuti zei
" sebenarnya Nurul terharu karena kak Siska sebenarnya masih hidup ,dan kami baru saja bertemu dengannya " ucap Aidil yang membuat Yani langsung terjatuh kelantai
" mi ,mami kenapa " ucap Aidil sambil menampar pelan pipi maminya
" cepat ambilkan minyak " pintah zei dan dengan segera Aidil langsung berlari mencari minyak
__ADS_1
tapi saat disuruh mengambil minyak , bagitu kagetnya zei dan Nurul saat melihat Aidil membawa dua bungkus minyak goreng dua liter
" aidilllllllll ,bukan itu , memangnya kamu mau goreng mamimu " teriak zei kesal yang membuat Aidil bingung tapi tak lama kemudian Nurul datang membawa minyak kayu putih dan dengan segera zei mengoleskan didepan hidung yani