
tak lama kemudian datang lah seorang dokter dan beberapa perawat
" dok tolong periksa suami saya ,dia baru saja sadar , cek semua anggota badannya , cek juga Otong nya siapa tau terluka " ucap Yuli panjang lebar yang membuat suaminya membulatkan matanya
" dok tidak perlu saya sudah sehat " ucap Aidil yang malu dengab ucapan istri nya barusan
" gak bisa dok , cepat periksa , mas jangan membantah ikuti kemauanku ini demi kebaikan mu " ucap tegas Yuli dan dengan terpaksa Aidil pasrah
setelah memeriksa Aidil Yuli kembali bertanya bertubi tubi ke dokter
" dok apa suami saya baik baik saja , apa otaknya tidak terbalik atau gimana , dan apa si Otong nya baik baik saja ??? tanya Yuli lagi yang membuat sang dokter menahan tawanya berbeda dengan Aidil yang wajahnya sudah memerah
" suami anda baik baik saja Bu , tapi kalau soal Otong ibu bisa periksa sendiri " ucap sang dokter dan melangkah pergi
Yuli begitu bodohnya menuruti apa yang katakan oleh dokter barusan
" mas apa kamu dengar yang dikatakan oleh dokter barusan , cepat buka celanamu biar aku cek si otongmu " pintah Yuli ke Aidil yang menggeleng gelengkan kepalanya
" sayang jangan membantah jika terjadi apa apa denganmu aku pasti yang khawatir " ucap Yuli
" sayang gak usah aku bilang " ucap Aidil
" sayang aku merindukan mu " ucap Aidil lirih
__ADS_1
Yuli segera kembali memeluk badan suaminya
" aku juga mas ,jangan seperti ini lagi " ucap Yuli lirih dalam pelukan Aidil
" sayang aku tadi mendengar mu berjanji tau " ucap Aidil
" janji apa ?? tanya Yuli bingung
" akan melakukan apapun yang aku suruh saat aku sudah sadar " ucap Aidil Tersenyum penuh kemenangan
" tidak ,aku tidak mengucapkan kata-kata seperti itu ,mungkin kamu hanya mimpi karena terlalu merindukan diriku " elak Yuli
" baiklah jika kamu tidak mengakuinya , aku tidak mau lagi bicara denganmu aku akan kembali pergi " ucap Aidil yang membuat Yuli langsung memeluk nya dengan tangisan nya yang kembali mengalir
" jangan mengucapkan kata kata bodoh seperti itu ,sudah cukup kamu membuat kami khawatir , aku memang mengatakan nya dan aku akan mematuhi mu apapun yang kamu suruh " ucap Yuli
" baiklah aku akan meminta kamu untuk melayaniku , jadi cepat lah " pintah Aidil yang membuat Yuli melototkan matanya tidak percaya
" mas apa kamu masih waras ?? tanya Yuli
" apa kamu pikir aku sudah gila ?? tanya balik Aidil
" seperti begitu mas " ucap Yuli
__ADS_1
" cepatlah aku tak sabar memakan mu sampai kamu tak berdaya hahahha " ucap Aidil dan Dilanjutkan oleh tawanya
" aduh sakit " pekik Aidil memegang kepalanya
" na kan makanya jangan banyak bicara dulu " ucap Yuli panik
" sayang aku mau sekarang juga , cepat lah sini " pintah Aidil seperti orang yang sudah sehat saja
" mas aku akan melayani mu nanti jika kamu sudah sembuh total , aku akan melayani mu sampai kamu puas " ucap Yuli dengan suara menggoda membuat Aidil semakin tak sabaran sembuh
" apa kamu berjanji?? tanya Aidil
" iya sayang , aku sangat berjanji , jadi cepat lah sehat jika kamu mau tubuhku yang indah ini " ucap lagi Yuli menggoda Aidil
" sayang sudah cukup omongin itu , kamu membuat otongku marah " ucap Aidil menunjuk ke arah bawahnya yang menonjol membuat Yuli refleks berteriak dan memukulnya menggunakan tas nya yang ditaruh di samping suaminya berbaring
" ahhhggg " pekik Aidil sakit
" sayang kamu mau membunuhku " ucap Aidil menahan sakitnya yang sudah terasa sampai di perutnya
" maaf aku tidak sengaja " ucap Yuli dan meniup niupnya yang kembali membuat Aidil tambah prustasi
" jangan meniupnya kamu malah tambah membuat nya marah " protes Aidil lagi membuat Yuli segera berhenti meniup niupnya
__ADS_1
" mas omong omong , kamu kok sepertinya sudah sehat jasmani ?? tanya Yuli
" kepalaku saja yang sering nyut nyutan kalau bicara terlalu lama " ucap Aidil kesal