
kini Yuli dan Aidil sudah berada di atas pesawat pribadi milik Aidil ,Yuli yang berada di atas gemetaran karena baru pertama kalinya dia menaiki transportasi udara
Aidil yang melihat Yuli keringatan ingin rasanya dia menggenggam tangan Yuli tapi dia masih takut
" apa kamu takut ?? tanya Aidil tapi tidak mendapat jawaban dari Yuli
" baiklah sebaiknya kamu santai saja , kamu tinggal tidur saja pasti tak terasa pesawatnya Sampai " ucap Aidil
sekitar kurang lebih dua jam kini pesawat mereka lepas landas
aidil dan Yuli langsung menuju ke hotel milik Aidil setelah dijemput oleh orang suruhan nya
Aidil segera menunjukan kamar milik Yuli yang dia sudah pilih agar berdekatan dengan kamarnya
" ini kamar kamu ," ucap Aidil
" baiklah , terimakasih" ucap Yuli
" kalau perlu sesuatu jangan sungkan untuk memanggil ku kamarku di sebelahnya " ucap Aidil yang membuat mata Yuli melotot
" sebaiknya kamar saya diganti saja ,gak enak kalau kamar bos berdekatan dengan kamar seorang sekertaris" ucap Yuli menolak
" semua sudah full sisa ini saja yang kosong tapi jika kamu gak mau kamu bisa tidur di lantai depan pintuku " ucap Aidil yang membuat Yuli kesal
" memangnya aku ini kucingmu atau anjingmu kamu suruh tidur di depan pintu " ucap tegas Yuli
__ADS_1
" terserahmu saja mau ngaggap apa , tapi jika kamu masih mau berdiri disitu awas takutnya nanti kakimu ber akar kelamaan berdiri " ucap Aidil santai masuk kedalam kamarnya
didalam kamar Aidil langsung memegang dadanya yang berdetak sangat cepat semenjak berdekatan duduk di pesawat tadi
" kenapa dadaku seperti mau meledak saja sampai detaknya seperti ini " ucap Aidil menarik nafasnya kasar dan membuangnya pelan
Yuli yang kesal memilih masuk kedalam kamar hotel tersebut
sesampainya didalam Yuli langsung membersihkan badannya tak butuh waktu terlalu lama Yuli sudah selesai dengan aktifitas mandinya
Yuli keluar hanya dengan menggunakan handuk yang dililitkan
Ting
suara bel membuat Yuli langsung berjalan ke arah pintunya dan membukanya
saat membuka ternyata yang memencet bel adalah Aidil
Aidil yang melihat Yuli hanya menggunakan handuk hanya bisa menelan silivnya kasar
" ada apa ?? tanya Yuli yang belum sadar kalau dia hanya menggunakan handuk
mata Aidil tidak perna lepas dari pemandangan yang ada didepannya membuat Yuli heran apa yang bosnya lihat di pun mengikuti arah yang diperhatikan bosnya dan ternyata terarah pada dirinya
Yuli langsung sadar kalau dia hanya menggunakan handuk dengan refleks Yuli langsung menutup pintunya dengan keras membuat Aidil yang masih mematung didepan pintu terkena benturan yang keras dibagian jidatnya
__ADS_1
Yuli yang sudah menggunakan pakaian rapih langsung berjalan ke arah pintunya dan membukanya
tapi Yuli sangat kaget saat melihat bosnya tergeletak di lantai jidat yang benjol dan bagian tengahnya juga benjol
" astaga kok bisa benjol seperti ini " ucap Yuli panik karena panik tak sengaja tanganny menyentuh bagian yang menonjol di bagian bawah perut Aidil
" apa ini keras ,apa benjol juga" ucap Yuli penasaran
karena penasaran Yuli memencet mencetnya menggunakan jari telunjuknya
" kok benjolnya bisa gerak gerak sih " ucap Yuli pada dirinya sendiri
karena penasaran Yuli langsung menekannya menggunakan telunjuknya membuat Aidil yang pingsan langsung bangun dan berteriak
" ahhhhhhhhhggggg" teriak Aidil dan dengan refleks tangan Yuli langsung meninju wajah Aidil karena Yuli sangat kaget melihat wajah Aidil yang tiba tiba ada di sampingnya sambil berteriak
Aidil kembali pingsan setelah mendapat pukulan maut dari ibu mudah membuat ibu mudah tersebut bingung dan dengan kebetulan sacuriti yang sedang mengecek hotel lewat
" pak tolong pak " teriak Yuli dan dengan segera sakuriti tersebut berlari ke arah Yuli
" ya ada apa Bu ?? tanya sakuriti tersebut
" tolong angkat masuk pak dia lagi pingsan " pintah Yuli
sacuriti tersebut langsung melihat yang pingsan dan ternyata bos pemilik hotel dan dengan segera sakuriti tersebut membawanya masuk ke dalam kamar Yuli
__ADS_1