
mereka berempat duduk dengan wajah yang sangat serius kecuali sang kembar yang entah apa yang dikerjakan keduanya
" jadi aku mau kalian berdua ceritakan lebih detail dan jelas kenapa kalian bisa sampai mau menikah ?? tanya Yuli dengan nada serius
Dara menoleh ke arah Bimo dia tidak bisa menceritakan yang sebenarnya terjadi
Bimo yang tau dengan tatapan Dara kepadanya hanya menghembuskan nafas nya pelan
" aku akan menceritakan semuanya " ucap Bimo dan diangguki oleh pasangan suami istri tersebut
" pada malam itu saat bos kecelakaan aku langsung bergegas ke rumah sakit dan sampai nya kesana aku sangat hancur mendengar jawaban mami dan papi bos yang katanya bos dalam kondisi kritis , aku tak sanggup lagi menahan air mataku dan berlari ke luar rumah sakit untuk menenangkan hatiku , jujur saat itu aku sangat hancur mendengar berita tentang bos yang dulu menolongku mengalami kecelakaan , aku duduk ditaman sendiri an tapi tiba tiba Dara datang duduk disamping ku , kami sedikit berbincang bincang tapi Dara mendapat telfon dari seseorang aku juga tidak tau siapa , Dara langsung pergi begitu saja meninggalkan bunga yang ingin dibawakan oleh ibunya , aku tak tau mengapa aku mau mengejar Dara sambil membawa bunga yang ditinggalkannya , saat Dara ingin masuk ke ruangan ibu nya dirawat aku masih sempat memanggil nya tapi Dara tidak mendengar nya dan langsung masuk ke ruangan ibunya , aku ikut masuk membawa bunga tersebut ,saat aku membuka pintu mata ku pertama kali melihat Dara yang duduk di samping tempat ibu nya berbaring lemah , aku melangkah kan kakiku ke arah Dara dan langsung memberikan bunga yang ditinggalkannya didepan ibunya yang membuat ibu Dara salah paham , ibu Dara langsung memberikan amanat kepadaku untuk menikahi Dara dan menjaganya dengan baik seperti dirinya , begitu pun dengan Dara , sebelum ibunya meninggal dunia Ibunya mengatakan kepada Dara untuk menjadi istri yang baik untukku begitu pun sebaliknya , dan aku belum sempat mengatakan yang sejujurnya hingga akhir hayat beliau , tapi aku sudah mengiyakan yang diperintahkan oleh ibu Dara ,aku sudah memutuskan untuk menikahi nya walaupun cinta kami berdua belum tumbuh tapi aku yakin seiring berjalannya waktu cinta itu akan timbul dengan sendirinya " cerita Bimo menjelaskan kejadian yang sebenarnya terjadi
__ADS_1
Bimo menoleh ke arah bosnya yang sedang menahan tawanya yang tentu saja membuat Bimo sangat kesal
" apa benar begitu Dara ?? tanya Yuli dan diangguki oleh Dara
Aidil cekikikan mendengar cerita Bimo dia menoleh ke arah yang lain agar wajahnya tidak dilihat oleh istrinya
" Dara aku ingin bertanya kepada mu , apa kamu tidak keberatan jika kamu menikah dengan Bimo ?? tanya Yuli dan dengan pelan Dara menggeleng kan kepalanya
" terserah Bimo saja " jawab Dara
" aku akan menikahinya , aku tinggal menunggu janji dari suami Nona " jawab Bimo yang membuat Aidil membulatkan matanya
__ADS_1
" hah " ucap Yuli bingung
" janji apa yang telah dijanjikan dia ?? tanya Yuli
" bos yang akan menanggung semua saat kami menikah " jawab Bimo santai yang kembali membuat Aidil panik
" kenapa mesti cerita sama dia sialan " gumam Aidil panik
" apa benar mas ?? tanya Yuli dan dengan pelan Aidil menganggukan kepalanya sambil cengingisan takut jika istrinya marah
" ternyata kamu ada baiknya juga mas , segera lah menikah kalau begitu , suamiku akan menanggung semuanya " ucap Yuli Tersenyum tipis yang tentu saja membuat Aidil dan Bimo kaget
__ADS_1
Aidil kaget karena dikira istrinya akan marah tapi ternyata istrinya malah senang berbeda dengan Bimo yang kaget sekalian kesal karena bos nya tidak dimarahi oleh istrinya tentu saja itu adalah momen yang ditunggu tunggu Bimo untuk melihat bosnya terdiam di ceramai habis habisan