
Bimo melihat ke arah kedua anak kembar yang sudah seperti punya nyali berdiri di depannya dengan kedua tangan nya yang disilangkan di dada nya serta wajah nya yang seperti sangat percaya diri tanpa ada rasa takut sama sekali
" apa kalian sudah punya nyali , dan apa kalian ingin seperti Deddy kalian yang om banting ke ......" ucapan Bimo terpotong oleh suara seseorang
" ke mana hah ?? tanya seseorang dengan suara menyeramkan yang seketika membuat Bimo refleks menoleh dengan wajah pucat
Bimo langsung cengingisan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal saat melihat orang yang sedang menatap nya dengan tatapan tajam
" kapan sampai nya bos ?? tanya Bimo cengingisan dengan suara yang sudah ketakutan
" apa yang kamu ceritakan tadi kepada putraku , seperti nya sangat asik , aku juga ingin mendengar nya " ucap Aidil
" anu bos , itu pas kita masih awal awal kenalan , apa bos lupa saat bos menendang saya sampai kecebur ke dalam selokan yang kotor , sungguh itu adalah pengalaman yang tidak pernah terlupakan ya bos " ucap Bimo
" ohh , tapi sepertinya saya tadi mendengar nya kamu membanting saya seperti cucian ke dalam selokan " ucap Aidil
" hahahaha bos bisa aja , mana mungkin saya bercerita hal yang tidak masuk akal itu " ucap Bimo ketawa seperti ada yang lucu
" om Bimo masa mau banting Adek sama kakak juga Deddy ke selokan ,kata om Bimo dulu Deddy pernah di banting ke selokan yang hitam ," ucap Alfi
__ADS_1
" dan om Bimo tadi Deddy masa mau lakban Adek di dinding , dan kata om Bimo biar jadi bapak cicak , bukan lagi anak cicak Deddy " ucap Alfa yang membuat Bimo hanya bisa menelan salivnya kasar
" ini bencana , anak cicak mulutnya ember " gumam Bimo
" apa benar yang dikatakan anak ku Bim ,dan apa kamu sudah lupa dengan ucapan istri ku jika kamu jangan pernah memanggil mereka dengan sebutan anak cicak " ucap Aidil tegas
" bos , Alfa dan Alfi memang suka jail dan bercanda jadi jangan didengar kan , mendingan kita masuk lalu minum kopi " ucap Bimo
" tidak usah mengalihkan pembicaraan om " ucap Alfa yang semakin membuat Bimo kesal
ini anak cicak satu pengen gue lempar betulan ya ke selokan , udah ngarang cerita tadi buat nakutin mereka agar mereka bisa takut padaku tapi kenapa ini bos sialan datang secara tiba-tiba " gumam Bimo
" Bunda " teriak Alfa dan Alfi berlari ke arah nya
" Bunda tadi om Bimo bikin Adek sama kakak menangis , Aunty juga hampir menangis karena om Bimo " ucap Alfi
" apa yang om Bimo lakukan kepada kalian , cepat katakan biar bunda yang hajar " ucap Yuli mencium pipi kedua anak nya
" wajah nya om Bimo merah semua pake yang bunda sering gunakan di bibir , mirip hantu Bun " ucap Alfa yang membuat Bimo membulat kan mata nya
__ADS_1
" kalian yang buat aku seperti itu anak cicak , " gumam Bimo
" apa benar yang mereka katakan Bim ?? tanya Aidil
" aduh bos , saya tidak bermaksud begitu tapi mereka yang mengerjai saya saat tidur , wajah saya di hiasi menggunakan pewarna bibir Dara , dan aku saja tadi ketakutan saat melihat wajah ku yang berwarna merah " ucap Bimo
" kakak Adek ?? ucap Yuli meminta penjelasan
" siapa suruh om Bimo bikin aunty marah karena foto sama Tante cantik " ucap Alfa
" ada Deddy juga Bun " ucap Alfi menambah kan membuat Aidil yang tadi nya kesal berubah seperti Bimo menjadi panik
" iya Bun , Deddy sama om Bimo foto bareng sama Tante cantik , ada di hp nya aunty Dara " ucap Alfa
astaga Lempar batu kena batu nya sendiri , kenapa mereka berdua lihat sih , aku kan cuma ingin membuat Bimo dimarahi biar tidak manja lagi sama istri nya " gumam Aidil
" kalian masuk berdua " ucap Yuli menunjuk ke arah Suami nya dan Bimo
" ini semua gara gara bos sih , kan kena sendiri kan ,untung aku sudah baikan sama Dara tadi gara gara foto yang kamu kirim " ucap Bimo yang semakin membuat Aidil panik , berarti cuma dirinya sendiri yang akan di seleksi
__ADS_1