
setelah kata kata yang dilontarkan Aidil kepada mami nya akhirnya Yani bisa menerima jika Aidil dan istrinya serta anak anaknya pindah
yang tentu saja membuat Aidil serta semua nya bernafas lega kecuali Kevin yang masih ragu ragu ingin meminta izin juga
seminggu telah berlalu semenjak Yani setuju dengan kemauan Aidil dan seminggu pula Aidil berangkat kerja sangat pagi dan pulang tengah malam yang tentu saja membuat Yuli sangat khawatir dengan suaminya takut jika terjadi apa apa dengan nya
jam menunjukkan pukul 11:00 tapi Aidil masih belum pulang bekerja , Yuli memilih untuk menunggu suaminya pulang karena dia ingin bicara , ya setiap malam Aidil pulang setelah Yuli tidur dan berangkat sebelum Yuli terbangun , dan jika Yuli menelfon Aidil tidak pernah mengangkat nya
terkadang Yuli pergi ke pojok kamar untuk menangis karena menurut nya dia sudah tidak di pedulikan lagi sama suaminya
zei dan Yani juga terkadang merasa kasihan melihat Yuli yang sedang termenung sendiri sambil berbicara dengan calon anaknya yang masih didalam kandungan nya
Yuli yang menunggu di sofa akhirnya tertidur karena matanya yang sudah tidak sanggup menahan rasa kantuknya
Aidil yang baru baru datang melihat Yuli tidur di sofa dengan posisi tidur yang berbahaya bagi kandungan nya segera menggendong Yuli ke kasur nya
saat meletakkan Yuli, Aidil kaget saat Yuli tiba tiba menangis dan berbicara walaupun matanya tertutup
__ADS_1
" apa kamu tau kalau deddy mu jahat , jangan seperti deddy mu nanti kalau sudah lahir jahat sama bunda " ucap Yuli dan air matanya sedikit keluar dari k kelopak matanya
Aidil yang mendengar nya tentu saja merasa kasihan dan setelah dia pikir pikir ternyata memang benar jika selama ini dia sangat sibuk sampai tidak memperdulikan Yuli dan Alfa Alfi lagi
" maaf kan aku " ucap Aidil mengecup kening Yuli lembut dan pergi ke kamar mandi membersihkan badan nya
.....
pagi harinya Yuli membuka mata dan melihat sekeliling nya t, lagi lagi Yuli menangis karena suaminya lagi lagi tidak memperdulikan nya
" jahat hiks..hiks " ucap Yuli memukul Mukul bantal nya
" itu bukan pukul tapi gigit " ucap seseorang yang baru keluar dari kamar mandi membuat Yuli menghentikan tangisannya dan menoleh ke sumber suara
seketika Yuli kembali menangis histeris dan berlari ke arah suaminya lalu memeluknya
Yuli memukul mukul dada bidang suaminya pelan dan tangisannya yang tak henti hentinya serta makian yang keluar dari mulutnya
__ADS_1
" mas Aidil jahat , tidak sayang lagi sama Yuli hiks..hiks " ucap Yuli dipelukan suaminya
" iya maaf " ucap Aidil mengecup kening istrinya dan mempererat pelukannya
" hiks..hiks..mas Aidil sudah tidak peduli lagi sama Yuli " ucap Yuli memukul mukul dada bidang suaminya
" lepas ..lepas hiks.. hiks " ucap Yuli tapi dia sendiri yang memeluk tubuh Aidil
" iya maaf , aku hanya ada kendala diperusahaan " ucap lagi Aidil melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Yuli
" jangan seperti itu lagi , aku seperti istri yang tidak memiliki suami " ucap Yuli kembali memeluk suaminya
" iya , " ucap Aidil tersenyum manis
" ayo main mas , Yuli kangen sama suami tak punya perasaan ku " ucap Yuli yang membuat Aidil pura pura tidak mengerti
" main apa ?? tanya Aidil pura pura bodoh
__ADS_1
" isshh mas , tidak jadi Yuli sudah tidak mau " ucap Yuli ketus
Aidil segera mencium Yuli dan membawanya ke tempat tidur dan terjadi lah penggoyangan kasur disana