
" a....... ucapan sang nenek terpotong karena ada suara mengetok pintu
tok
tok
tok
kevin segera bangkit dari tempat duduknya diikuti oleh Yuli yang penasaran dan ikut melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu dan membukanya
ceklek
Yuli dikagetkan oleh seseorang yang datang
" mas Aidil , Nurul ,kak Siska mami papi " ucap Yuli kaget dengan kehadiran mereka
" silahkan masuk " ucap lagi Yuli berusaha menenangkan kekagetan nya
" loh kok kaget gitu sayang" ucap Aidil mengedipkan sebelah matanya
" iya kamu gak kabarin dulu ,gimana sih mas " jawab Yuli
" kan suprise syng , ayo mi Pi kita masuk " ucap Aidil dengan santainya tiba tiba matanya terarah pada seseorang yang berdiri di samping Yuli membuat nya menelan salivnya kasar mengingat perkataan paman Yuli di telfon tadi
__ADS_1
" malam paman " ucap Aidil canggung
" hmm " jawab kevin dingin
" silahkan masuk " ucap Yuli sopan membuat mereka semua melangkah kan kakinya ke arah ruang tamu
Alfa dan Alfi yang mendengar suara Deddy nya dengan cepat mereka berlomba berlari ke arah Aidil
" Eddyyyyyyy ( Deddy) teriak Alfa dan Alfi berlomba ke arah Aidil
" hai anak ganteng Deddy , kok Alfi seperti habis nangis, apa kakak mengganggu mu lagi ? tanya Aidil yang melihat mata sembab anaknya tetapi mendapat gelengan kepala dari Alfi
" loh kok cuma sama Deddy nya doang ,Alfa sama Alfi tidak kagen sama Oma dan kai kumis " ucap Yani dan dengan cepat sang kembar menggeleng kan kepalanya
" kalau aunty kangen ?? tanya Nurul dan mendapat anggukan dari keduanya
" mami ,papi yang sabar ya , anak kecil selalu jujur ,hahaha " ucap Aidil dengan tawa yang keras
tiba tiba perempuan tua datang dengan menggunakan kursi roda
" wah ramai sekali ,ayo masuk " ucap perempuan tua tersebut sopan membuat mereka mengalihkan pandangannya ke arah sumber suara
" terimakasih banyak nona " ucap Yani sopan dan melangkah kan kakinya mengikuti perempuan tua tersebut diikuti suami nya dan anak anaknya
__ADS_1
kevin yang ikut mau melangkah tiba tiba kesandung mainan sang kembar membuat nya jatuh ke arah Siska
kini posisi keduanya saling berhadapan , mata keduanya saling berpandangan tanpa berkedip ,jantung kevin sudah tidak karuan lagi membuat nya keringat dingin , kevin yang merasakan hawa panas di bagian tubuhnya dengan refleks dia bangkit
" e. e eh ma maaf " ucap gugup kevin dan hanya mendapat anggukan dari Siska yang sudah merona merah
" cieeeeeeeeeee" teriak keluarga nya yang melihat adegan berbahaya tersebut yang membuat kevin dan Siska sangat malu
" apa ini aku baru pertama kali begini , rasanya ingin pergi jauh saja ,malunya sudah nyampai ke ubun ubun " gumam kevin
" itu ti ti tidak sengaja sumpah " ucap gugup kevin membuat ibunya tertawa keras
" wahahahaha dasar tidak becus ,gitu saja sudah malu " ucap ibunya di sela tawanya
" astaga ini ibu mau bikin tambah malu saja " gumam lagi kevin
" ayo kita ke sofa saja tinggalkan mereka , tapi maklumi kevin dia belum pernah pacaran sebelum nya ,dia takut sama perempuan " ucap sang nenek membuat kevin tambah malu dibuatnya
" ibu kalau ngomong jangan jujur amat lah , apa ibu belum tau rasanya seperti ini , rasanya sangat memalukan " gumam lagi kevin yang membuat wajahnya semakin memerah
" wah sama dong dengan Siska dia juga belum perna pacaran " ucap Yani yang membuat siska semakin menunduk wajahnya menyembunyikan wajahnya yang merah
" wah ini kesempatan mu Kevin bodoh ,jangan sia siakan tapi kalau kamu ditolak syukuri saja ya ,jangan bunuh diri , hahahaha " ucap ibunya lagi
__ADS_1
" eh jangan di degarin kata ibu ya , dia memang seperti itu rada rada gila " ucap Kevin sangat canggung dan diangguki oleh siska