
" Kevin tolong jangan seperti ini aku tau kamu ingin pergi karena aku kan ,kamu ingin menjauh dariku " ucap Siska memeluk Kevin dan sangat terasa hati Kevin yang begitu perih setelah mendapat pelukan dari Siska
" seandainya kamu bisa memelukku seperti ini selamanya aku sangat senang tapi mungkin ini hanya pelukan rasa kasihanmu padaku " gumam Kevin yang hanya berdiri mematung tak membalas pelukan Siska
" tolong jangan buat aku lebih sakit dari pada ini " lanjut Kevin bergumam dan sangat terasa sekali jika air mata Siska sudah menembus bajunya
Bimo yang mengintip ikut meneteskan air matanya melihat mereka berdua
" sungguh aku baru pertama kalinya meneteskan air mataku dalam hal seperti ini ,memang film dan kenyataan itu jauh lebih berbeda " gumam Bimo
kevin yang tak sanggup lagi menahan dirinya segera membalas pelukan Siska
" aku pikir setelah menyampaikan isi hatiku aku akan merasa lega tapi ternyata ini sungguh sakit " gumam Kevin
" aku mohon hiks...hiks.. " ucap Siska memeluk erat tubuh kekar Kevin
Kevin melepas kan pelukan mereka membuat Siska menatap nya senduh
Kevin mengelus rambut Siska dengan lembut dan senyuman yang terlihat jelas sangat palsu
" ayo kita pulang ,anggap saja ini pelukan perpisahan kita " ucap Kevin yang membuat Siska menggelengkan kepalanya tidak mau berpisah
__ADS_1
" apa kamu yakin ingin pergi dan apa kamu akan kembali lagi ?? tanya Siska lagi
" aku sangat lah yakin dan jika soal kembali aku juga tidak tau mungkin saja aku akan kembali untuk menjenguk ibu tapi dalam waktu jangka yang sangat lamah " ucap Kevin lagi
" apa kamu tidak ingin menjumpai ku lagi setelah ini ?? tanya Siska lirih
" itu pertanyaan sangat sulit bagiku , jujur saja aku sebenarnya ingin pergi karena ingin menenangkan diri ku di luar sana , dan jika bertemu dengan mu suatu saat nanti aku sungguh tidak yakin jika nantinya hati ini baik baik saja dan mungkin akan terluka lagi " ucap Kevin yang membuat Siska kembali histeris menangis
" a...k." ucapan Siska terpotong oleh Kevin
" ayo kita segera pulang ,kamu akan berangkat hari ini ke Jakarta" ucap Kevin menarik tangan Siska lembut
hening terasa tak satu dari mereka berdua pun mengucapkan kata kata
................
dirumah nek Vivin
Aidil segera membereska perlatan Kevin dan berlari membawa nya ke dalam ruang kerja Kevin lagi dibantu oleh Nurul
nek Vivin sedari tadi sudah pergi dengan air matanya mengalir
__ADS_1
" apa aku harus mengungkapkan nya ,tapi aku sudah berjanji kepadanya agar tidak membocorkan nya bagaimana pun situasi nya , ini sangat pilihan yang sangat sulit " gumam nek Vivin
tak terasa mereka kembali dengan wajah senduh mereka
Kevin yang melihat Siska terus menangis membuat nya menggandeng tangan Siska menuju ke pintu belakang
" cuci lah wajahmu agar terlihat cantik lagi kamu tidak cocok jika menangis seperti ini dan aku harap nantinya kamu bahagia dengan pasangan mu tapi jika dia membuatmu menangis dia akan hilang di muka bumi ini " ucap Kevin yang membuat Siska kembali merasakan sakit
" apa kamu begitu mencintai ku , tapi takdir tidak memperbolehkan kita bersatu " gumam Siska melangkah masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Kevin melangkah kan kakinya ke kamarnya
saat melangkah Kevin berpapasan dengan Aidil
" paman kenapa kok lemas amat " ?? tanya Aidil pura pura tidak tau walaupun dia juga ikut merasa bersalah karena dia kakaknya tidak bisa menjalin hubungan dengan Kevin
Kevin tidak membalas pertanyaan dari Aidil dan terus melangkah kan kakinya pergi
MASUKAN DARI PEMBACA YANG CERITANYA DIBUAT RUMIT
JANGAN LUPA VOTE DAN LIKE YA
TERIMAKASIH
__ADS_1