
kabar gembira kini datang setelah 2 bulan lebih menikah , dari pasangan Nurul Dan Rei , Nurul akan memberikan cucu kepada mami Yani dan papi nya , bukan mereka saja yang gembira , semua keluarga nya yang mendengar nya sangat bahagia kecuali si Aidil yang terlihat cuek tapi sebenarnya dia juga senang
Aidil masih tidak bisa melupakan jika Rei pernah menyukai istri nya , istri nya sangat dibuat pusing oleh tingkah sang suami yang sangat cemburuan
Sedangkan kandungan Siska semakin membesar , kebahagiaan mami Yani dan papi zei berlipat-lipat ganda
" ahh akhirnya mami akan mempunyai banyak cucu yang akan meramaikan rumah mami " ucap mami Yani
" anak nya Siska akan segera lahir , dan disusul oleh cucu ku yang dikandungan Dara , baru tu mantu ku akan memberikan lagi cucu yang ketiga kalinya tapi mami sangat berharap jika adiknya kembar tidak seuisil dengan orang yang berinisial A , mami tidak mau sebut merek tetapi intinya inisial nya Alfa sama Alfi hahahaha " ucap mami Yani dengan tawa yang menggelegar
" kenapa Oma yang marah kalau adik kakak akan seperti ku , lagian Alfa kan kakak nya jadi pasti sama , sedangkan Oma cuma nenek nenek pasti tidak sama seperti Oma " ucap Alfa kesal membuat semua orang tertawa
semua orang berkumpul di rumah mami Yani dan papi Zei , sudah beberapa Minggu sejak Bimo mengantar si kembar pulang , dan juga sudah beberapa Minggu pula si kembar kembali pada pelajaran nya
" alfa tidak boleh ngomong seperti itu " ucap bunda nya tegas
" maaf Bun " ucap Alfa
" minta maaf nya sama Oma , bukan sama Bunda " ucap mami Yani dengan songongnya membuat Alfa menoleh ke arah semua keluarga nya , mereka semua menggeleng kan kepala tanda jangan melakukan nya tapi mata Alfa melihat Bundanya yang mengangguk-anggukkan kepalanya pelan dengan tatapan mata tajam , membuat Alfa dengan segera meminta maaf
" maaf O..m.a " ucap Alfa seperti tidak ikhlas.
" ohh tentu cucuku , tapi karena Oma baik , Oma akan memaafkan mu " ucap mami Yani yang membuat Alfa sangat kesal tapi dia hanya bisa pasrah karena Bunda nya yang paling dia takuti
" Oma cantik dan baik , kan Oma " ucap Alfi dan dengan cepat mami Yani mengangguk
" minta uang Oma " ucap Alfi dan Alfa barengan merentangkan tangannya dengan telapak tangan terbuka lebar
" hah " satu kata yang keluar dari mulut mami Yani yang membuat semua orang tertawa
" Oma gak ada Duit , Kai mu sudah gak kerja ," ucap mami Yani membuat Alfa dan Alfi menatap nya kesal
" yaudah , Oma pelit , Adek tidak mau lagi main sama Oma dan tidak akan belain Oma kalau di ganggu kakak " ucap Alfi
__ADS_1
" memangnya Oma masih anak kecil , kalian ancam seperti itu ?? tanya Oma nya tertawa garing
" ini kita main anak kecil Oma , berarti Oma masih kecil " ucap Alfa
" Yuli marahi anak mu ini " ucap mami Yani yang sudah kehabisan kata kata
" Mami kok tambah kaya anak kecil , sudah lah itu cepat pergi masak sana , kami sudah lapar " ucap suami nya
" kok papi malah nyuruh nyuruh mami masak emangnya gak ada bibi apa , orang kangen sama cucu juga " ucap mami Yani
" hahahaha Oma ternyata kangen sama kita ya , tapi Oma bilang tadi gak kangen , Oma bohong karena malu ketahuan sama kita , tenang Oma kakak tidak akan cerita sama siapa siapa " ucap Alfa
" hei cucu kencrut , semua orang sudah tau disini buat apalagi kamu ngomong kek gitu " ucap Oma nya kesal
" cepat lah mi ,pusing dengar kalian bertiga debat , sana bantu bibi biar cepat mi " ucap lagi Zei yang membuat mami Yani dengan kesal mencubit kedua pipi anak kembar lalu berdiri
" aaaahhg sakit Oma " rengek Alfi
" iya , makanya punya pipi kaya kakak , biar Oma cubit pipi Oma sendiri saja " ucap Alfa
" iihhhh dasar , untung cucu, kalau gak sudah Oma sunat kalian berdua " ucap Oma nya dan melangkah ke dapur
" main yang baik baik Alfa Alfi jangan bikin onar Bunda juga mau bantu bantu " ucap Bundanya dan dengan cepat mereka mengangguk
" kamu mau bantu bantu juga Sayang ?? tanya Bimo ke dara dan hanya di angguki saja
" aunty Dara bawa om Bimo , siapa tau kurang daging , mumpung daging om Bimo banyak " ucap Alfa sedikit berteriak
" woi anak cicak " ucap Bimo kesal
" oi sembarangan , kau mau mati Bim " ucap Aidil
" hahaha ayo Deddy , lakban om Bimo ke dinding , masa dulu pas dirumahnya , om Bimo selalu ancam kakak , kalau bernafas akan dilakban didinding " ucap Alfa
__ADS_1
" apa benar itu Bim , kau mau bikin akan ku mati , ancaman macam apa itu, bernafas akan dilakban " ucap Aidil
" ehh bos sialan , kamu mau dengarkan ucapan si cicak kencrut itu , kalau aku lakban dia , pasti dia sudah gak balik ke rumah mu bos " ucap Bimo tak kalah tegas
" papi mau mandi dulu " ucap papi Zei yang tidak mau jika cucu nya akan Skatmat dirinya
" uhh Kai aja mandi , tapi om Bimo jarang mandi " ucap Alfa
" iya makanya om Bimo banyak KUMAN ( KURANG MANDI ) hahahaha " ucap Alfi
" lihat kelakuan anak mu bos , lama lama ku lakban beneran mereka , sama bos sekaligus biar hidup ku damai " ucap Aidil sangat kesal
" apa kamu sudah berani menentang ku Bim ?? tanya Aidil
" sejak kapan aku takut sama bos , walaupun bos berlima sama Alfa Alfi dan Rei serta Kevin pasti aku ...." ucapan Bimo terpotong oleh Kevin
" apa kamu benar benar cari mati Bim ?? tanya Kevin
" hai calon bapak tua , tunggu bentar aku masih belum selesai " ucap Bimo
" walaupun bos berlima sama Alfa Alfi dan Rei serta Kevin pasti aku akan kabur " ucap Bimo berlari pergi meninggalkan mereka
" om Bimo mau kemana ?? tanya Alfa sedikit berteriak
" cari angin " jawab Bimo membuat mereka berdua dengan segera ikut mengejar Bimo
" om mau ikut " teriak Alfa
hening seketika saat tinggal Aidil , Kevin dan Rei , sedangkan Nurul dan Siska juga sudah ke dapur
Kevin yang dalam kebingungan sangat merasa panas dingin ,dia tau kalau Aidil tidak menyukai Rei
" panas sekali , aku mau cari angin juga lah " ucap Kevin berdiri dari tempat duduknya tapi dia seketika duduk lagi saat melihat mata Aidil yang menatap nya tanda untuk menemani nya , Aidil takut jika dia tiba tiba dirasuki setan yang bisa menghajar Rei
__ADS_1
" seperti nya gak jadi deh , udah panas diluar " ucap Kevin kembali duduk