
Bimo yang sedang sibuk tidak menyadari kedatangan seseorang perempuan yang ada di depannya
" pagi Bimo ,sibuk bangat " tanya Yuli
" iya ni bos gila nyuruh gue kerjain semuanya " jawab Bimo yang belum sadar dengan ucapannya
" memangnya dia kenapa kasih kamu semuanya?? tanya lagi Yuli
" dia mau dekatin Yuli lah apa lagi " ucap Bimo refleks dia menoleh ke arah suara dan dikagetkan oleh seseorang yang dia sebut namanya tadi
"mulutku kenapa kamu suka sekali berkata jujur" gumam Bimo mengerutuki kebodohannya
" apa kamu bilang ?? tanya lagi Yuli memastikan
" ti-ti-dak no-na itu anda disu-ruh bos masuk ke ruangannya" ucap Bimo gugup sambil menggeleng-gelengkan kepalanya
" baiklah ,ada yang perlu kita selesaikan , jadi awas kalau kamu kabur " ucap Yuli penuh ancaman membuat Bimo terpojok
Yuli masuk kedalam ruangan Aidil dan melihat laki-laki tampan yang sedang sibuk melihat layar yang ada didepannya tanpa menyadari kedatangan Yuli
" *ternyata dia sangat tampan kalau lagi serius gini " gumam Yuli dengan senyuman tipis
" astaghfirullah, tidak ,tidak kenapa aku memujinya " lanjut Yuli mengerutuki kebodohannya sendiri*
Yuli melangkah mendekati meja Aidil
__ADS_1
" pagi pak " ucap Yuli sopan sambil menundukkan kepalanya
" pagi " jawab singkat Aidil.
" silahkan duduk dulu " ucap Aidil dengan segera Yuli mematuhi perintahnya
" ada apa tuan memanggil saya ?? tanya Yuli
" hehehe saatnya rencana pertama dimulai " gumam Bimo tersenyum licik
" gini kita ada masalah di hotel , jadi kita harus kesana untuk melakukan pengecekan " ucap Aidil berbohong
" apakah kita akan berangkat sekarang tuan ?? tanya Yuli
" kita belum menyiapkan apa-apa untuk kesana " ucap Aidil pura pura berpikir
" hotelnya di Bali " ucap Aidil yang membuat Yuli kaget
" ahh apaaaa , maaf tuan saya tidak bisa ikut " ucap Yuli menolak
" loh trus siapa yang akan mendampingi saya disana kalau bukan sekertaris ku " ucap Aidil
" apa anda lupa kalau masih ada pak Bimo " ucap Yuli
" kalau Bimo ikut kesana siapa yang akan handle perusahaan" ucap Aidil yang membuat Yuli merasa bingung
__ADS_1
" tapi aku ti......ucapan Yuli terpotong oleh Aidil
" aku tidak perna mau mendengarkan kata menolak " ucap Aidil tegas
" kalau begitu sebaiknya tuan cari sekertaris baru saja ,aku mau mengundurkan diri " ucap Yuli berdiri dan melangkahkan kakinya tapi langkahnya terhenti karena mendapat ancaman dari Aidil
" aku membayangkan kalau butik itu aku gusur semua orang yang bekerja disana pasti sangat sedih dan kecewa kepada orang yang mereka percayakan " ucap Aidil menyinggung Yuli
" saya tidak bisa ,aku tidak mau meninggalkan anak-anak ku " ucap Yuli lirih
" kalau kamu gak mau ninggalin anak kita bawa saja aku pasti sangat senang " ucap Aidil dengan senyuman yang menghiasi wajahnya
" tidak ,aku tidak akan perna membiarkanmu bertemu dengannya apalagi bermain bersama mereka ,tidak akan perna ,cam kan itu " ucap tegas Yuli yang membuat Aidil tersenyum tipis
" apakah kamu tau kalau mereka sudah memanggilku dengan sebutan Deddy haha ,kau lucu sekali sayang , " gumam Aidil
" trus bagaimana jika mereka ternyata sudah mengetahui bahwa aku ini adalah ayah mereka "?? tanya Aidil
" dia akan membencimu " jawab Yuli yang membuat Aidil menggelengkan kepalanya
" kasihan sekali kamu , mereka tidak mungkin membenciku " gumam Aidil
" baiklah ,cepat putuskan dan aku tidak menerima kata penolakan " ucap Aidil tegas
yang membuat Yuli melongo
__ADS_1
" hah apa dia bilang " cepat putuskan " apa dia benar benar gila ,bagaimana aku memutuskannya jika kamu sudah putuskan duluan " gumam Yuli tidak paham dengan sifat bosnya tersebut