Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
usaha Aidil


__ADS_3

pagi harinya mereka kembali berkumpul untuk mengisi perut mereka semua sedari tadi Yani hanya diam memakan makanan yang ada didepannya


" apa mami masih marah ?? tanya Aidil membuka pembicaraan


" tidak " jawab singkat Yani yang membuat Aidil diam


Yani pergi begitu saja saat sudah menghabiskan makanan nya


" Pi , kok mami masih marah ?? tanya Aidil


" papi sudah ngomong tapi mami mu malah membenci papi , sampai papi disuruh tidur di sofa tadi malam " ucap zei yang mengingat tadi malam yang penuh peperangan


" aduh papi gimana sih " ucap aidil kesal


" kok malah nyalahin papi , kan ini ulah mu " ucap zei ikut kesal

__ADS_1


" tapi kan mami istrinya papi seharusnya papi bisa rayu atau gimana kek biar mami bisa setuju " ucap Aidil merasa dirinya selalu benar


" sekarang papi tanya , memangnya kamu selalu bisa buat Yuli langsung baik padamu jika marah , kan tidak mungkin semua butuh proses " ucap zei


" tidak , Yuli tidak seperti itu , malahan aku yang sering marah sama dia " ucap Aidil yang membuat Yuli yang sedang makan kesedak


uhuk


uhuk


dengan segera Yuli meminum air yang ada didepannya


" hehe maaf tadi hanya becanda biar suami ini tidak kalah debat " ucap Aidil


" haha takut juga " ucap zei

__ADS_1


.......


Aidil tidak berangkat bekerja hari ini karena dia masih ingin merayu mami nya agar mengizinkan nya untuk mempunyai rumah sendiri


" mami tolong kali ini aja mi , rumah Aidil tidak jauh dari sini hanya beberapa menit kalau dari rumah ini " ucap Aidil yang sedang membuntuti maminya


" kami saja Sendiri sana " ucap Yani ketus


" trus kalau Aidil mau goyang gimana mi kalau gak ada Yuli masa Aidil harus kaya dulu lagi " ucap Aidil yang membuat Yani memberhentikan langkahnya


" banyak kucing di sini kamu bawa saja jika kamu mau bergoyang dengannya " ucap Yani membalikkan badannya ke arah Aidil


" mami pikir aku kucing mau goyang sama kucing " ucap Aidil


" mi Aidil tau jika mami sudah beberapa kali hampir kehilangan seseorang yang mami sayangi , contoh nya kak Siska dan aku , tapi mami tenang saja , Aidil bisa menjaga keluarga ku dengan baik tidak akan terjadi apa apa dan Aidil juga tau tentang penyesalan mami terhadap ibu nya Yuli tapi itu sudah masa lalu cobalah untuk melupakan nya pasti adik mami atau ibu Yuli sudah bahagia melihat anaknya sudah mempunyai suami dan apalagi suaminya anak mami Sendiri, Aidil juga yakin ibu Yuli pasti berharap banyak dengan Aidil untuk menjaga putri nya dan tentu saja Aidil akan menjaganya secara Putri nya sekarang adalah istriku dan itu sudah menjadi kewajiban ku sebagai seorang suami " ucap Aidil yang membuat maminya meneteskan air mata karena yang Aidil ucapkan memang kenyataan yang dia takutkan

__ADS_1


" Aidil tau mi , Siska dulu kabur meninggalkan kita meninggalkan jejak seperti sudah dibunuh tapi yang dilakukan kak Siska itu karena papi dan mami dulu selalu egois , ingin memaksakan kemauan sendiri , tapi berbada dengan Aidil yang hampir saja duluan di alam sana itu karena memang kecelakaan karena keteledoran Aidil , mami takut kan jika Aidil seperti itu lagi , ingat mi Aidil sudah punya anak dan istri , aku bukan Aidil yang dulu yang selalu dijaga Aidil tidak akan melakukan hal hal yang membahayakan kedua kalinya " ucap Aidil dan memeluk maminya


" jadi Aidil mohon agar mami tidak egois seperti dulu , mami sudah punya cucu dan akan segera bertambah dan Aidil akan berjanji akan membawa Alfa dan Alfi kesini untuk menemani mami bermain " ucap Aidil dalam pelukan maminya


__ADS_2