Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
Yuli murkah


__ADS_3

" dengan cepat tangan Alfa mengambil benda itu dan menariknya tapi tidak bisa lepas membuat perempuan tua tersebut langsung memegang lehernya karena sedikit tercekik


" epac ini Alung unda ( lepas ini kalung bunda ) teriak Alfa


dengan cepat Yuli langsung berlari ke arah Alfa dan menggendong nya


" Alfa tidak boleh begitu , itu tidak sopan namanya, kenapa kamu selalu berulah padahal bunda tidak perna mengajrkan kalian bertingkah tidak sopan" omel Yuli yang membuat Alfa menangis


" Alfi yang melihat kakaknya menangis segera turun dari pangkuan perempuan tua itu dan berlari ke arah Deddy nya untuk menyelamatkan diri nya


" kenapa kamu memarahi nya kasihan dia " ucap nenek itu dengan suara pelan


" maaf Nona saya hanya memberikannya sedikit pelajaran agar bisa bertingkah sopan terhadap orang yang lebih tua " ucap Yuli dengan menundukkan kepalanya tidak berani menatap wajah orang yang membuat nya dan ayahnya di usir seperti binatang


" kamu seperti sudah sopan saja huh " ucap ketus perempuan itu

__ADS_1


" unda hiks...hiks.. Alung unda di ambil enek icu ( bunda hiks...hiks kalung bunda di ambil nenek itu ) ucap Alfa menunjuk ke arah permpuan tua tersebut


kini pandangan ibu Kevin tersebut beralih pada benda yang ada di leher Yuli , benda yang sama persis dengannya dan yang hanya memilikinya hanyalah keluarga nya saja


" siapa kau sebenarnya dan dimana kau mendapatkan benda itu " ucap perempuan itu dengan suara seraknya yang menakutkan membuat Yuli hanya diam dan menundukkan kepalanya dia bingung harus mengucapkan apa "


" cepat jawab , apa kamu mencurinya atau kamu menyalinnya dan datang kesini mengaku sebagai keluarga kami " ucap nya lagi dengan suara yang semakin membuat Yuli tambah meneteskan air matanya


" jawab?? teriak perempuan itu


" ibu sudahlah me......" ucapan putranya terpotong


" diam kau " teriak perempuan tua tersebut membuat Kevin menutup mulutnya


" apa kamu mau tangan yang masih bisa kamu gunakan di potong sampai putus ,apa kamu mau mencobanya hah dan ini keputusan yang diambil dari masyarakat apabila ada yang berani mencuri di kampung ini " ucapnya dengan suara yang tinggi membuat Aidil emosi melihat wanita yang dicintainya tidak bisa berbuat apa apa

__ADS_1


" hei kau perempuan tua ,kami kesini bermaksud baik baik dan apa yang anda lakukan kepada istri saya , apa kamu juga tau akibat bermain main dengan keluarga saya hah " ucap aidil dengan suara yang tak kalah menyeramkan


" ha ha ha ha kamu bocah kemarin soreh sudah berani mengancam saya , memangnya kamu siapa hah , " bentak perempuan itu membuat Bimo yang mendengar kan perdebatan segera masuk


" bos ada yang bisa saya bantu " ucap Bimo sopan


" bawa anak anak ke dalam mobil ,dasar gak becus " ucap Aidil dengan suara yang ditekan membuat Bimo keringat dingin melihat wajah bosnya yang begitu marah


Yuli hanya diam mematung dengan air mata yang menetes


" hei kau berikan kalung itu ,itu milik keluarga kami " ucap perempuan itu dengan suara tegas membuat Yuli memberanikan diri menatapnya


" kenapa kamu menangis apa rencanamu menipuku gagal ,malang sekali hidup mu ha ha ha " ucap nya dengan suara meremehkan


" saya diam bukan berarti aku takut ,aku diam karena aku tidak mau mencari masalah , tapi nenek sungguh kelewatan dalam menghina kami , saya tau anda berkuasa disini tapi apa anda pikir kekuasaan anda bisa membuat mu bahagia , saya yakin anda tidak bahagia , anak anda pergi karena anda mengusirnya seperti seekor binatang , apa anda tau ayah saya selalu menceritakan tentang kebaikan anda membuat saya ingin sekali berjumpa dengan anda tapi apa yang terjadi setelah saya dan ayah saya datang hah ,apa yang anda perbuat ,kami pulang dengan kekecewaan yang mendalam" teriak Yuli yang sudah tidak tahan dengan hinaan perempuan tua tersebut

__ADS_1


__ADS_2