
setelah kepergian Siska dan keluarga nya Kevin seperti orang gila dikamarnya , dia sangat senang dengan pemberian Siska sampai dia guling guling gak jelas di kasurnya apalagi tempat tidur nya bekas Siska tidur tak henti hentinya Aidil guling guling sambil mencium aroma bantalnya
tiba tiba matanya terarah pada pakaian yang sedang di gantung di belakang pintu,,, dengan semangat 85 Kevin loncat dari tempat tidur nya dan mengambil baju perempuan yang digantung
" ha ha ha dapat baju impian " ucap Aidil dengan bangga
Aidil segera menyimpannya di kotak sedangkan gelangnya langsung dipakai nya
" baiklah sekarang kamu baju sudah menjadi milikku dan sebentar lagi pemilikmu akan jadi milikku juga hahaha " ucap Aidil dengan senang
" tapi kenapa kalau aku dekat sama dia aku seperti kutu , mana bisa aku memiliki nya kalau begitu " ucap lagi Kevin
" tidak Kevin, jangan menyerah kamu adalah laki-laki yang tampan dan mempesona pasti Siska akan menjadi milikku " ucap lagi Kevin penuh percaya diri
tok
tok
tok
seseorang mengetuk pintu Kevin membuat Kevin segera memperbaiki bajunya yang berantakan
ceklek
" ada apa Yuli ?? tanya Kevin dengan senyuman yang terus terukir di wajahnya membuat Yuli bingung
" kenapa paman senyum senyum begitu ?? tanya Yuli
" ohh tidak apa apa ,aku hanya menambah pahala karena kata orang senyuman adalah ibadah " ucap Kevin yang membuat Yuli hanya mengangguk anggukan kepalanya walaupun bingung
__ADS_1
mata Yuli teralih pada tangan pamannya dan kamar nya
" paman kenapa kamar nya berantakan sekali dan sejak kapan paman menggunakan gelang ?? tanya Yuli penasaran
" tadi kamu ngapain ketok pintu ku " ucap Kevin mengalihkan pembicaraan
" ohh aku mau minta tolong sama paman " ucap Yuli
" mau di bantuin ngapain ?? tanya Kevin
" tolong ajak Alfa sama Alfi jalan keliling desa dong ,mereka sudah merengek gara-gara janji ku tadi ,aku mau ke pasar sama bibi " ucap Yuli
" gampang itu , kalau begitu aku ganti baju dulu " ucap Kevin kembali kedalam kamarnya
kini Kevin dan sang kembar sedang berjalan-jalan ke desa
" om au aik capi ( om mau naik sapi ) ucap Alfa
" baiklah ayo kita ke sana di sana ada teman kakek mu dulu " ucap Kevin
Kevin dibuat kewalahan dengan sang kembar,Kevin baru tau sekarang jika bersama Alfa dan Alfi dapat mendapatkan pahala karena harus bersabar
" om akak au alapan cama adek " ( om kakak mau balapan sama adek ) ucap Alfa bersemangat yang membuat sang adek tidak mau kalah
" emen akak acti alah ( Cemen kakak pasti kalah ) ucap Alfi meremehkan membuat sang kakak tidak terima
" adek celalu alah cama akak tidak Elna Enang ( adek selalu kalah sama kakak tidak perna menang ) ucap Alfa yang membuat Alfi mau menangis karna terpojok
Kevin yang melihat pertengkaran sang kembar tidak tau harus bagaimana
__ADS_1
" sudah ya , sapi tidak bisa buat balapan hanya bisa di naiki doang " ucap Kevin mencoba menjelaskan
" aluc Ica ( harus bisa ) ucap tegas Alfa dan Alfi
" bapak sama anak sama saja ,mudah mudahan anak aku nanti sama Siska tidak seperti mereka berdua " gumam Kevin mengada Ngada
" om iat capi encing , capinya anyak encing idak abic abic "( om lihat sapi kencing ,sapinya banyak kencing tidak habis habis ) ucap Alfa seperti sangat terkesan
" sapi memang seperti itu " ucap Kevin menjelaskan
" tapi enapa akak cama adek idak anyak cepelti capi ( tapi kenapa kakak sama adek tidak banyak seperti sapi )? tanya Alfi polos
" karena sapi hewan dan kakak sama adek manusia " ucap Kevin mencoba bersabar
" tluc om Evin Ewan apa anucia ( trus om Kevin hewan apa manusia ) ?? tanya lagi Alfa yang membuat Kevin menganga dibuatnya
" ya Tuhan tolonglah hambamu ini dari bocah ini " batin Kevin tidak sanggup lagi menahan kesabaran nya
" Alfa , Alfi menurut kalian om Kevin ini apa kalau bukan manusia hah ?? tanya Kevin
" Ewan "( hewan ) " ucap kompak Alfa dan Alfi yang membuat Kevin duduk lemas di rumput
" kenapa paman mempunyai keluarga seperti kalian nak nak " ucap Kevin lirih
"om Evin enapa capi akan lumput "( om Kevin kenapa sapi makan rumput) ?? tanya lagi Alfa yang belum tau apa apa
" karna sapi hewan pemakan rumput " jawab lagi Kevin
" tluc om Evin emakan lumput ( trus om Kevin pemakan rumput)?? tanya lagi Alfi yang membuat kevin menghentak hentakkan kakinya seperti orang gila sudah tidak bisa menahan kesabaran nya
__ADS_1
" om bukan sapi Alfa Alfi " teriak Kevin tak sanggup lagi bersama sang kembar