
tak lama kemudian Aidil sudah mulai perlahan membuka matanya dan merasakan ada sesuatu yang perih di jidatnya , karena penasaran Aidil memegang jidatnya dan langsung berteriak karena kaget ada benjolan di jidatnya
" ahhhhhhhgg" teriak Aidil membuat Yuli yang sedang memasak langsung berlari ke arah Aidil
" bos kenapa?? tanya Yuli
" kepalaku kenapa bisa benjol ?? tanya Aidil
" mana ku tau ,saat aku keluar bos sudah tidak sadarkan diri" ucap Yuli yang membuat Aidil kembali mengingat ngingat apa yang terjadi
tiba tiba adeknya perlahan bergerak menandakan dia sudah mengingat kejadian tadi dengan cepat Aidil menutupi bagian bawah perutnya menggunakan bantal
" ohh iya bos tadi ada yang benjol di bagian bawah perut bos ,tapi aneh benjolannya bisa gerak gerak dan pas aku pencet tiba tiba benjolannya kegeser ke kanan " ucap Yuli yang membuat wajah Aidil memerah
" udah sembuh kok " ucap Aidil dengan gugup
" sebaiknya bos makan dulu biar cepat sembuh " ucap Yuli ketus
" iya terimakasih"
aduh gimana aku bisa jalan kalau si dedek tegang trus " gumam Aidil
10 menit
__ADS_1
15 menit
tapi junior Aidil belum bisa tenang membuat Aidil ingin sekali melepas nya sementara
Yuli yang menunggu di meja makan tidak melihat Aidil datang membuat Yuli kesal dan berdiri dari tempat duduknya
" dasar gak tau diri " gumam Yuli kesal
dengan langkah kesal Yuli berjalan ke arah Aidil yang masih dalam posisinya yang tadi
" hei kamu punya telinga gak sih disuruh makan malah masih disini " omel Yuli yang membuat Aidil hanya cengingisan
" kamu gak punya kaki buat melangkah hah ?? tanya Yuli dengan suara agak tinggi membuat Aidil hanya menggeleng kan kepalanya
" yasudah tunggu sebentar aku ambilkan nasinya " ucap Yuli yang mengira kaki Aidil ikut sakit
" ni makan " ucap Yuli tapi Aidil masih tidak menggerakkan tangannya membuat Yuli sangat kesal
" jangan bilang tanganmu juga ikutan sakit " ucap Yuli menduga duga tapi dengan cepat Aidil menganggukan kepalanya
dengan terpaksa Yuli mengambil nasi dan menyuapi Aidil
" aaaaa " pinta Yuli seperti menyuapi anak nakalnya
__ADS_1
dengan cepat Aidil langsung membuka mulutnya lebar-lebar
suapan demi suapan tak terasa nasi nya habis membuat Aidil kembali ingin makan karena baru pertama kalinya dia manja seperti anak kecil ke orang yang di cintai
" nambah " pintah Aidil membuat Yuli melototkan matanya
" memangnya aku pembantumu " ucap Yuli dengan nada tinggi
" yang bos siapa " ucap singkat Aidil yang membuat Yuli menyemburnya dengan air yang ada ditangannya
" mampus rasain memangnya enak " ledek Yuli yang membuat Aidil langsung berdiri tanpa memikirkan adeknya yang masih berdiri
Yuli yang melihat celana Aidil menonjol kaget dan langsung berteriak
" ahhhhhhhggggggggg " teriak Yuli menutup mata nya dengan kedua tangannya
Aidil yang melihat Yuli menutup matanya sambil berteriak langsung sadar ternyata juniornya masih tegang membuat Aidil langsung mengambil bantal dan menutupinya
" benjolnya panjang Bangat" ucap Yuli panik
" hehehe itu nanti sembuh sendiri kalau sudah ganti oli " ucap Aidil menggaruk kepalanya yang tidak gatal yang membuat Yuli bingung dengan ucapan Aidil
" hah maksudnya ?? tanya Yuli tidak mengerti
__ADS_1
" gak usah dijelaskan nanti juga ngerti sendiri ,dan apa kamu lupa yang membuat perut mu buncit itu ulah siapa , ya ini yang kamu bilang benjol " ucap Aidil yang membuat Yuli langsung mengambil apa saja yang ada di sekitarnya dan melemparnya ke arah Aidil yang sedang cengingisan
" bosssss gilaaaaaaa" teriak Yuli