
tadi malam saat pulang dari rumah Zei , Bimo lupa mampir membeli test pack di apotik , membuat nya pagi yang cerah ini langsung siap siap untuk membeli test pack
" kamu sudah mau berangkat bekerja mas ?? tanya Dara
" aku mau beli test pack dulu " ucap Bimo
" gak usah mas , aku takut " ucap Dara pelan
" kamu takut kenapa ?? tanya Bimo bingung
" aku takut jika aku tidak hamil " jawab dara menundukkan kepalanya
" tidak apa , mending kita coba aja dulu " ucap Bimo mengelus rambut Dara
" tapi aku takut " ucap Dara lagi
" Dar kamu sebenarnya takut apa , takut karena gak hamil atau takut jika kamu mengandung anak ku ? ucap Bimo dengan suara yang pelan namun penuh penekanan
" huh aku baru menyadari nya , bahwa kamu tidak pernah menyukai ku , kamu hanya terpaksa karena almarhum ibu mu " lanjut Bimo yang membuat dara menitikkan air matanya
" kenapa kamu berpikiran sejauh itu ?? tanya Dara dengan air mata nya yang sudah tak bisa dibendung
" memang benar kan ?? tanya Bimo
__ADS_1
" kamu kenapa sih , kamu terkadang sangat baik tapi terkadang juga sangat aneh " ucap Dara dengan suara yang agak tinggi membuat Bimo tiba tiba merasakan sesuatu yang aneh didalam perut nya hingga membuat nya segera berlari ke arah westafel dan mengeluarkan isi perutnya
" apa kamu baik baik saja mas " ucap Dara ikut berlari ke arah Bimo dengan penuh kekhwatiran
" jangan pedulikan aku " ucap Bimo setelah mencuci mulutnya tapi tiba tiba dia kembali merasakan hal yang seperti tadi membuat nya kembali muntah
" pindah Dar " ucap Bimo disela dia muntah
Dara hanya menurut dan pergi ke sofa menunggu Bimo
tak lama kemudian Bimo datang dengan wajah pucat nya , membuat Dara semakin dibuat khawatir dengan kondisi suaminya
" ini minum dulu mas" ucap Dara memberikan segelas air minum
" aku berangkat kerja " ucap Bimo pelan namun berasa sangat dingin
" aku minta maaf mas , aku sangat senang jika bisa mengandung anak kita tapi aku takut jika kamu kecewa jika hasilnya tidak ada " ucap Dara pelan
" dah lah , aku lemas gak mood debat dengan mu , aku akan bekerja saja " ucap Bimo
" tapi aku sungguh sungguh mas , aku juga mencintaimu , aku ingin bersama mu sampai ajal yang memisahkan , aku akan berjanji akan hal itu dan buat apa aku memberikan mu harta yang masih suci ku , jika aku tidak mencintai mu " ucap Dara dengan mata yang sangat penuh keyakinan
" aku akan membelinya saat sudah pulang bekerja " ucap Bimo pelan
__ADS_1
" tapi kamu kan gak enak badan , ambil libur ya " ucap Dara
Bimo hanya tersenyum miring dan mendekat ke arah Dara , kedua jempol Bimo menghapus bekas air mata Dara dengan lembut
" aku tidak apa , dan aku bukan karyawan biasa seperti orang lain yang bekerja di perusahaan , aku harus ada setiap saat untuk Deddy nya twins " ucap Bimo
" tapi aku antar ya , aku takut jika kamu nanti gak fokus bawa mobil " ucap Dara
" gak usah , aku masih bisa bawa mobil , dan tubuh Ku seperti nya sudah perlahan mulai segar " ucap Bimo
" Ya udah tapi kamu hati hati ya " ucap Dara dan diangguki oleh Bimo
Bimo yang sudah berbalik ingin berangkat , berhenti karena seseorang memeluk nya dari belakang dengan tangisan yang pecah
Bimo membalikkan badannya dan membalas pelukan istri nya
" apa kamu masih belum percaya dengan ku ?? tanya Dara disela tangisan nya
" iya aku sudah percaya , hentikan tangisan mu " ucap Bimo
Bimo melepaskan pelukannya dan kembali menghapus air mata Dara dengan lembut , setelah itu Bimo berpindah ke kening Dara untuk di cium
" aku berangkat ya , baik baik dirumah " ucap Bimo dan diangguki oleh dara yang sudah tersenyum tipis
__ADS_1