Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
sadarkan diri


__ADS_3

" dia sangat mirip dengan Yuni" gumam yani


" mi kok bengong, kita harus apa ini ,hiks..hiks.." ucap Nurul dengan berlinang air mata


"ambilkan minyak kayu putih, oleskan di bawah bagian hidungnya sama seperti saat mami pingsan dulu"ucap yani kepada Nurul dan dengan segera Nurul mencari di laci meja Nurul dan tanpa sengaja Nurul menjatuhkan sebuah foto


foto jatuh yang tidak sengaja dijatuhkan Nurul dan dengan segera Nurul mengambilnya tapi belum sempat tangannya mengambil ada seseorang yang lebih dulu mengambilnya yaitu adalah maminya


" foto ini , apa jangan-jangan dia anakmu"human Yani dan meletakkannya kembali


karena tidak sanggup melihat kenyataan ini maminya memilih keluar menenangkan diri, zei yang melihat istrinya berlari sambil menangis, penasaran dengan istrinya karena penasaran zei mengikuti diam-diam


kini yani duduk di teras kontrakan Yuli sambil menangis


" mi kok nangis , apa yang terjadi ?? tanya zei yang ikut duduk disamping istrinya


" kenapa kenyataan ini bagaikan mimpi yang sangat pahit Pi , kenapa hiks....hiks..."ucap Yani yang terisak dalam tangisannya


" coba tenangin diri mami dulu , sekarang jelasain ke papi apa yang terjadi sehingga mami menangis seperti ini" ucap ze sambil menenangkan istrinya

__ADS_1


"mami tidak sanggu papi hiks..hiks, lebih baik mami mati saja hiks..hiks." ucap Yani prustasi


dengan kenyataan


karena zei tidak mau membuat istrinya bersedih zei memilih masuk kembali ke dalam rumah walaupun sebenarnya dia sangat penasaran


" *apa yang sebenarnya terjadi" gumam zei


" apa aku cek kekamar , karena Yani menangis setelah masuk kekamar tersebut" lanjut zei bergumam*


dengan langkah demi langkah zei sudah berada di depan kamar Yuli dan melihat sosok perempuan yang tidak sadarkan diri, zei hanya berdiri mematung di depan pintu yang terbuka tersebut tanpa sepengetahuan Nurul


"kenapa kamu bisa kayak gini sih Yul, bikin aku cemas saja" ucap Nurul yang sangat khawatir dengan sahabat tercintanya tersebut


"nggak papa cuma kecapean doang " ucap Yuli dengan suara lemah


dan kini pandangannya terarah pada seseorang yang berdiri di depan pintu kamarnya dan bertanya kepada Nurul


" Rul itu siapa ,? tanya Yuli menunjuk ke arah zei, nur pun menoleh ke arah yang ditunjuk Yuli

__ADS_1


"itu papi ku , kalau mamiku keluar entah kemana tadi" ucap Nurul jujur


"loh kok kamu panggil orangtuamu kesini?? tanya Yuli heran


"aku sudah tidak tahu harus bagaimana saking paniknya, dan aku tiba-tiba kepikiran mami tanpa banyak pikiran aku langsung menelpon mereka"ucap Nurul


kini Yuli dan Nurul serta kedua orang tuanya sedang duduk di samping dimana kembar ketiduran


"terima kasih ya Tante, om maaf sudah merepotkan kalian"ucap Yuli yang merasa tidak enak


yani yang sejak tadi menahan air matanya tidak sanggup lagi menahannya, ingin rasanya Yani memeluk Yuli tapi dia tidak tahu harus bagaimana


"mami kok nangis?? banyak Nurul yang melihat maminya menundukkan kepalanya menangis


"apa boleh mami memelukmu Yuli?? tanya Yani ini yang membuat orang yang berada di situ bingung sedangkan Yuli hanya menganggukan kepalanya pelan


Yani yang mendapat anggukan segera memeluk Yuli dengan erat dengan airmata yang semakin mengalir membuat Yuli bingung


"mami, nanti Yuli bisa mati lihat tuh dia susah bernafas" ucap zei

__ADS_1


__ADS_2