
malam harinya semua orang berkumpul di meja makan , Yani dan zei yang belum mengetahui jika Siska sudah pulang kaget saat melihat nya menuruni tangga dengan baju tidur dan rambut yang berantakan
" papi apa hantunya Siska bisa ada ?? tanya Yani
" Siska kan belum meninggal mi " jawab zei kesal
" malam mi Pi " sapa Siska ke pada kedua orang tuanya dan ikut duduk
Yani dan zei saling berpandangan satu sama lain
" apa kamu benar Siska ?? tanya Yani penasaran
" ihh mami apa apan sih , ini Siska " ucap Siska kesal
" tapi kok langsung muncul tiba tiba perasaan mami kamu masih di Amrik Lo ?? tanya Yani lagi
" aku baru datang tadi siang dan langsung tidur ,capek " ucap Siska
zei dan Yani hanya mengangguk anggukan kepalanya tanda mengerti dengan ucapan Siska
" terus gimana perkembangan nya Siska ?? tanya Zei penasaran
" perkembangan apa Pi ?! tanya balik Siska bingung
" iya perkembangan hubungan kakak sama paman lah " ucap Aidil
__ADS_1
Siska hanya diam menyantap makanan nya malas meladeni mereka semua
" aunty minta ayam goreng nya " ucap Alfa tapi Alfi lebih dulu mengambilnya membuat Alfa berdiri di kursi ingin naik kemeja ingin mengambil ayam goreng nya yang di ambil Alfi
Aidil langsung menahan Alfa dan menyuruhnya duduk lagi
" Alfa duduk ini masih banyak " ucap Aidil
" kakak mau paha nya " ucap Alfa sambil menunjuk ke arah Alfi yang sudah menggigit ayam goreng tersebut
" paha nya sudah habis makan seadanya Alfa jangan membantah " ucap tegas Yuli yang membuat Alfa terpaksa mengangguk
saat di tengah tengah sarapan mereka tiba tiba Alfi langsung bertanya ke aunty nya yang berada disampingnya
" masih di tokonya tinggal di ambil saja " jawab Siska bohong
" tu paha ayam hadiah aunty " ucap ketus Alfa yang kesal ke adiknya
" adek kakak sudah berapa kali bunda katakan jika makan tidak boleh......," ucap Yuli dan dilanjutkan oleh kedua anaknya
" bicara " saut Alfa dan Alfi kompak
saat selesai makan Yuli terlebih dahulu mengantar kan kedua putranya ke kamarnya dan menunggu mereka sampai menutup matanya , setelah Alfa dan Alfi sudah tidur Yuli keluar dan melangkah ke arah kamar nya
Yuli membuka pintu kamar dan tidak melihat suaminya
__ADS_1
" dimana dia " ucap Yuli pada dirinya sendiri dan melangkah masuk
Yuli membaringkan badannya di kasur empuk
tapi Yuli kaget saat ingin membuka selimut yang didalamnya ada sih Aidil yang tidak mengenakan pakaian sama sekali
" ahhhhgggg " teriak Yuli menutup matanya
" ma......" ucapan Yuli terpotong karena Aidil langsung ******* bibir nya
Aidil terus mel*matnya hingga Yuli sangat susah untuk bernafas , Aidil melepaskan ciumannya saat merasakan istrinya yang sudah kehabisan nafas
" mas aku capek " ucap Yuli ngos ngosan
" tidak ada kata capek bagi suamimu ini " ucap Aidil kembali mel*mat bibir istrinya
tangan Aidil perlahan masuk ke dalam baju Yuli dan meremas gundukan yang ada di sana Aidil berpindah ke leher putih istrinya
Aidil dengan keahliannya langsung melepaskan pakaian yang dikenakan istrinya serta ********** sekaligus entah jurus apa yang digunakan Aidil wkwk
Yuli hanya bisa mendesah nikmat saat suaminya menyusu di gunung nya seperti anak bayi
" ahhgg , mas " ucap Yuli mendesah dan menekan kepala suaminya karena tak sanggup menahan sesuatu yang membuat nya seperti melayang
Aidil mengarahkan senjatanya masuk ke tempat seharusnya dan menghentak hentakkan hingga beberapa jam dengan berbagai gaya
__ADS_1