
sesampainya di hotel Aidil menggendong Yuli naik ke lantai atas menggunakan lift
Aidil langsung membuka kamarnya dan membaringkan Yuli di kasur nya
trutt
trutt
" cepat kesini ,jangan sampai telat kalau gak kubunuh kamu " ucap Aidil tegas setelah diangkat dan langsung mematikannya secara sepihak
sekitar 10 menit orang yang ditelfon nya datang dan langsung memeriksa Yuli
" gimana keadaanya ?? tanya Aidil dengan suara datar
" kondisinya baik baik saja mungkin dia cuma kelelahan dan kedinginan , sebaiknya tuan menyelimutinya dan ini resep obatnya tuan " ucap dokter tersebut
" saya permisi tuan " ucap dokter tersebut tapi tidak mendapat jawaban apa apa dari Aidil
setelah dokter tersebut keluar Aidil dengan cepat mengambil semua selimut dan menyelimuti tubuh Yuli
" apa lima lapis ini masih kurang ya , " ucap Aidil dan segera kembali mencari kain yang bisa di gunakan sebagai selimut
Yuli yang diselimuti Aidil sangat kepanasan apalagi AC nya dimatikan membuat Yuli keringatan ditambah lagi selimutnya lumayan berat bagi Yuli
Yuli perlahan menendang selimut yang digunakannya , Aidil yang melihat Yuli mencoba melepas selimutnya langsung melepas satu persatu selimut yang digunakan Yuli
__ADS_1
" apa kamu masih kedinginan ?? tanya Aidil yang melihat Yuli mencoba bersandar di kepala kasurnya tapi Yuli hanya menggeleng kan kepalanya
tiba tiba Yuli merasakan sedikit perih di bagian bawahnya tiba tiba ingatannya langsung kembali mengingat yang dilakukan Aidil padanya
perlahan air mata Yuli perlahan menetes tanpa bersuara membuat Aidil yang melihatnya segera ikut duduk di samping Yuli tapi Yuli segera menjauh
Aidil yang mengerti kenapa Yuli menangis dan menjauhi nya hanya bisa meminta maaf
" Yul maaf kejadian tadi aku sungguh terpaksa melakukannya untuk mengurangi rasa dinginmu " ucap Aidil dengan suara tulus
" kalau kamu membenciku aku sungguh tidak akan keberatan ,itu memang salahku" ucap Aidil letih menundukkan kepalanya
" terimakasih" ucap Yuli lirih walaupun dia sedikit kecewa pada Aidil
" ma maaf untuk apa?? tanya Aidil
" telah menolongku " ucap Yuli membuat Aidil tersenyum penuh kemenangan
" keajaiban apa ini Tuhan ,aku diberi ke untungan dalam hal ini , dan dia rugi tapi kenapa dia ber terimakasih pada ku " gumam Aidil senang
" sebaiknya kamu istirahat" ucap Aidil dan diangguki oleh Yuli
jam sudah menunjukan pukul 10:00 tapi Aidil masih ragu untuk tidur di samping Yuli , gimana gak ragu jika adeknya trus tegang ingin meminta tambah
" aduh tenang dong dek aku janji setelah aku nikah kamu bisa makan setiap hari " gumam Aidil
__ADS_1
Aidil terpaksa melakukan pus up sebanyak seratus kali untuk membuat dedeknya loyo
keringat mulai bercucuran membuat Aidil harus kembali mandi lagi , tak butuh waktu banyak Aidil kini sudah selesai dengan aktifitas nya dan ikut membaringkan badannya di samping Yuli
Aidil tidak perna menyia nyiakan kesempatan ini untuk mencium kening Yuli sebelum tidur
mereka berdua tidur dengan berpelukan membuat siapa saja yang melihatnya pasti iri dengan kedua insan yang belum menikah tapi sudah melakukan hubungan suami istri sudah dua kali wkwkwk
cahaya matahari menembus jendela kaca bening di kamar Aidil membuat Yuli perlahan membuka matanya dan tak disangkal dia sedang memeluk seseorang yang sangat tampan baginya ,tiba tiba jantungnya berdetak kencang
entah dorongan apa tangan Yuli dengan sendirinya mengelus rambut Aidil membuat nya tersenyum sendiri
" ternyata dia sangat imut jika sedang tidur" gumam Yuli
" sudah puas lihat wajah calon suami mu ini " ucap Aidil dengan suara serak khas Bagun tidur
membuat Yuli seketika menarik tangannya, wajahnya yang putih kini berubah menjadi merah
dengan cepat Yuli langsung mencari alsan
" kenapa kamu tidur di kamarku " ucap Yuli dengan suara agak tinggi
" ini kamarku ya , dan kamu gak perlu malu dengan calonmu ini " ucap Aidil mengedipkan matanya dan turun dari tempat tidurnya
" apa kamu mau mandi bersama lagi ?? tanya Aidil yang membuat Yuli langsung menggeleng kan kepalanya cepat dengan wajah yang semakin merona merah
__ADS_1