
dengan perlahan Nurul mengatur nafasnya kemudian Nurul mengatakan hal sebenarnya kepada orangtuanya yang mana membuat maminya pingsan ,
sebenarnya Nurul tidak mau memberi tahukan masalah kakaknya karena ini sangat keterlaluan Nurul sudah tidak tahan ingin mengatakannya kepada kedua orang tuanya
" hufff , oke mereka adalah cucu kalian ,dan yang memperkosa sahabatku itu adalah Aidil dan mereka adalah anak Aidil yang di besarkan oleh bundanya tanpa sepengetahuan Aidil "ucap Nurul tegas
" Kamu gak usah becanda Rul " ucap papinya tak kalah keras
" apa kalian tidak bisa melihat wajah mereka , kalian lihat foto kakak pas masih berumuran dengan mereka ,apa foto itu tidak mirip dengan wajah mereka ??? ucap Nurul meyakinkan
" iya benar Pi , mereka cucu kita , ucap lirih maminya dan
brukk
maminya tiba tiba pingsan mendengar kenyataan tersebut
" bantu papi ambilkan minyak kayu putih cepat " ucap papinya membuat Nurul segera bangkit dari tempat duduknya dan berlari mencari yang disuruh papinya
.............
sekitar tiga puluh menit maminya kini sadar dan langsung mencari cucunya
__ADS_1
" cucuku mana " ucap Yani mencari keberadaan cucunnya
" mereka ditaman mi main sama bibi" jawab Nurul
" mami mau melihatnya dan memeluknya" ucap Yani berusaha berdiri
sedangkan papinya sangat prustasi atas apa yang diperbuat oleh putranya yang selalu dipuji pujinya
" telfon kakakmu agar segerah pulang " ucap pak zei tapi Nurul menggelengkan kepalanya tanda tidak mau
" kenapa " tanya papinya
" baiklah , ayo kita ke taman mi " ajaknya ke pada istrinya dan dengan tersenyum Yani mengangguk
sesampainya didepan taman rumah nampak kedua anak tersebut sedang merebutkan mainan
Yani langsung berhambur memeluk kembar tersebut yang sedang merebutkan mainan
" ante unggu ulu eluknya , ini Agi ebutan Ainan " ( Tante tunggu dulu peluknya ,ini lagi rebutan mainan ) ucap Alfa kesal
" iya ante unggu ulu ,ampai adek Enang "( iya Tante tunggu dulu ,sampai adek menang ) lanjut Alfi
__ADS_1
bukannya melepaskan Yani malah menggendong keduanya hingga mainan yang diperebutkan jatuh
" yah atu ( yah jatuh )ucap Alfa dan Alfi kompak
" papi Nurul yang sudah tidak tahan ingin memeluk cucunya langsung berlari memeluknya yang masih dalam gendongan istrinya
" ahhhh olong , akak di peyuk cama enek enek ( ahhg tolong ,kakak di peluk sama nenek nenek ) teriak Alfa membuat Nurul tersenyum
" kak , umic om ucuk pipi adek api Eli hahah( kak ,kumis om tusuk pipi adek tapi geli hahah)ucap Alfi yang malah membuat sepasang suami istri itu meneteskan air matanya
" ante Ulun ,akak gak Ica apac anti akak ati ,tluc dikubur bayu kecemu Eddy di culga ata unda ( ante turun ,kakak gak bisa napas nanti kakak mati, trus dikubur baru ketemu deddy di surga kata bunda ) ucap sang kakak yang membuat suami istri tersebut semakin terisak
" jangan panggil Tante ya , panggil saya dengan Oma dan diangguki oleh keduanya "
" tluc om kumic di panggil apa ?? (trus om kumis dipanggil siapa )tanay Alfi polos
" aiy umic hahaha (kai kumis hahaha)ucap sang kakak yang membuat kedua pasangan itu ikut tertawa
" iya betul kata kakak" ucap Yani dengan tersenyum bahagia
" holeee cekalang kita unya Oma cama aiy umic ( horeee sekarang kita punya Oma sama kai kumis ) ucap sang adek kegirangan
__ADS_1