
" ohh kebetulan saya dan Evan dulu bersahabat dari kecil sampai SMA tapi setelah lulus di mendapat buaya siswa ke kota jadi sampai sekarang kami belum perna bertemu sejak di pergi " ucap orang tersebut seraya mengingat masa lalunya
" dimana si Elvan sekarang atu neng , ?? tanya orang tersebut
" ayah sudah meninggal pak lima tahun yang lalu karena kecelakaan " jawab Yuli tersebut membuat orang tersebut kaget
" innalilahi , " ucap orang tersebut dan duduk di tanah sambil menitikan air matanya
" pak gak usah bersedih pak ,ayah sudah tenang di alam sana " ucap Yuli dengan senyuman yang dipaksakan
" aku sedih karena dia dari dulu selalu melindungi ku tapi aku belum perna membalasnya sampai dia meninggal pun aku tidak tau " ucap orang tersebut
" maaf pak ,kalau boleh tau dimana ya rumah keluarga ayah saya ?? tanya lagi Yuli
"kebetulan saya bekerja dengan beliau , ini semua ternak nya dan sebagian besar lahan disini lahan mereka " ucap orang tersebut
" kalian tinggal lurus satu satunya rumah paling besar disini rumah nenek mu " lanjut nya
" terimakasih pak ,kalau begitu kami permisi dulu ya " ucap Aidil dan di angguki oleh orang tersebut atau sahabat ayah Yuli
Bimo melajukan mobilnya dengan kecepatan pelan karena jalanan yang sempit dan bebatuan
sekitar 10 menit Bimo melihat rumah yang besar di kelilingi pagar besi
__ADS_1
" mungkin ini rumahnya nona " ucap Bimo menghentikan mobilnya
" baiklah ayo kita turun " ajak Aidil tapi Yuli masih belum bergerak
" ayo kenapa masih disitu ?? tanya Aidil
" aku takut " jawab singkat Yuli
" tenang lah kamu tidak akan apa apa jika bersamaku " ucap Aidil dan dengan terpaksa Yuli turun
Bimo membukakan pintu kepada kedua tuan mudanya
" ayo tuan turun " ucap Bimo membukakan pintu
" adek uga endong om ( adek juga gendong om ) ucap Alfi membuat Bimo dengan terpaksa menggendong kedua bocah tersebut
Aidil memberanikan melangkah ke arah pagar rumah di ikuti Yuli yang mengekor di belakang nya,, berbeda dengan Bimo yang memilih melihat kondisi terlebih dahulu baru mengambil langkah
" oke kita disini dulu ,nanti kalau Deddy sama bunda kalian di perbolehkan masuk baru kita ikutan masuk " ucap Bimo kepada tuan mudanya
" Oce ciap ( oke siap ) ucap mereka kompak
" mending cari aman dari pada nanti diusir rame rame kan gak lucu " gumam Bimo
__ADS_1
Ting
tong
Aidil memencet bel membuat sacuriti membuka pagarnya
" iya ada keperluan apa ya pak ? tanya sacuriti tersebut
" saya mau bertemu dengan pemilik rumah ini " ucap Aidil dengan sopan
" apa anda sudah terlebih dahulu berbicara dengan beliau atau sudah membuat janji ?? tanya sacuriti tersebut
" belum pak ,kebetulan kami dari kota dan ini cucunya " ucap Aidil menunjuk Yuli yang hanya diam menunduk
" kalau begitu saya meminta izin beliau dulu " ucap sacuriti tersebut dan melangkah pergi
tak lama keluarlah seorang perempuan paru baya yang duduk di kursi roda didorong oleh laki laki yang mungkin baru berusia 35 tahunan
" siapa yang mencari saya ?? tanya nenek tersebut dengan suara sinis
" maaf Nona , orang yang mencari anda mengaku sebagai cucu Nona " ucap sacuriti tersebut membuat perempuan tua tersebut segera menyuruh laki laki dibelakang nya untuk mendorong kursi rodanya
Yuli yang melihat kedatangan ibu dari ayahnya semakin menunduk
__ADS_1
" apa kalian yang mencari saya dan mengaku sebagai cucu ku hahaha " ucap perempuan Tua tersebut