
Aidil kini membaringkan tubuh istrinya di kamar mereka tak lama datang kedua si kembar dengan tangisan yang pecah
" Bunda kenapa tidur tadi ?? tanya Alfa memeluk bunda nya erat
" iya bunda langsung tidur di lantai tidak mau bangun " ucap Alfi juga ikut memeluk tubuh bunda nya
" maaf ya , bunda lagi kecapean " ucap Yuli pelan
" kamu gak mau dibawa ke rumah sakit saja sayang ?? tanya Aidil yang khawatir dengan kondisi istri nya
" tidak usah mas " jawab Yuli
" tapi wajah kamu pucat sekali Lo " ucap lagi Aidil
" gakpapa aku cuma kecapean " jawab Yuli berusaha tersenyum tipis meski sebenarnya kepalanya masih sedikit pusing
tak lama setelah itu seseorang datang masuk kemar mereka begitu saja
" kamu kenapa Yuli , sampai pingsan ?? tanya mami Yani yang juga ikut kerena diceritakan oleh Siska
" kamu gak mau dibawa ke rumah sakit saja Yul ?? tanya papi Zei , Yuli hanya menggeleng kan kepalanya
" kak coba cek kondisi Yuli " ucap Aidil dan diangguki oleh Siska
" apa yang kamu rasakan sekarang Yuli ?? tanya Siska
" cuma pusing " jawab Yuli
beberapa saat kemudian Siska sudah selesai memeriksa Yuli
__ADS_1
" kondisi kamu baik baik saja , tapi kamu mending coba periksa ke rumah sakit saja deh , alat yang aku bawa tidak lengkap dan juga aku tidak membawa obat buat kamu " ucap Siska
" tidak usah kak , aku baik baik saja" jawab Yuli
" kamu ada ngerasa mual gak ?? tanya Siska tapi mendapat gelengan kepala dari Yuli
" kok kakak tidak tau sih , percuma saja dokter " ucap Aidil
" hei anak kampang , kamu pikir dengan alat seperti ini langsung bisa tau istri mu sakit apa " ucap Siska ngeggas
" iya aunty Siska tidak bisa , coba kalau kakak pasti bisa " ucap Alfa ikut campur
" kan kami sering main dokter dokteran jadi kami sudah pintar " ucap Alfi
" terserah mu kembar , kamu tau gak kalau kalian berdua sama nyebelin sama Deddy mu " ucap Siska kesal yang mendapat tawa dari papi dan mami nya
" jangan sampai anak ku nanti ketularan sama kalian bertiga " ucap Siska mengelus perutnya yang sudah mulai terlihat buncit walau masih tidak terlalu jelas
" iya , kami kan kakak jadi kami yang akan jadi bos nya nanti " ucap Alfi
" enak saja , makanya suruh Deddy kalian sama Bunda bikin lagi adik jangan gunakan anakku jadi panutan kalian " ucap Siska
" Isssh aunty nyebelin , nanti kakak curi saja kalau aunty tidak mau kasih ke kami " ucap Alfa
" sudah lah pusing palaku lama lama sama Kelian bertiga , aku sebagai dokter tidak tau penyakit kalian bertiga , entah virus apa yang menyebar ke diri kalian bertiga " ucap Siska yang sudah mulai terpojok oleh si kembar
" yasudah kalau aunty nanti tidak mau , nanti adek main sama adik kami yang diperut aunty Dara " ucap Alfi
" hei anak kurcaci , anak ku lebih dulu lahir nanti jangan menyesal ya " ucap Siska
__ADS_1
" Bunda , aunty pelit " rengek Alfa
" aunty cuma bercanda " jawab Yuli mengelus rambut putranya
" mami sama papi nginap disini nanti malam , takut ada apa apa " ucap Zei
" yey , Oma sama kai mau tinggal di rumah kita , nanti kita main ya Oma " ucap Alfi senang
" iya kita main sepuasnya " ucap Oma nya yang semakin membuat Alfi gembira
" kalau mau tidur sama Oma juga gakpapa " ucap Zei yang sudah tau jika kedua anak kembar itu tidak ingin tidur dengan Oma nya , mereka sudah trauma saat mereka tidur dengan Yani
" tidak mau " ucap tegas Alfa dan Alfi bersamaan
" wahahaha " tawa Zei sangat puas melihat wajah istri nya yang cemberut
" memangnya kenapa tidak mau tidur sama Oma ?? tanya Aidil
" Oma kalau tidur berisik , kalau tidur mami gini Deddy" ngoooookkk) ucap Alfa meniru Oma nya
" iya Oma juga tidak bisa diam kalau tidur , sering peluk adek tapi dipeluk kaya boneka , berat sekali , juga adek sering di jadikan bantal sama Oma " ucap Alfi kesal
" awahahah " tawa mereka kembali pecah kecuali Yani yang sudah malu
" ihh cucu Oma kalau bohong , memang sangat pintar " ucap Yani
" siapa yang bohong ,Oma memang gitu kok " ucap Alfa
" mana ada Oma seperti itu, Oma tidak lihat kok " ucap mami Yani
__ADS_1
" kan Oma tidur ya tidak bisa lihat lah " ucap Alfa