Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
Alfa dan alfi


__ADS_3

" enek adek au aik endili " ( nenek adek mau naik sendiri) pintah Alfi membuat Nenek tersebut tersenyum kecut


" nenek tidak bisa berjalan , nenek a


harus duduk disini trus " ucap Kevin di belakang


" oohh enek gk bisa Alan ,enapa enek ( ohh nenek gak bisa jalan ,kenapa nenek)? tanya alfi


" nenek sudah tua, jadi tidak bisa berjalan lama lagi " ucap perempuan tua tersebut sambil mengelus kepala Alfi


" epackan adek ,( lepaskan adek ) teriak Alfa


membuat perempuan tua itu melihat wajah Alfa dan Alfi secara bergantian


" wah itu kembaran mu ya ,beda banget sama kamu , dia galak ya " ucap perempuan tua tersebut ke pada Alfi dengan tersenyum renyah


" akak emang alak ,api alakan adek ( kakak memang galak ,tapi galakan adek ) ucap Alfi dengan nada sombong tidak mau kalah dari sang kakak membuat perempuan tua yang duduk di kursi roda r


tersebut tertawa

__ADS_1


" hahahaha kalian sangat lucu , apa kalian ingin tinggal dengan nenek disini ,kita bisa naik sapi bersama " ucap perempuan itu dengan tawa yang menggelegar


" maaf nek , mereka kedua putra kami " ucap Aidil gugup


" apa kamu tau jika seseorang sudah menempel padaku dia tidak akan lepas dari ku hahaha " ucap perempuan tersebut yang membuat Yuli dan Aidil gemetaran


" ibu jangan seperti itu ingat usia mu ,sudah mau mati saja masih sok kuat " ucap laki laki yang ada dibelakang


" hei anak durhaka kenapa kamu membela mereka " ucap perempuan tersebut dengan suara lumayan tinggi


" maaf atas tingkah ibu saya ,dia memang seperti itu ,ayo silahkan masuk biar enak bercerita" ucap Kevin yang membuat perempuan yang duduk di kursi roda murkah


" hiks...hiks. unda enek ahat , elinga adek cakit dengal cuala enek hiks.....hiks " ucap Alfi disela tangisannya membuat nenek tersebut langsung jalang kabut


" hei Kevin apa yang kamu perbuat padanya sehingga menangis " ucap perempuan itu sambil menenangkan Alfi


" maafin paman yang di belakang ya dia memang galak " ucap nenek tersebut dengan suara tulusnya


" enek yang ahat ( nenek yang jahat ) bentak Alfi yang membuat perempuan tersebut menelan salivnya kasar

__ADS_1


" aduh nenek ya , kalau gitu nenek minta maaf sama kamu ya " ucap nya dengan suara pelan membuat Alfi menganggukan kepalanya


" maaf Nona besar atas tingkah anak kami , dan kami mohon jangan sakiti mereka " ucap Yuli dengan air mata yang mengalir di pipinya


" kenapa wajah wanita ini begitu tidak asing bagiku " gumam perempuan tua tersebut


" baiklah aku tidak akan memakan mereka , aku ini sudah tidak punya gigi jadi santai saja " ucap perempuan tua tersebut


" gimana mau santai suara mu saja membuat Alfi sampai menangis ,gimana mau tenang coba" gumam Aidil


Alfa segera berlari ke arah permpuan tua tersebut dan tanpa aba aba Alfa langsung memanjat ke atas pangkuan perempuan tua yang duduk di atas kursi roda , membuat perempuan itu hanya tersenyum tipis melihat kedua bocah itu


" *kenapa aku jadi ke ingat dengan anak anakku saat melihat mereka berdua , Kevin dan Delvin selalu berulah membuat masyarakat kesal dengan mereka dulu " gumam perempuan tersebut mengenang masa lalunya


" tapi Delvin dimana kamu sekarang, kenapa semenjak aku mengusir mu kamu sudah tidak balik lagi ke sini ,aku sangat rindu walaupun aku kecewa kamu menikah tanpa sepengetahuan ku " lanjut perempuan itu dengan satu tetesan air mata yang keluar dari kelopak matanya begitu saja*


tiba tiba pandangan Alfi tertuju pada sebuah benda yang tidak asing baginya


" akak icu unya unda ( kakak itu punya bunda ) ucap pelan Alfi menunjuk ke arah benda yang sangat tidak asing dengannya

__ADS_1


__ADS_2