
kini malam hari telah berganti dengan hai hari dimana semua mahkluk hidup memulai aktivitas mereka untuk mencari sumber makanan
Yuli kini sedang bersiap siap untuk berangkat ke Bali dibantu oleh Siska sedangkan sangkembar masih di dalam alam mimpi mereka
kini jam sudah menunjukan pukul 08: 00 membuat ibu mudah tersebut harus membangunkan kedua putranya
saat asik sarapan tiba tiba suara ketikan pintu membuat Yuli berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke pintu
ceklek
Yuli membuka pintu dan melihat satu keluarga datang ke rumah Yuli yang membuat Yuli bingung becampur ketakutan
,Yuli tidak bisa berkata apa-apa tiba-tiba lidahnya keluh tapi ibu paruh baya tersebut langsung memeluk Yuli yang mana membuat Yuli hanyut dalam pelukan Yani , ada perasaan hangat saat merasakan pelukan Yani
" Yuli apa Siska masih disini ?? tanya zei dan hanya diangguki oleh Yuli
" dimana anakku ?? tanya Yani dengan air matanya yang kembali mengalir
" lagi sarapan bersama anak anak " ucap Yuli dan Yani yang mendengarnya langsung berlari begitu saja masuk dan matanya terarah pada seseorang yang dia sangat rindukan , walaupun Siska yang dulu dan sekarang sangat berbeda tapi itu tidak membuat mata hati seorang ibu tertutup dengan segera Yani berlari ke arah Siska dengan air mata yang terus menerus menetes
__ADS_1
Siska yang berdiri dari tempat duduknya berniat mau menyusul Yuli tapi tanpa dia sadari seseorang langsung memeluknya dari belakang membuat Siska teringat dengan kehangatan saat masih kecil yang selalu di peluk maminya , karena penasaran Siska membalikan badannya dan melihat orang yang telah melahirkannya memeluknya diiringi air matanya , membuat siska ikut meneteskan air matanya
" kamu dari mana saja nak hiks..hiks.., apa kamu tau mami sangat merasa kesepian saat kamu pergi hiks.." ucap Yani terbata bata karena menangis
" maafkan aku mi " satu kata yang keluar dari mulut Siska membuat Yani tambah memeluknya seakan takut kehilangannya yang kedua kalinya
Zei ddan kedua anaknya yang baru masuk melihat Yani sedang memeluk seorang wanita cantik membuat Zei bertanya kepada putrinya
" Rul apa dia benar-benar anakku Siska ? tanya Zei lirih dan diangguki oleh Nurul
kaki zei seakan lemas ,air matanya tidak bisa ditahannya lagi satu per satu tetesan air mata membanjiri pipinya dengan langkah pelan Zei melangkahkan kakinya ke arah wanita yang dia sayangi
" maafkan papi ,Nak ,apa kamu mau memaafkan papimu yang perna memaksamu ini , seorang ayah yang jahat seperti ku " ucap zei lirih
" jangan ngomong seperti itu Pi , mungkin dulu aku saja yang bodoh hingga aku membuat papi sama mami bersedih karena kepergian ku
Nurul dan Aidil yang melihat pemandangan itu ikut bergabung
" Dil ketekmu bau " ucap Yani tiba tiba yang membuat Aidil langsung memundurkan langkahnya dan mencium keteknya "
__ADS_1
" gak kok mi , harum , mungkin mulut mami saja yang dekat sama hidung " ucap Aidil
" mau kulepas tu bibir " ucap Yani dengan suara menyeramkan membuat Aidil menggeleng cepat
" oma , kai umic ucing enapa angic , adek cama akak idak angic ( nenek ,kak kumis kucing kenapa nangis, adek sama kakak tidak nangis ( ?? tanya Alfi bingung dengan orang yang sedang berpelukan dihadapannya
zei dan Yani langsung mengarahkan pandangannya ke arah bocah yang sedang berbicara
" waduh ternyata cucu Oma , Oma sampai tidak lihat " ucap Yani
" itu pang mata di taruh di bokong " ucap ledek Aidil yang membuat mata Yani kembali terarah pada Aidil yang sedang pura pura bersiur
" Eddy ebat ulutnya Ica inyi cepelti ulung ( Deddy hebat mulutnya bisa bunyi burung ) ucap Alfa kagum
dengan semangat Alfa ingin mengikuti Deddy nya tapi hasilnya malah membuat Yani penuh dengan air liur cucunya
Aidil yang melihat terbahak-bahak
" tadi disuruh mandi baru kesini malah gak mau na kan di mandikan sama Alfa " ledek Aidil
__ADS_1