
jam sudah menunjukan pukul 11 : 30 kini di rumah utama Yuli dan kedua anak kembar nya sedang bersiap siap untuk berangkat ke perusahaan Aidil , Yuli berencana ingin membawakan makan siang buat suami nya
dengan senyuman yang tak pernah pudar Yuli menyuruh supir mertuanya mengantarkannya ke perusahaan
............
kini Bimo sudah berangkat menjemput Dara dia ingin membuktikan kepada bos nya bahwa dia tidak berbohong ,dan juga dia ingin menikah tanpa dipungut biaya
Bimo melajukan mobilnya ke arah tempat kerja Dara di perusahaan cabang , Dara sudah mulai bekerja kembali
tak lama kemudian Bimo sampai di Perusahaan cabang dan langsung melangkahkan kakinya masuk , semua orang yang melihat kedatangan asisten pemilik perusahaan langsung berdiri dan memberikan tanda hormat mereka
Bimo terus berjalan menuju ke ruangan dimana Dara bekerja , membuat dara yang sedang bersantai kaget melihat kedatangan Bimo , Dara tambah keringat dingin saat Bimo berjalan menuju ke arahnya
" jangan sampai dia kesini , apa kata karyawan nanti melihat kami " gumam Dara sudah mulai panik
Dara seketika sudah mulai pasrah saat Bimo sudah berdiri di sampingnya
" apa kamu sibuk ?? tanya Bimo dingin
__ADS_1
" anu , iya aku sibuk " ucap Dara dengan cepat
" ayo ikut aku " ucap lagi Bimo tapi Dara menggeleng kan kepalanya membuat Bimo segera menggendong tubuh Dara , semua karyawan yang melihat hal tersebut langsung bergosib mengatakan hal hal yang tidak sewajarnya
Dara sangat malu membuat nya menyembunyikan wajahnya di dada Bimo
" tolong turun kan aku malu " ucap dara memukul mukul dada Bimo tapi tidak dihiraukan oleh Bimo
" wih si Dara make pelet rasa apa itu " ucap salah satu karyawan yang melihatnya
" iya parah si Dara tapi kalau dia kasih tau aku peletnya aku mungkin akan melakukan nya juga heheh " saut karyawan lainnya
" aku mau dong gantiin Dara digendong pak Bimo " ucap lagi salah satu karyawan
" stoppppppppp " teriak Bimo penuh kemurkaan
Bimo masih menggendong tubuh Dara , Dara yang berada digendongan Bimo ikut merasa takut melihat wajahnya yang sangat tidak bersahabat
" siapa yang berani mengatakan hal yang buruk sama calon istriku, bersiplah untuk tidur di tepi jalan atau tidur untuk selamanya " teriak lagi Bimo
__ADS_1
semua karyawan yang mendapat gertakan sangat merasa takut , badan mereka semua gemetaran apalagi karyawan yang sering menyuruh nyuruh Dara
Dara yang berada di gendongan Bimo mencoba memberanikan diri untuk menenangkan Bimo
" tenang lah sayang , aku tidak apa apa " ucap Dara memeluk badan Bimo walaupun dia ingin sekali muntah mengucapkan kata "sayang"
Bimo yang mendengar kata sayang dari dara segera melanjutkan langkahnya , seakan Bimo langsung terhipnotis dengan kata kata Dara
" apa yang dia katakan tadi ,aku sungguh ingin mendengar nya lagi hanya untuk memastikan nya " gumam Bimo masih dengan wajah yang datar walaupun didalamnya sangat ceria
" apa yang kamu katakan tadi " ?? tanya Bimo datar
" tidak " jawab cepat Dara
" cepat katakan kalau gak aku jatuhkan kamu " ucap Bimo mulai mengancam hanya karena ingin mendengar kata sayang
Dara yang mendengar ancaman Bimo segera mengulang kembali kata katanya
" sayang " ucap Dara yang mengerti apa yang ditanyakan oleh si gengsi
__ADS_1
" ya , kamu mulai sekarang memanggil aku dengan itu dimana pun kapan pun dan bagaimana pun " ucap Bimo dengan suara tegas dan hati berbunga-bunga
Dara hanya mengangguk kepala walaupun tidak mau tapi dia memilih untuk menyetujui dari pada berdebat dan pada akhirnya dia selalu kalah