
2 Minggu berlalu semenjak Aidil sudah sadar, Aidil kini sudah sehat walaupun belum sepenuhnya dan 2 Minggu pula Kevin terus menyendiri , Kevin terus merokok untuk menenangkan pikiran nya jika tidak ada yang melihat nya
Kevin tidak terlihat Kevin yang dulu ,wajah ceria yang dulu kini menjadi datar tanpa senyuman
nek Vivin yang ikut sedih melihat keadaan putra nya sangat berantakan merasa sangat bersalah
hari ini adalah hari dimana Aidil dan keluarganya pulang begitu pun dengan nek Vivin dan kedua pembantunya
sedangkan Kevin masih belum jelas apa kah dia kan tetap di negara orang atau akan ikut pulang
mereka semua menyamperi Kevin ke apartemen nya karena Kevin hari ini tidak masuk bekerja
saat sampai nek Vivin memencet bel nya karena nek Vivin pernah di ajak Kevin untuk melihat tempat tinggal nya saat baru datang dari Indonesia
tak lama kemudian Kevin membuka pintu dengan pakaian santainya dan ekspresi wajah yang dingin
" Kevin apa kamu tidak pulang ?? tanya nek Vivin
" masuklah terlebih dahulu " ucap Kevin dengan suara datar
mereka semua masuk dan duduk di sofa , mereka takjub dengan dekorasi apartemen Kevin yang sangat unik dan indah
" paman, cepatlah bersiap siap kita akan pulang " ucap Aidil
" aku tidak pulang " ucap singkat Kevin
" loh kenapa ?? tanya ibu nya
" pulanglah aku sudah nyaman disini " ucap Kevin singkat
__ADS_1
" apa kamu masih membenci ibu Kevin ?? tanya nek Vivin dengan air matanya yang sudah menetes
" Kevin tidak perna membenci ibu , Kevin hanya kecewa sama ibu " jawab Kevin
" apa yang harus ibu lakukan agar kamu mau memaafkan ibumu yang bodoh ini ?? tanya lagi nek Vivin dengan suara yang agak tinggi
" aku hanya perlu waktu untuk menenangkan pikiran ku dan menerima semua kenyataan" ucap Kevin
" paman ini sudah terjadi lagi pula ayah perna cerita sama Yuli kalau paman Adalah Adik yang paling baik " ucap Yuli yang membuat Kevin menatap Yuli
" apa ayahmu perna cerita jika aku adalah adik yang paling baik ?? tanya Kevin dan diangguki oleh Yuli
" pulanglah aku akan tetap disini " lanjut Kevin lirih menundukkan kepalanya
" ayolah paman , apa paman tidak mau menikah dengan kak Siska ?? tanya Aidil
Siska sedari tadi hanya bisa menahan tangisnya melihat orang yang dia cintai dalam keadaan yang sangat kacau
" baiklah jika kamu tidak mau pulang ,kami akan duluan pulang " ucap nek Vivin yang sudah tau dengan sikap keras kepala putranya
Kevin hanya diam menunduk menahan air matanya
" aku ingin berlibur disini lebih lama lagi , aku akan tetap disini sementara waktu jadi Siska tidak ikut pulang " ucap Siska tiba tiba yang membuat semua menatapnya bingung
" kenapa mendadak ?? tanya Zei
" papi biarkan saja ," ucap Aidil yang tau apa yang kakaknya pikirkan saat ini
" Pi ayo , Siska akan menyusul nanti " ucap Yani yang juga tau dengan hal yang dialami putrinya
__ADS_1
zei hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti dan segera melangkahkan kakinya keluar
setelah semua orang pergi kini tinggal Siska dan Kevin yang berada didalam apartemen
" kenapa kamu tidak pulang ?? tanya Kevin dengan suara datarnya
" kenapa kamu tidak pulang juga ?? tanya balik Siska
" aku bekerja disini " jawab Kevin singkat
" kan di tanah air juga bisa bekerja " ucap Siska
" terserah mu saja aku mau tidur " ucap Kevin singkat dan meninggalkan Siska sendiri
" kak tunggu , kamarku Dimana ?? tanya Siska dengan agak keras
" hah , kamu kan bisa sewa kamar hotel atau apartemen" ucap Kevin bingung
" aku tidak punya uang " jawab Siska
" trus jika kamu pulang siapa yang akan membayar kan mu tiket ?? tanya Kevin
" siapa lagi kalau bukan calon suamiku " ucap Siska yang membuat Kevin melangkah ke arah Siska dan menatap nya dengan tatapan tajam
" siapa calon suami?? tanya kevin dengan suara menakutkan
" kamu " ucap singkat Siska yang membuat Kevin membulatkan matanya dan segera melangkah pergi
" ikuti aku , kamar mu ada di sebelah kamarku " ucap Kevin yang membuat Siska tanpa banyak pikir mengikuti yang dikatakan oleh kevin
__ADS_1